Proses pembuatan cetakan

 artikel
loading...
Proses pembentukan benda kerja dengan cara pengecoran atau penuangan ini dilakukan dengan terlebih dahulu membuat cetakan dan teras (tergantung bentuk benda kerja). Namun demikian sebagaimana dalam proses pembentukan benda kerja pada umumnya, pekerjaan awal dilakukan dengan terlebih dahulu mempelajari dimensional benda kerja sebagaimana tertuang didalam gambar kerja, yang akan memberikan informasi secara luas tentang kualitas dimensional produk yang dikehendaki. Pembentukan benda kerja melalui proses penuangan atau pengecoran ini sedikit berbeda dengan pembentukan benda kerja melalui proses panyayatan (chipping) yang kualitas mekanisnya telah dimiliki oleh bahan baku produk (raw material) itu sendiri, kendati dimungkinkan diperlukan penyempurnaan sifat mekaniknya seperti dengan proses perlakuan panas, namun gambar kerja memberikan informasi teknis mengenai kualitas akhir dari dimensi benda kerja tersebut, seperti
kekasaran pemukaan,Toleransi umum dan toleransi khusus, suaian dan lain-lain, tentu saja hal ini pun menjadi pertimbangan dalam pembentukan benda kerja melalui pengecoran terutama untuk memberikan tambahan ukuran (allowance) pada cetakan atau teras bilamana benda kerja mempersyaratkan pekerjaan lanjutan melalui Pemesinan (machining) pada bentuk akhirnya, untuk benda kerja yang dibentuk melalui proses penuangan sifat mekaniknya juga harus dianalisis termasuk juga jika diperlukan proses perlakuan panas. Jika telah dilakukan analisis sebagaimana disebutkan, selanjutnya adalah merumuskan langkah-langkah kerja untuk proses pembentukan benda kerja yakni pembentukan benda kerja melalui proses pengcoran (penuangan) berdasarkan ketentuan-ketentuan sebagaimana yang telah dibahas sebelumnya.
Pembuatan cetakan dirancang dengan mempertimbangkan besar dan tingkat kerumitan dari benda-benda tuangan yang direncanakan, cetakan harus dirancang sesederhana mungkin sehingga tidak menyulitkan dalam proses penuangannya dan bahan tuangan dapat dengan mudah terdistribusi keseluruh rongga yang merupakan bentuk dari benda kerja. Demikian pula dengan rancangan saluran-saluran tambahan, seperti saluran pengisap atau pengeluaran gas yang ditimbulkan oleh pemanasan dari logam cair (Molten metal) terhadap kelembaban cetakan atau karena terdapat udara yang terjebak didalam rongga cetakan, hal ini akan mengakibatkan keroposnya (porous) benda kerja hasil penuangan.

Author: 

No Responses

Comments are closed.