Tag Archives: harga mesin bubut

Perawatan Mesin Bubut

Jadwal pemeliharaan yang baik adalah berdasakan pedoman yang pasti. Pedoman pemeliharaan dapat disusun berdasarkan waktu dan menunjukkan bagian mana yang harus diperiksa dan bagaimana melakukannya. Perlu diingat pula bahwa penyusunan jadwal yang baik harus mengacu pada manual mesin, namun dapat pula disusun berdasarkan pengalaman dan hasil penelitian bagian teknik. Berikut ini adalah sebuah contoh pemeliharaan mesin bubut yang dapat dilakukan.

Tahap selanjutnya adalah menyusun program pemeliharaan berdasarkan waktu sebagai berikut

Program Harian 

Chip pada daerah compound rest

  • Membersihkan chip dari bed dan permukaan mesin.  Gunakan kuas yang lembut dan vacum cleaner. Catatan. Jangan menggunakan hembusan udara bertekanan dari kompresor
  • Membersihkan chip dari turret, housing, komponen yang berputar dan batang ulir pembawa. 
  • Pastikan bahwa perangkat pelindung untuk keselamatan kerja terpasang dengan baik 
  • Cek apakah level oli (pelumas) sesuai dengan kapasitas yang ditentukan.

Program Mingguan 

Kaca kontrol reservoir di headstock

  • Cek apakah perangkat otomatis berfungsi sesuai standar kinerja mesin 
  • Periksa level pelumas pada kaca kontrol. Jika terlihat kurang tambahkan pelumas dan periksa apakah ada kebocoran. 
  • Periksa tekanan oli dari pompa hidrolik jika menggunakan sistim hidrolik  
  • Bersihkan seluruh permukaan dengan menggunakan pemberih  ringan. Jangan menggunakan pemberih berpelarut (solvents).  Bersihkan chip dari bak penampung coolant.

Program Bulanan 

Sistem transmisi mesin bubut

  • Periksa secara keseluruhan dari bagian yang bergerak dan bergesekan dan berilah pelumas jika diperlukan  
  • Gantilah cairan coolant dan bersihkan endapan dari dalam tank.
  • Bongkar dan bersihkan pompa coolant dan pasang kembali.
  • Catatan! Matikan sumber tenaga dan sistim control selama perbaikan.  
  • Periksa level oli pelumas Gearbox. Apabila level oli pelumas tidak sesuai standar yang diminta, maka tambahlah oli pelumas atau ganti seluruhnya

Sebagai langkah awal adalah memperhatikan dan mengamati komponen utama mesin bubut, yaitu:

1. Lathe bed and ways

2. Head stock

3. Speed gears

4. Feed gears

5. Carriage

6. Cross slide

7. Compound

8. Thread casing dial

9. Tailstock

10. Coolant system

jenis mesin bubut

Mesin Bubut adalah suatu mesin yang umumnya terbuat dari logam,  gunanya membentuk benda kerja dengan cara menyanyat, dengan gerakan utamanya berputar. Proses bubut adalah proses pemakanan benda kerja yang  sayatannya dilakukan dengan cara memutar benda kerja kemudian dikenakan pada  pahat yang digerakkan secara translasi sejajar dengan sumbu putar dari benda  kerja

Untuk melihat jenis dari mesin bubut kita bisa melihat ukuran panjang dari mesin bubut berikut ini.

1. Mesin Bubut Ringan

Mesin Bubut Ringan

Mesin bubut ringan dapat diletakkan di atas meja dan mudah dipindahkan sesuai dengan kebutuhan, benda kerjanya berdimensi kecil (mini). Jenis ini umumnya digunakan untuk membubut benda-benda kecil dan biasanya dipergunakan untuk industri rumah tangga (home industri). Panjangnya mesin umumnya tidak lebih dari 1200 mm, dan karena bebanya ringan dapat diangkat oleh satu orang.

2. Mesin Bubut Sedang

Mesin Bubut Sedang

Jenis mesin bubut sedang dapat membubut diameter benda kerja sampai dengan 200 mm dan panjang sampai dengan 100 mm cocok untuk industri kecil atau bengkel-bengkel perawatan dan pembuatan komponen. Umumnya digunakan pada dunia pendidikan atau pusat pelatihan, karena harganya terjangkau dan mudah dioperasikan.

3. Mesin Bubut Standar

ulir otomatis

Jenis mesin bubut mesin bubut standar disebut sebagai mesin bubut standar karena disamping memiliki komponen seperti pada mesin ringan dan sedang juga telah dilengkapi berbagai kelengkapan tambahan yaitu keran pendingin, lampu kerja, bak penampung beram dan rem untuk menghentikan mesin dalam keadaan darurat.

Perencanaan Proses Membubut Tirus

Benda kerja berbentuk tirus (taper) dihasilkan pada proses bubut apabila gerakan pahat membentuk sudut tertentu terhadap sumbu benda kerja. Cara membuat benda tirus ada beberapa macam, seperti dijelaskan berikut ini.

  1. Dengan memiringkan eretan atas pada sudut tertentu, gerakan pahat (pemakanan) dilakukan secara manual (memutar handle eretan atas).
  2. Pengerjaan dengan cara ini memakan waktu cukup lama, karena gerakan pahat kembali relatif lama (ulir eretan atas kisarnya lebih kecil dari pada ulir transportir).
  3. Dengan alat bantu tirus (taper attachment), pembuatan tirus dengan alat ini adalah untuk benda yang memiliki sudut tirus relatif kecil (sudut sampai dengan ±9°). Pembuatan tirus lebih cepat karena gerakan pemakanan (feeding) bisa dilakukan otomatis
  4. Dengan menggeser kepala lepas (tail stock), dengan cara ini proses pembubutan tirus dilakukan sama dengan proses membubut lurus dengan bantuan dua senter. Benda kerja tirus terbentuk karena sumbu kepala lepas tidak sejajar dengan sumbu kepala tetap. Untuk cara ini sebaiknya hanya untuk sudut tirus yang sangat kecil, karena apabila sudut tirus besar bisa merusak senter jalan yang dipasang pada kepala lepas