Tag Archives: cetakan

Pembuatan cetakan untuk membuat pola resin

Pola resin dibuat dengan cara menuangkan campuran resin, pengeras, pemlastis, dan pengisi ke dalam cetakan. Kemudian setelah resin mengeras, diangkat dari cetakan sehingga diperoleh pola yang terbuat dari bahan resin. Cetakan ini dapat terbuat dari kayu, logam atau bahan lainnya. Cetakan harus dibuat berdasarkan gambar rencana pengecoran, yaitu telah mempertimbangkan tambahan ukuran untuk mengantisipasi penyusutan logam cair, tambahan ukuran untuk penyelesaian mesin, dan tambahan ukuran untuk kemiringan pola agar pola mudah diambil dari cetakan pasir. Disamping itu juga harus mempertimbangkan permukaan pisah, telapak inti untuk menempatkan inti, dan kemungkinan pola dengan bentuk terpisah atau pola plat pasangan.

Screenshot_4

Macam-macam pola

Karena benda tuangan menyusut sewaktu membeku dan mendingin, maka pembuat pola perlu mempergunakan mistar susut yang telah diperpanjang sebelumnya sebanyak tambahan penyusutan pada ukuran pola. Besarnya penyusutan seringkali tidak isotropis sesuai dengan: bahan logam, bentuk, tempat, tebal benda atau ukuran dan kekuatan inti. Oleh karena itu persyaratanharus dituliskan pada gambar untuk pengecoran.

Prinsip dasar penuangan berlanjut (Continouos Casting)

Teknik convesional yang lain penerapan proses pembentukan melalui penuangan (pengecoran) dengan cetakan ini ialah pembuatan baja batangan (Ingot), dimana pemanasan ulang pada ingot untuk menghasilkan bentuk serta ukuran yang sesuai dan dikehendaki. Bongkahan-bongkahan (billets), dan lembaran-lembaran (slabs) dibentuk dalam keadaan panas merupakan dasar metoda pembentukan ulang pada hot working processes yang akan kita bahas lebih lanjut. Pada gambar berikut diperlihatkan prinsip-prinsip tersebut dalam penerapannya pada penuangan (pengecoran ).
Proses penuangan berlanjut (Continouos Casting) bertujuan untuk menghasilkan benda tuangan yang panjang yang dapat dipotong ssuai dengan kebutuhan benda kerja. Mesin penuangan (Continouos Casting machine) terdiri atas bagian yang sejajar dengan saluran pada bejana dimana logam cair dituangkan dan mengalir ke dalam cetakan (Mould) dari bahan tembaga yang berbentuk pipa sepanjang ± 1m dengan dinding yang dilapisi dengan chromium bagian ini dilengkapi juga dengan air pendingin. Setelah casting melewati cetakan juga didinginkan yang selanjutnya ditarik dan diarahkan oleh roller khusus (straightening roller). Mesin ini juga memeiliki sisitem pengendalian gerakkan casting hingga masuk pebagian pemotongan (flying shears) yang akan memotong casting ini sepanjang yang diinginkan. Continouos casting ini dapat diterapkan dalam pembentukan bagian yang berukuran kecil serta menghasilkan produk dengan kualitas baik dan mendekati kualitas yang dihasilkan oleh hot working processes serta dengan gerakan kerja secara automatic.

Proses pembuatan cetakan

Proses pembentukan benda kerja dengan cara pengecoran atau penuangan ini dilakukan dengan terlebih dahulu membuat cetakan dan teras (tergantung bentuk benda kerja). Namun demikian sebagaimana dalam proses pembentukan benda kerja pada umumnya, pekerjaan awal dilakukan dengan terlebih dahulu mempelajari dimensional benda kerja sebagaimana tertuang didalam gambar kerja, yang akan memberikan informasi secara luas tentang kualitas dimensional produk yang dikehendaki. Pembentukan benda kerja melalui proses penuangan atau pengecoran ini sedikit berbeda dengan pembentukan benda kerja melalui proses panyayatan (chipping) yang kualitas mekanisnya telah dimiliki oleh bahan baku produk (raw material) itu sendiri, kendati dimungkinkan diperlukan penyempurnaan sifat mekaniknya seperti dengan proses perlakuan panas, namun gambar kerja memberikan informasi teknis mengenai kualitas akhir dari dimensi benda kerja tersebut, seperti
kekasaran pemukaan,Toleransi umum dan toleransi khusus, suaian dan lain-lain, tentu saja hal ini pun menjadi pertimbangan dalam pembentukan benda kerja melalui pengecoran terutama untuk memberikan tambahan ukuran (allowance) pada cetakan atau teras bilamana benda kerja mempersyaratkan pekerjaan lanjutan melalui Pemesinan (machining) pada bentuk akhirnya, untuk benda kerja yang dibentuk melalui proses penuangan sifat mekaniknya juga harus dianalisis termasuk juga jika diperlukan proses perlakuan panas. Jika telah dilakukan analisis sebagaimana disebutkan, selanjutnya adalah merumuskan langkah-langkah kerja untuk proses pembentukan benda kerja yakni pembentukan benda kerja melalui proses pengcoran (penuangan) berdasarkan ketentuan-ketentuan sebagaimana yang telah dibahas sebelumnya.
Pembuatan cetakan dirancang dengan mempertimbangkan besar dan tingkat kerumitan dari benda-benda tuangan yang direncanakan, cetakan harus dirancang sesederhana mungkin sehingga tidak menyulitkan dalam proses penuangannya dan bahan tuangan dapat dengan mudah terdistribusi keseluruh rongga yang merupakan bentuk dari benda kerja. Demikian pula dengan rancangan saluran-saluran tambahan, seperti saluran pengisap atau pengeluaran gas yang ditimbulkan oleh pemanasan dari logam cair (Molten metal) terhadap kelembaban cetakan atau karena terdapat udara yang terjebak didalam rongga cetakan, hal ini akan mengakibatkan keroposnya (porous) benda kerja hasil penuangan.