Proses Solder keras (Brazing)

 artikel, Fabrikasi
loading...

Solder keras dibagi dalam dua kelompok yakni : Brazing dan silver. Pembagian kelompok ini berdasarkan komposisi penyolderan, titik cair dan fluks yang digunakan

Proses Brazing di Industri

Proses Brazing di Industri

Proses penyolderan solder keras :

  1. Bahan yang akan disambung harus bersih.
  2. Sisi pelat yang akan disambung harus diberi jarak antara pelat satu dengan pelat sambungan sekitar 0,10 mm.
  3. Fluks yang digunakan harus dalam kondisi baik.
  4. Bahan yang akan disambung terlebih dahulu dipanaskan sampai merata sesuai dengan temperatur penyolderan. Pemansan bahan tidak dilakukan sampai mencair.
  5. Selanjutnya bahan tambah ujungnya dipanaskan, lalu dicelupkan pada fluks, sehinga fluks melekat pada bahan tambah.
  6. Setelah fluks melekat pada bahan tambah maka bahan tambah dicairkan pada daerah yang akan disambung dengan pembakaran solder. Pencairan bahan tambah dilakukan secara merata, sampai cairan bahan tambah masuk kecelah–celah sambungan

Berdasarkan cara pengadaan energi panasnya, penyolderan/ pematrian diabagi dalam tujuh kelompok yaitu:

  1. Patri busur, di mana panas dihasilkan dari busur listrik dengan elektroda karbon atau dengan elektroda wolfram
  2. Patri gas, dimana panas ditimbulkan karena adanya nyala api gas
  3. Patri solder, di mana gas dipindahkan dari solder besi atau tembaga yang dipanaskan
  4. Patri tanur, di mana tanur digunakan sebagai sumber panas
  5. Patri induksi, di mana panas dihasilkan karana induksi listrik frekuensi tinggi
  6. Patri resistensi, di mana panas dihasilkan karena resitensi listrik
  7. Patri celup, di mana logam yang disambung dicelupkan ke dalam logam patri cair.

Author: 

40 Responses

Comments are closed.