Proses Pembentukan secara dingin (Cold Working)

 artikel
loading...

Proses pembentukan secara dingin adalah proses pembentukan secara plastis terhadap logam atau paduan yang dilakukan dibawah temperatur rekritalisasi. Proses pembentukan dingin ini disamping untuk memperbaiki kwalitas hasil dan ketelitian dari ukuran, proses ini khusus digunakan untuk beberapa operasi yang tidak dapat dikerjakan secara panas, terutama pengerjaan “drawing” , karena ductilitynya biasanya akan berkurang pada suhu yang tinggi sehingga tegangan tariknya berkurang, maka dari itu bahan dengan mudah akan lebih cepat putus . Jadi malliabilitinya meningkat dengan naiknya suhu, akan tetapi ductilitynya umumnya berkurang. Adapun pembentukan baja dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu misalnya dengan pengerollan (Rolling), tempa (Forging), penekanan (Extruding), penarikan (Drawing), dan pembengkokan (Bending).

Screenshot_211

Proses Bending

  • Pengerollan (Rolling).
    Dalam prinsipnya pengerolan itu adalah gabungan dari dua buah roll yang diataranya untuk merubah bentuk dari baja sesuai dengan yang diinginkan.
  • Tempa (Forging).
    Tempa dapat dilakukan dengan menumbuk atau menekan benda kerja ke lubang cetakan yang akan diberi bentuk sesuai dengan bentuk cetakannya.
  • Penekanan (Extruding).
    Penekana bisa dilaksanakan secara pengerjaan panas atau pengerjaan dingin . Logam-logam yang dapat dikerjakan melalui proses ini yaitu : timah, tembaga, aluminium, magnesium, dan logam-logam paduannya.
  • Penarikan (Drawing).
    Penarikan adalah proses pengerjaan dingin yang khas, karena dibutuhkan ductility dari bahan yang akan ditarik. Batangan kawat dihasilkan dengan tarikan melalui cetakan.
  • Pembengkokan (Bending).
    Pembengkokan merupakan proses pembentukan secara pengerjaan dingin yang menyebabkan perubahan plastis dari logam disekitar garis sumbunya.

Author: 

No Responses

Comments are closed.