Tag Archives: benda kerja

Metode pemegangan benda kerja pada mesin bubut

Pemasangan benda kerja pada mesin bubut dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan bentuk benda serta tujuan pembentukan yang dihasilkan melalui proses pembubutan tersebut. Fasilitas pencekaman benda kerja pada mesin bubut disediakan baik untuk kegunaan mencekam benda kerja dengan bentuk-bentuk yang umum maupun yang khusus, namun jika benda kerja dengan bentuk yang berbeda dari peralatan yang tersedia, maka dimungkinkan untuk membuat bentuk pemegang benda kerja tersebut sesuai dengan kebutuhan.

Screenshot_144

  • Chuck rahang 3. Self Centering chuck ialah chuck yang biasanya memiliki rahan (jaw) tiga buah yang masing-masing memiliki tiga pemutar untuk arah mengunci dan membuka jepitan terhadap benda kerja, namun dalam pemakaiannya jika salah satu dari lubang kunci ini diputar maka semua jaw akan bergerak serempak mengunci atau membuka. Kendati pemakaiannya hanya untuk memegang benda kerja yang berbentuk bulat atau bersegi tiga atau enam, Chuck ini paling banyak digunakan karena sepat memposisikan benda kerja pada posisi senter.
  • Four Jaw Independent Chuck. Chuck rahang 4 yang bersifat independent ini dirancang untuk memegang benda kerja segi empat, membubut bentuk eksentrik, bahkan benda bersegi dengan posisi pembubutan jauh dari posisi senter benda kerja.Chuck Mesin bubut merupakan kelengkapan mesin yang dapat diganti sesuai dengan keperluan pemakaian chuck itu sendiri dalam memegang benda kerja. Jika sewaktu-waktu diperlukan penggantian chuck maka kita dapat membukanya dari screw spindle nose dibagian head stock. Untuk melepas chuck dari spindle nose secara sederhananya ialah memutar chuck pada arah yang berlawanan dengan arah putaran pada pembubutan biasa

Menyetempel Benda Kerja

Fungsi Stempel
Stempel terbuat dari baja paduan yang tidak dikeraskan karena sifatnya harus ulet (tought) dan cukup keras bisa mengalahkan benda yang distempel. Stempel digunakan untuk menandai/memberi identitas suatu produk/benda kerja yang terbuat dari logam. Namun demikian produk/ benda kerja yang terbuat dari logam digunakan pada logam yang keras.

Spesifikasi
Spesifikasi stempel dibedakan menurut ukuran dan jenis huruf/angka. Jenis huruf ada yang timbul dan ada pula yang masuk. Ukuran stempel ditentukan oleh ukuran tinggi huruf/angka dan ukuran yang banyak dipakai mulai dari 2 mm sampai 10 mm.

Persiapan Benda Kerja
Penyetempelan dilakukan pada permukaan benda kerja yang lebih lunak dari stempelnya, permukaan benda kerja harus dilukis terlebih dahulu, diberi garis-garis pembantu supaya hasil penyetempelan bisa lurus.

Screenshot_103

Langkah Penyetempelan
Sebelum penyetempelan dilaksanakan, semua stempel yang akan digunakan disusun terlebih dahulu dengan susunan seperti apa adanya identitas yang akan dibuat.Selanjutnya, agar stempel bisa tepat lurus pada garis bantu yang dibuat.

Screenshot_104
Pada benda kerja, maka perlu dilakukan hal-hal berikut.

  1. Pegang dan posisikan stempel di atas benda kerja
  2. Tarik hingga terasa stempel tepat pada garis bantu, kemudian tegak berdirikan posisi stempel.
  3. Pukul stempel cukup ringan hingga huruf/angka terlihat di atas permukaan.
  4. Jika posisi huruf/angka sudah sesuai dengan yang diinginkan, letakkan kembali stempel pada posisi semula kemudian pukul secukupnya hingga angka/huruf yang dibuat memenuhi syarat.
  5. Setelah penyetempelan identitas selesai, selanjutnya ratakan permukaan dengan kikir halus hingga permukaan huruf/angka terlihat rata.

Melukis Atau Menggambar Benda Kerja

Tujuan dan Fungsi Melukis
Benda kerja yang akan dibuat dengan menggunakan alat tangan, perlu dilukis terlebih dahulu dengan tujuan agar hasil pekerjaan sesuai dengan gambar kerja. Garis-garis gambar (lukisan) yang dibuat pada benda kerja berfungsi sebagai tanda batas pengerjaan. Hasil lukisan benda kerja yang akurat akan memberi arahan, batas pengerjaan yang akurat pula.

