SUHU PADA PENGERJAAN LOGAM

 artikel
loading...

Digolongkan dalam dua golongan :
•Panas adalah diformasi pada keadaan suhu dan regangan sedemikian sehingga proses pemulihan terjadi bersama proses diformasi.
•Dingin dilakukan pada keadaan dimana proses-proses pemulihan tidak efektif. 


Penentuan pengerjaan panas dan dinggin tidak terletak pada suhu diformasi karena suhu diformasi antara tiap bahan berbeda-beda.Dimana suhu benda tergantung pada :
•Suhu awal perkakas dan bahan
•Panas yang timbul akibat deformasi plastis
•Panas akibat gesekan permukaan
•Perpindahan panas dari bahan yang terdeformasi,cetakan,dan lingkungan sekeliling


Pengerjan panas
Meliputi proses deformasi yang dilaksanakan dibawah kondisi suhu dan laju regangan tertentu sehingga proses pemulihan terjadi bersama proses deformasi sehingga dapat dicapai regangan yang tinggi tanpa pengerasan regangan yang berarti.Kekurangan pada pengerjen panas adalahKarena pengerjaan panas sering dilakukan diudara bebas sehingga akan menimbulkan reaksi permukaan logam dan udara seperti oksidasi,dekarburasi,dll.
Batas suhu atas ditentukan oleh suhu terendah dimdnd laju rekrealitasi dapat mengimbangi pengerasan regangan pada saat logam berada pada suhu tersebut.Dan batas atas pengerjaan panas ditentukan pada suhu dimana terjadi oksidasi berlebih.Umumnya suhu pengerjan panas dibatasi hingga 1000F dibawah titik lebur.


Pengerjan dingin
Pada pengerjaan dingin logam kekerasan akan naik dan keuletan akan turun apabila pengerjaan dingin berlebihan logam akan patah sebelum mencapai bentuk.Untuk mencegah hal tersebut maka pengerjaan dingin dilakukan secara bertahap diselingi dengan proses pelunakan.


Pengerjan panas sedang
Adalah deformasi plastis logam pada suhu dibawah daerah suhu rekristalisasi tetapi diatas suhu ruangan.Dibandingkan dengan pengerasan panas keunggulannya terletak pada pengendalian dimensi yang lebih baik,kualitas permukaan yang bagus dan menghemat energi.




Author: 

No Responses

Comments are closed.