Proses Bassemer

 artikel
loading...

Konvertor Bassemer didapatkan pada tahun 1855 oleh Henry Bessemer seorang bangsa Inggris. Konvertor ini pada bagian sebelah dalamnya dilapisi dengan batu tahan api yang terbuatdari kwarsa (SiO2) dan bersifat asam. Jenis konvertor ini hanya dapat mengolah besi kasar dengan kadar P maksimum 0,80%. Tetapi kadar C = 3,5 – 4%, kadar Si = 1,5 – 2,5%, Mn = 4 –5 %, S = 0,05%. Jadi merupakan besi kasar kelabu. Kadar P harus rendah mengingat (P) tidak dapat dihilangkan dalam proses ini. Selain itu (P) dapat merusak lapisan konvertor yang bersifat asam.

Besi kasar cair dari alat pencampuran yang diisikan 1/7 dari bagiannya, isi konvertor maksimum adalah 15 – 30 ton. Pada alat bejana terdapat lubang-lubang saluran udara dengan ukuran lebih kurang berdiameter 12 – 20 mm yang dihubungkan dengan ruang udara.

Screenshot_148

Bejana ini dapat diputar melalui 2 titik tumpuan poros. Pada poros tumpuan yang satu dilengkapi dengan roda gigi dan poros tumpuan yang lain terdapat pipa saluran udara. Sebagai bahan pemanas konvertor ini adalah udara panas. Prinsip dari proses Bessemer adalah untuk memperkecil kadar C. Oleh udara panas Si dan Mn yang ter-kandung dalam besi kasar dapat terbakar, juga zat arang (C) diperkecil dengan timbulnya CO2 yang dinyatakan dengan nyala api. Lapisan batu tahan api yang bersifat asam dapat memper-cepat terjadinya proses dalam besi kasar cair dan proses ini tidak berlaku untuk besi kasar yang mengandung fosfor. Besi atau baja yang diperoleh dari proses Bessemer ini, dikerjakan dengan mesin-mesin walls untuk dijadikan pelat baja.

Author: 

No Responses

Comments are closed.