Screenshot_45

Mempersiapkan Benda yang Akan Dilukis
Kondisi benda kerja yang akan dilukis tergantung pada kebutuhan pekerjaan, namun pada prinsipnya benda kerja yang akan dilukis harus mempunyai tiga bidang dasar di mana bidang dasar tersebut berfungsi sebagai dasar kesikuan, dasar pengukuran dan dasar kesejajaran terhadap bidang yang lainnya. Pembuatan bidang dasar bisa dikerjakan dengan mesin atau dikikir, atau digunting, tergantung kebutuhan pekerjaan. Hal yang sangat penting diperhatikan dalam pembuatan bidang dasar adalah setiap bidang dasar harus rata dan menyiku satu sama lain.

Proses pembuatan cetakan

Proses pembentukan benda kerja dengan cara pengecoran atau penuangan ini dilakukan dengan terlebih dahulu membuat cetakan dan teras (tergantung bentuk benda kerja). Namun demikian sebagaimana dalam proses pembentukan benda kerja pada umumnya, pekerjaan awal dilakukan dengan terlebih dahulu mempelajari dimensional benda kerja sebagaimana tertuang didalam gambar kerja, yang akan memberikan informasi secara luas tentang kualitas dimensional produk yang dikehendaki. Pembentukan benda kerja melalui proses penuangan atau pengecoran ini sedikit berbeda dengan pembentukan benda kerja melalui proses panyayatan (chipping) yang kualitas mekanisnya telah dimiliki oleh bahan baku produk (raw material) itu sendiri, kendati dimungkinkan diperlukan penyempurnaan sifat mekaniknya seperti dengan proses perlakuan panas, namun gambar kerja memberikan informasi teknis mengenai kualitas akhir dari dimensi benda kerja tersebut, seperti
kekasaran pemukaan,Toleransi umum dan toleransi khusus, suaian dan lain-lain, tentu saja hal ini pun menjadi pertimbangan dalam pembentukan benda kerja melalui pengecoran terutama untuk memberikan tambahan ukuran (allowance) pada cetakan atau teras bilamana benda kerja mempersyaratkan pekerjaan lanjutan melalui Pemesinan (machining) pada bentuk akhirnya, untuk benda kerja yang dibentuk melalui proses penuangan sifat mekaniknya juga harus dianalisis termasuk juga jika diperlukan proses perlakuan panas. Jika telah dilakukan analisis sebagaimana disebutkan, selanjutnya adalah merumuskan langkah-langkah kerja untuk proses pembentukan benda kerja yakni pembentukan benda kerja melalui proses pengcoran (penuangan) berdasarkan ketentuan-ketentuan sebagaimana yang telah dibahas sebelumnya.
Pembuatan cetakan dirancang dengan mempertimbangkan besar dan tingkat kerumitan dari benda-benda tuangan yang direncanakan, cetakan harus dirancang sesederhana mungkin sehingga tidak menyulitkan dalam proses penuangannya dan bahan tuangan dapat dengan mudah terdistribusi keseluruh rongga yang merupakan bentuk dari benda kerja. Demikian pula dengan rancangan saluran-saluran tambahan, seperti saluran pengisap atau pengeluaran gas yang ditimbulkan oleh pemanasan dari logam cair (Molten metal) terhadap kelembaban cetakan atau karena terdapat udara yang terjebak didalam rongga cetakan, hal ini akan mengakibatkan keroposnya (porous) benda kerja hasil penuangan.

Langkah Pengeboran Benda Kerja

Pengeboran dilaksanakan berdasarkan kebutuhan pekerjaan. Untukpekerjaan yang presisi, awal pengeboran dimulai dengan senter bor. Selain itu untuk diameter lubang yang besar, pengeboran dilaksanakan secara bertahap, mulai dari diameter kecil hingga diameter besar.
Contoh:
Pengeboran diameter lubang 20 mm, pengeboran awal bisa dimulai dengan mata bor diameter 10 kemudian 15 dan terakhir 20 mm. Di samping pengeboran secara bertahap, penjepitan benda kerja untuk pengeboran lubang besar harus kuat. Bentuk benda kerja yang dibor tentunya bervariasi demikian pula dengan posisi lubang pada benda kerja. Berikut ini ilustrasi pengeboran serta penjepitan berbagai bentuk benda kerja yang mungkin dilakukan (Tabel 6).