Radiator Pressure Cap

 artikel, Fabrikasi
loading...

Radiator pressure cap

Fungsi Komponen sistem pendingin yang mungkin paling dilupakan adalah radiator cap (pressure cap). Pressure cap memiliki relief valve yang menjaga agar tekanan pada sistem pendingin tidak melebihi tekanan yang diinginkan. Pressure cap mempertahankan tekanan pada sistem pendingin. Dengan menaikkan tekanan sebesar 1 psi, titik didih air akan naik sebesar 1.8°C (3,25°F), yang memungkinkan air tidak mendidih pada suhu 212°F (100°C). Umumnya radiator cap memiliki relief valve yang sanggup menahan tekanan sistem pendingin bervariasi antara 48 -165 Kpa (7 – 24 psi). Ketika temperatur coolant naik maka tekanan sistem pendingin juga akan naik karena sistem menggunakan sistem tertutup.

Cara Kerja Radiator Cap

Didalam radiator cap terdapat pressure spring, pressure valve dan saluran ke resevoir . Pada saat tekanan mencapai nilai pembukaan relief valve maka air dan udara yang bertekanan akan dibuang atau ditampung bila engine menggunakan reservoir. Proses ini berlangsung untuk mencegah tekanan yang berlebihan pada sistem pendingin.

filler pipe

Vacuum valve pada radiator cap berfungsi untuk mencegah terjadinya kevakuman pada sistem pendingin, valve membuka ketika tekanan di sistem lebih rendah 1 Psi dibawah tekanan atmosfer dan membiarkan udara masuk ke dalam sistem atau coolant yang ditampung pada reservoir kembali masuk ke radiator. Vehicle menggunakan expansion tank (reservoir) yang dihubungkan dengan saluran ventilasi pada bagian kanan dari Gambar 27. Pada saat engine tidak dioperasikan dan sistem pendingin masih dingin maka coolant dari expansion tank akan mengalir ke dalam radiator melalui saluran yang ada pada radiator cap.

Level pengisian coolant harus mencapai level pada filler pipe. Jika sistem pendingin dilengkapi dengan coolant recovery system (expansion tank atau reservoir) untuk pengecekan level coolant dapat dilihat pada recovery container.

Author: 

No Responses

Comments are closed.