Tag Archives: k3

K3 Pelindung kaki

Sepatu kerja atau pelindung kaki yang harus digunakan pada bengkel kerja mesin, harus memenuhi persyaratan tertentu, yaitu: harus dapat melindungi kaki pekerja dari luka kejatuhan benda kerja, terkena beram, benda panas/pijar, bahan-bahan kimia yang berbahaya dan kecelakaan yang mungkin timbul dan menyebabkan luka bagi pekerja.

Screenshot_160
Konstruksi sepatu kerja bengkel kerja mesin adalah pada bagian ujung sepatu dipasang atau dilapisi dengan pelat baja, agar mampu menahan benda yang jatuh menimpa kaki. Dengan adanya penahan tersebut, maka kaki tidak mengalami luka. Bagian alasnya harus cukup kuat dan tidak mudah tergelincir. Bahan yang umum dipakai dalam pembuatan sepatu kerja adalah kulit yang di samak. Khusus untuk pekerja bidang kelistrikan, maka bahan pembuat sepatu hendaknya dipilih bahan non konduktor.

Pengendalian Titik Nyala

Sumber titik nyala yang paling banyak adalah api terbuka seperti nyala api kompor, pemanas, lampu minyak, api rokok, api pembakaran sampah, dan sebagainya. Api terbuka tersebut bila memang diperlukan harus dijauhkan dari bahan yang mudah terbakar. Sumber penyalaan yang lain: benda membara, bunga api, petir, reaksi eksoterm, timbulnya bara api juga terjadi karena gesekan benda dalam waktu relatif lama, atau terjadi hubung singkat rangkaian listrik.

Keselamatan Kerja Mesin Gerinda

Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan agar dalam melakukan pengerjaan gerinda aman. Maksud aman di sini aman bagi operator mesin dan mesin gerinda itu sendiri. Berikut ini merupakan faktor-faktor yang perlu diperhatiakan :

  1. Periksa batu gerinda apakah ada retakan sebelum dipasang.
  2. Lakukan pengetesan batu gerinda untuk kesenteran sumbunya.
  3. Lakukan uji coba putaran sebelum digunakan.
  4. Jangan melebihi kecepatan putar yang diizinkan.
  5. Gunakan kacamata pengaman.
  6. Saat menggerinda pada gerinda duduk, dudukan benda kerja harus berjarak 2 mm dari batu gerinda, jika tidak benda kerja akan masuk di antara dudukan dan batu gerinda sehingga dapat merusak batu gerinda.
  7. Selama melakukan penggerindaan kering, beram harus disingkirkan.
  8. Jangan membuka tutup pengaman.
  9. Jangan menyentuh batu gerinda yang berputar

Karakteristik APAR

Berikut merupakan Karakteristik APAR :

  1. APAR jenis tertentu bukan merupakan pemadam untuk segala jenis kebakaran,oleh karena itu sebelum menggunakan APAR perlu diidentifikasi jenis bahanterbakar.
  2. APAR hanya ideal dioperasikan pada situasi tanpa angin kuat, APAR kimiawi ideal dioperasikan pada suhu kamar.
  3. Waktu ideal : 3 detik operasi, 10 detik berhenti, waktu maksimum terus-menerus 8 detik.
  4. Bila telah dipakai harus diisi ulang.
  5. Harus diperiksa secara periodik, minimal 2 tahun sekali.

Pemeliharaan Keselamatan Selang Las

Selang harus ditangani secara hati-hati untuk mencegah kecelakaan, kerusakan, dan kebocoran. Beberapa hal yang harus diperhatikan terhadap selang:
  • Jaga selang agar jangan kusut, sebab akan dapat menghambat pengaliran gas.
  • Jangan diseret pada lantai yang kasar.
  • Lindungi selang dari panas, percikan api, terak panas, dan logam panas.
  •  Jangan biarkan selang tergencet, tertekuk atau berbelit-belit.
  • Gunakan klem pengikat yang cocok untuk mengikat selang. Jangan digunakan kawat atau pita isolasi
  • Gulung kembali selang dengan baik setelah selesai menggunakannya.
  •  Selang tidak boleh terlindas, terhimpit atau

Pemeliharaan dan keselamatan regulator

Berikut ini adalah cara pemeliharan regulator :
  1. Sebelum memasang regulator pada botol, hendaklah: Katup botol dibuka terlebih dahulu agak sebentar, hal ini bertujuan untuk menghembuskan kotorankotoran yang mungkin terdapat pada sambungan katup botol.
  2. Gunakan kunci yang cocok untuk menggerakkan sambungan regulator ke botol, dengan arti kata kunci harus sepantasnya mengikat mur regulator.
  3. Pastikan bahwa baut pengatur regulator dalam keadaan bebas (longgar) sebelum membuka katup botol.
  4. Bukalah katup botol secara perlahan agar tidak jadi aliran jet yang dapat merusakkan regulator.
  5. Jangan sekali-kali membiarkan minyak, oli dan gemuk bersentuhan dengan salah satu bagian dari regulator.
  6. Jangan sekali-kali mempertukar pemakaian regulator oksigen dengan asetilen.
  7. Hindari regulator dari pukulan, goncangan dan hentakan. Dari itu bukalah (lepaskan) regulator dari botol yang hendak dipindahkan.
  8. Bila berhenti bekerja dalam waktu yang lama, tutup katup-katup botol, buang gas dari selang dan longgarkan dari baut pengatur.
  9. Bila tekanan naik, sedangkan katup kerja tertutup, tutup segera katup botol.
  10. Memeriksa kebocoran hanya dengan larutan sabun dan air.
  11. Jangan sekali-kali menggunakan regulator untuk setiap gas atau setiap tekanan, selain dari gas dan tekanan yang ditentukan.

Pengertian K3




Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan bagian penting yang harus dipahami dan diterapkan dalam dunia kerja, utamanya didunia industri modern. Di dalam industri modern terdapat berbagai mesin,peralatan, dan proses produksi yang menuntut prosedur tertentu supaya terhindar dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Secanggih apapun mesin yang digunakan atau sebesar apapun produksi yang dihasilkan,semua itu tidak ada artinya apabila merugikan manusia atau pekerja. Hal ini didasari pertimbangan bahwa apabila terjadi kecelakaan kerja,terdapat dua kerugian, yaitu kerugian materi dan non materi. Kerugian yang bersifat materi dapat dicari gantinya serta dapat dinilai dengan uang, tetapi kerugian non materi, misalnya cacat, sakit, atau bahkan meninggal dunia, tidak dapat dinilai dengan uang.Dengan menyadari arti penting keselamatan dan kesehatan kerja tersebut, maka sebelum terjun langsung di dunia kerja, seorang pekerja harus mengetahui rambu-rambu, peraturan-perundangan (regulasi),prosedur penerapan K3, serta teknis penerapan K3 di lapangan.Pada prinsipnya, tujuan utama penerapan K3 adalah agar kita dapat bekerja dengan aman, nyaman, terhindar dari kecelakaan, termasuk ledakan,kebakaran, penyakit akibat kerja, serta pencemaran lingkungan kerja.
Dengan menyadari arti penting keselamatan dan kesehatan kerja tersebut, maka sebelum terjun langsung di dunia kerja, seorang pekerja harus mengetahui rambu-rambu, peraturan-perundangan (regulasi),prosedur penerapan K3, serta teknis penerapan K3 di lapangan. Pada prinsipnya, tujuan utama penerapan K3 adalah agar kita dapat bekerja dengan aman, nyaman, terhindar dari kecelakaan, termasuk ledakan,kebakaran, penyakit akibat kerja, serta pencemaran lingkungan kerja