Skema Pengelasan Las TIG

 artikel, Fabrikasi
loading...

Pengelasan Tungsten Inert Gas (TIG) ini tidak menggunakan proses elektroda sekali habis (non consumable electrode), Temperatur yang dihasilkan dari proses pengelasan ini adalah 30.000 0 F atau 16.648 0 C dan fungsi gas pelindung adalah untuk menghidari terjadinya oksidasi udara luar terhadap cairan logam yang dilas, maka menggunakan gas Argon, helium murni atau campuran salah satu sifat dari gas ini adalah bukan merupakan bahan bakar, melainkan sebagai gas pelindung. Pengelasan Tungsten Inert Gas (TIG) merupakan pengelasan yang sangat tinggi qualitasnya,juga dapat meningkatkan:

  1. Kontrol yang sangat baik terhadap kemampuan adanya perubahan arus listrik dalam pengelasan
  2. Hasil pengelasan pada sambungan secara visual sangat baik
  3. Ujung elektroda terpusat pada bagian yang akan di las.

Screenshot_143

Pada las TIG, logam pengisi dimasukkan ke dalam daerah arus busur sehingga mencair dan terbawa ke logam induk. Tetapi untuk mengelas pelat yang sangat tipis kadang-kadang tidak diperlukan logam pengisi. Las TIG dapat dilaksanakan dengan tangan atau otomatis dengan mengotomatisasikan cara pengumpahan logam pengisi. Pengunaan las TIG mempunyai dua keuntungan, yaitu pertama kecepatan pengumpanan logam pengisi dapat diatur terlepas dari besarnya arus listrik sehingga penetrasi ke dalam logam induk dapat diatur semuanya.

Cara pengaturan ini memungkinkan las TIG dapat digunakan dengan memuaskan baik untuk pelat baja tipis maupun pelat yang tebal. Kedua adalah kualitas yang lebih baik dari darah las. Tetapi sebaliknya bila dibandingkan dengan las MIG, efisiensinya masih lebih rendah dan biaya operasinya masih lebih tinggi. Karena hal-hal di atas, maka las TIG biasa digunakan untuk mengelas bajabaja kualitas tinggi seperti baja tahan kara, baja tahan panas dan untuk mengelas logam-logam bukan baja.

Las TIG sangat banyak digunakan untuk mengelas pelat aluminium yang tipis atau bila diperlukan las dengan masukan panas yang rendah. Las TIG menggunakan elektroda yang tidak terlalu cair, jadi juga berarti bahwa arus listrik yang banyak digunakan tidak terlalu besar. Pada pengelasan logam dengan kapasitas panas yang berbeda dapat menimbulkan terjadinya penembusan yang tidak sempurna pada pada logam dengan kapasitas panas yang lebih besar. Perbedaan kapasitas panan ini dapat karena perbedaan tebal atau karena perbedaan luas. Dalam hal ini logam dengan kapasitas panas yang lebih tinngi harus diberi pemanasan mula atau mencampurkan gas He pada gas pelindung sehingga busur menjadi lebih terpusat.

Author: 

No Responses

Comments are closed.