Persamaan Umum Kerja Ideal

 artikel, Fabrikasi
loading...

Di antara teori klasik untuk analisis proses pembentukan logam, Teori Kerja Ideal, sebagaimana telah disinggung dalam Bab sebelumnya, termasuk metode analisis paling sederhana yang dilakukan dengan menggunakan prinsip-prinsip kesetimbangan energi atau kerja. Prinsip dasar dari teori ini adalah bahwa kerja eksternal yang dilakukan pada proses pembentukan logam adalah sama dengan jumlah konsumsi energi untuk aliran logam dan deformasi plastis.

Beberapa asumsi diperlukan untuk menyederhanakan masalah, sehingga suatu proses pembentukan logam dapat dianalisis. Asumsi-asumsi penting yang digunakan adalah bahwa:

  1. Kerja eksternal yang diperlukan sama dengan kerja internal untuk deformasi plastis.
  2. Pengaruh friksi dapat diabaikan.
  3. Deformasi tak homogen dianggap tidak terjadi.

Berdasarkan asumsi tersebut di atas, maka proses pembentukan logam dapat dianggap sebagai suatu proses ideal, di mana perubahan bentuk yang diinginkan dapat dihasilkan melalui proses deformasi plastis homogen, seperti yang misalnya terjadi pada proses ekstrusi dan penarikan yang aksi-simetris.

Gambar dibawah memperlihatkan persamaan umum untuk kerja ideal yang diturunkan dari persamaan dasar kerja, yaitu gaya dikalikan perpindahan, dW = F.ds, dengan memasukkan nilai tegangan efektif dan regangan efektif dari suatu batang silinder logam dengan luas penampang awal A0 dideformasi menjadi batang silinder dengan penampang yang lebih akhir A1 yang lebih kecil.

Persamaan Umum Kerja Ideal

Persamaan tersebut dapat digunakan untuk berbagai jenis material logam dengan perilaku mekanik. Salah satu persamaan konsitutif yang sering digunakan untuk menggambarkan perilaku mekanik dari material plastis adalah persamaan Hollomon atau power law hardening. Persamaan-persamaan lain dapat dilihat pada Tabel berikut

Contoh Persamaan Konsitutif Untuk Material Plastis

Contoh Persamaan Konsitutif Untuk Material Plastis

Author: 

No Responses

Comments are closed.