Perbedaan selang oksigen dengan selang asetilen

 artikel, Fabrikasi
loading...

Selang gas digunakan untuk penyaluran gas dari silinder/- botol atau generator melalui regulator ke pembakar (brander las). Selang ini dibuat dari bahan karet yang berlapis-lapis. Setiap lapisan ditenun dan dipasang berlainan misalnya dari bahan serat, nilon, kapas, lenen dan sebagainya. Pada bagian dalam di buat karet yang bermutu tinggi, tahan panas dan tekanan. Sedangkan pada bagian luar dibuat dari karet bercampur belerang (vulcanized rubber) dan diberi warna. Kadangkadang pada karet lapisan luar, juga dilapisi dengan lenen atau asbes guna menghindari kerusakan. Selang gas harus bersifat lemas (elastis), tahan panas dan tahan terhadap tekanan. Untuk selang asetilen harus dapat menahan tekanan sampai 10 kg/cm2 dan untuk selang oksigen harus dapat menahan tekanan dengan 20 kg/cm2. Ukuran selang bermacam-macam yang ditentukan oleh diameter dalamnya. Ada yang dibuat berukuran 5,5; 9,5 dan 13 mm.

Screenshot_240

Perbedaan selang oksigen dan asetilen

Selang tidak dibolehkan untuk dipakai secara bergantian, misalnya mula-mula digunakan untuk menyalurkan satu jenis gas dan kemudian jenis gas lainnya. Apabila oksigen disalurkan melalui selang yang sebelumnya bekas digunakan untuk mengaliri asetilen, maka akan dapat menyebabkan terbentuknya suatu campuran yang mudah terbakar akibat sisa-sisa bekas asetilen yang masih tertinggal. Untuk menghindari terjadinya hal ini, maka selang oksigen dan asetilen dibuat berbeda satu sama lainnya.

Author: 

No Responses

Comments are closed.