Tag Archives: tempa

Proses Pembentukan Tempa dengan Mesin Hammer

Mesin Hammer pada dasarnya adalah mesin yang digunakan  untuk membentuk benda kerja atau sebagai pengganti fungsi  palu pembentuk. Mesin ini mempunyai kapasitas pemukul  yang relatif besar sesuai dengan kapasitasnya. Mesin hammer  ini bergerak secara linear dengan gerakkan naik dan turun.  Pada saat turun mesin hammer ini bekerja untuk memukul  atau membentuk benda kerja. Kecepatan gerak mesin  hahhmer turun ini dapat diatur sesuai dengan kecepatan yang  diinginkan. Kepala pemukul mesin hammer dan landasan/anvil ini dapat diganti sesuai dengan bentuk benda kerja  yang ada pada gambar. Penggunaan mesin hammer ini akan  lebih efisien jika digunakan untuk memproduksi dalam jumlah relatif besar

Mesin Hammer Konvensional

Mesin Hammer Konvensional

Proses penempaan dengan menggunakan mesin hammer pada dasarnya sama dengan proses pembentukan secara manual. Pada  proses penempaan dengan tangan ini pemukulan yang dilakukan  lebih fleksibel, tetapi pembentukan dengan hammer ini pukulan  hammer berggerak secara teratur dengan kecepatan pemukulan  dapat diatur. Kapasitas pemukulan yang dihasilkan relatif besar  dibandingkan pemukulan secara manual. Pada gambar di bawah  terlihat mesin hammerkonvensional dengan penggerak motor  listrik.

Tempa Menggunakan Die Cetakkan

Pengerjaan tempa dapat juga dilakukan dengan menggunakan  cetakkan atau die . Penggunaan cetakan ini dilakukan pada mesin  hammer untuk pembuatan berbagai macam produk tempa. Pada  dasarnya pengerjaan tempa dengan menggunakan die dapat  diketahui dengan meletakkan benda kerja dalam keadaan panas  diantara kedua die atas dan bawah, selanjutnya die  ditekan dengan hammer. Sampai kedua die atas dan bawah  merapat. Pembentukan dengan teknik ini sangat menguntungkan  apabila profil produk yang dihasilkan mempunyai bentuk kombinasi  dan dapat di produksi dalam jumlah besar.

Untuk menghasilkan suatu produksi yang baik dan memenuhi  standar pada proses tempa ini dilakukan dengan menghitung  volume awal pada saat benda belum terbentuk dan volume benda  pada saat benda sesudah dibentuk. Secara matematis antara  volume benda sebelum dibentuk dan sesudah dibentuk harus  sama. Kesulitan yang mungkin dapat terjadi apabila bentuk benda  yang diinginkan tidak beraturan sehingga menyulitkan untuk  menganalisis volume bentuk benda yang diinginkan.

Beberapa Model Penempaan

Beberapa Model Penempaan

Pada gambar di atas terlihat beberapa model penempaan yang  dilakukan dengan menggunakan die. Bentuk awal benda sebelum  ditempa berbentuk silinder bulat dan setelah mengalami proses  penempaan diperlihatkan menjadi bentuk-bentuk profil simetris.

Tempa Menggunakan Die Cetakkan

Pengerjaan tempa dapat juga dilakukan dengan menggunakan cetakkan atau die. Penggunaan cetakan ini dilakukan pada mesin hammer untuk pembuatan berbagai macam produk tempa. Pada dasarnya pengerjaan tempa dengan menggunakan die dapat diketahui dengan meletakkan benda kerja dalam keadaan panas diantara kedua die atas dan bawah , selanjutnya die ditekan dengan hammer. Sampai kedua die atas dan bawah merapat. Pembentukan dengan teknik ini sangat menguntungkan apabila profil produk yang dihasilkan mempunyai bentuk kombinasi dan dapat di produksi dalam jumlah besar

Untuk menghasilkan suatu produksi yang baik dan memenuhi standar pada proses tempa ini dilakukan dengan menghitung volume awal pada saat benda belum terbentuk dan volume benda pada saat benda sesudah dibentuk. Secara matematis antara volume benda sebelum dibentuk dan sesudah dibentuk harus sama. Kesulitan yang mungkin dapat terjadi apabila bentuk benda yang diinginkan tidak beraturan sehingga menyulitkan untuk menganalisis volume bentuk benda yang diinginkan.

Screenshot_71

Beberapa Model Penempaan

Pada gambar di atas terlihat beberapa model penempaan yang dilakukan dengan menggunakan die. Bentuk awal benda sebelum
ditempa berbentuk silinder bulat dan setelah mengalami proses penempaan diperlihatkan menjadi bentuk-bentuk profil simetris.

Palu-palu tempa

Ada 2 (dua) tipe yang digunakan pada penempaan yaitu:

  1. palu tangan, digunakan jika tukang tempa bekerja sendiri,
  2. palu besar, digunakan oleh pemukul jika menangani pekerjaan besar atau jika menggunakan dua perkakas tangan tertentu. Palu tangan dibuat berbentuk bola dengan pena palu (pane or pein) menyilang atau lurus dan beratnya dari 900 sampai 1800 gram, sedangkan palu besar dari 1800 grm ke atas. Palu 3 kg merupakan palu yang cukup berguna un-tuk pekerjaan yang tidak terlalu berat. Palu-palu yang retak atau tangkai-tangkainya tidak kokoh merupakan sumber ba-haya, sebaiknya tidak digunakan, dan harus diperbaiki dulu

Screenshot_13

Selain Palu di tempa digunakan pula Palu tekan dalam proses penampaan.  Palu tekan adalah suatu bentuk pahat khusus (dengan pegangan atau gagang) untuk memotong logam dengan bantuan palu besar. Palu tekan ini dipegang dan ditempatkan pada tempat yang perlu dipotong sambil dipukul. Palu tekan dibuat dalam dua bentuk, yaitu palu tekan panas dan dingin, digunakan untuk memotong logam panas atau dingin secara berturut-turut. Palu tekan panas mempunyai sudut pemotong 300 dengan sedikit bulat pada ujungnya dan dibiarkan tidak di-temper.