Tag Archives: Ketelitian

Membaca vernier caliper dengan ketelitian 0,001 inchi

Di dalam bengkel kerja mesin dimungkinkan adanya vernier caliper sistem dengan pecahan desimal. Pada vernier caliper ini panjang satu inchi pada skala utama dibagi menjadi 10 bagian sama besar. Kemudian pada setiap bagian masih dibagi kembali menjadi 4 bagian, ini berarti dalam lebar atau panjang 1 inchi dibagi menjadi 40 bagian sama besar. Dengan demikian, maka harga setiap bagiannya adalah 1/40 sama dengan 0,025 inchi.

Screenshot_107

Vernier dengan ketelitian 0,001 inchi

 

Pada skala vernier/skala nonius terdapat 24 garis skala yang dibagi menjadi 25 bagian, sehingga harga tiap bagian adalah sebesar 24/25 x 0,025 inchi, sama dengan 0,024 inchi, maka perbedaannya adalah sebesar 0,025 – 0,024 = 0,001 inchi. Pada gambar 1 diberikan contoh pembacaan vernier caliper dengan tingkat ketelitian sebesar 0,001 inchi. Dari gambar tersebut, ditentukan berapa besar pengukuran yang ditunjukkan oleh vernier caliper

Screenshot_108

Gambar 1 . Posisi pengukuran pada vernier caliper

Pada gambar 1 garis nol pada skala nonius vernier berada pada garis pertama sesudah garis yang menunjukkan angka pembacaan 0,700 inchi, maka gambar 1 menunjukkan pembacaan sebesar 0,70 + 0,025 inchi atau sama dengan 0,725 inchi.

Kemudian lihat gambar di bawah ini, berapakah besar ukuran yang ditunjukkan oleh vernier caliper ini

Screenshot_109

Dari gambar di atas terbaca bahwa garis nol pada skala vernier berada pada garis pertama sesudah garis ukur 1,4 inchi.Kemudian dibaca garis yang mana yang segaris dengan garisgaris pada skala vernier, ternyata garis yang ke 16 yang segaris dengan garis pada skala utama. Ini berarti menunjukkan ukuran 0,016 inchi dan besarnya ukuran ini harus ditambahkan dengan ukuran utama. Dengan demikian besar ukuran yang ditunjukkan oleh gambar di atas adalah sebesar: 1,425 + 0,016 = 1,441 inchi.

beberapa istilah penting dalam pengukuran

Alat ukur listrik merupakan peralatan yang diperlukan oleh manusia. Karena besaran listrik seperti : tegangan, arus, daya, frekuensi dan sebagainya tidak dapat secara langsung ditanggapi oleh panca indera. Untuk mengukur besaran listrik tersebut, diperlukan alat pengubah. Atau besaran ditransformasikan ke dalam besaran mekanis yang berupa gerak dengan menggunakan alat ukur. Perlu disadari bahwa untuk dapat menggunakan berbagai macam alat ukur listrik perlu pemahanan
pengetahuan yang memadai tentang konsep – konsep teoritisnya. Dalam mempelajari pengukuran dikenal beberapa istilah, antara lain :
  • Instrumen : adalah alat ukur untuk menentukan nilai atau besaran suatu kuantitas atau variabel.
  • Ketelitian : harga terdekat dengan mana suatu pembacaan instrumen mendekati harga sebenarnya dari variabel yang diukur.
  • Ketepatan : suatu ukuran kemampuan untuk hasil pengukuran yang serupa
  • Sensitivitas : perbandingan antara sinyal keluaran atau respons instrumen terhadap perubahan masukan atau variabel yang diukur.
  • Resolusi : :perubahan terkecil dalam nilai yang diukur yang mana instrumen akan memberi respon atau tanggapan.
  • Kesalahan : penyimpangan variabel yang diukur dari harga (nilai) yang sebenarnya.

Konversi, ketelitian, standar alat ukur

Dalam beberapa persoalan, kadang-kadang kita perlu melakukan konversi satuan dari satu sistem satuan ke sistem satuan yang lain, terutama ke sistem satuan SI. Konversi satuan ini mungkin kita lakukan jika kita mengetahui hubungan antara kedua satuan itu. Sebagai contoh, seandainya kita mengetahui bahwa panjang lapangan sepakbola adalah 100 yard, sementara kita mengetahui bahwa 1 yard sama dengan 3 kaki, maka kita katakan bahwa panjang lapangan sama dengan 300 kaki. Dalam konversi satuan kita bisa melakukan pencoretan satuan yang sama untuk pembilang dan penyebut. Biasanya kita diminta untuk mengubah satu satuan ke sistem SI. Dalam soal misalnya data-data yang ada diberikan dalam satuan non-SI, tetapi jawaban yang diminta harus dinyatakan dalam sistem satuan SI. Untuk melakukan hal ini, kita bisa langsung melakukan konversi dengan bantuan tabel konversi yang biasa terdapat dalam lampiran buku. Ketelitian dari suatu hasil pengukuran sudah menjadi tuntutan ilmu pengetahuan dewasa ini. Namun demikian, dapat dikatakan bahwa tidak ada satupun pengukuran yang benar-benar akurat, pasti ada suatu ketidakpastian dalam hasil pengukuran tersebut. Ketidakpastian dalam hasil pengukuran ini muncul dari berbagai sumber, misalnya dari batas ketelitian masing-masing alat dan kemampuan kita dalam membaca hasil yang ditunjukkan oleh alat ukur yang kita pakai. Alat ukur yang kita pakai menentukan hasil pengukuran yang kita dapatkan. Sebagai contoh, lakukan pengukuran diameter dari bagian bawah kaleng minuman ringan dengan sebuah meteran gulung (mitlin) yang sering digunakan penjahit
Hasil yang anda lakukan hanya mempunyai ketelitian sampai 0,1 cm atau 1 mm, sesuai dengan skala terkecil yang terdapat dalam mitlin, walaupun anda bisa menyatakan bahwa anda memperkirakan ketelitian sampai separo skala terkecil, yaitu 0,5 mm. Alasannya adalah bahwa amat sulit bagi orang yang melakukan pengukuran untuk memperkirakan skala-skala yang lebih kecil diantara dua garis skala terkecil. Skala yang terdapat pada mitlin sendiri boleh jadi tidak seakurat angka-angka yang tertera, karena belum tentu mitlin dibuat dengan keakuratan yang sangat tinggi di pabrik. Karena toh untuk pakaian yang diukur dengan mitlin, selisih pengukuran 1 mm tidak terlalu bermasalah bagi pengguna pakaian yang dijahit.