Pengerjaan panas pada baja paduan

 artikel, Fabrikasi
loading...

Pengerjaan panas baja karbon untuk memperoleh baja paduan yang baik dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut

A. Penyepuhan baja
Baja karbon yang disepuh menimbulkan butiranbutiran sebagai hasil pemanasan yang lama selama proses karburasi. Apabila dalam pemakaian
men-dapat tekanan atau beban yang tinggi pada per-mukaannya, maka intinya harus dimurni-kan untuk mencegah lapisan pembungkus terkelupas dan memberikan kekuatan yang baik pada penampang melintang. Penambahan nikel ternyata  diperlukan untuk memurnikan dengan cara perlakuan panas dan perubahan bentuk diperkecil, apabila jumlah nikel sedikit lebih tinggi dapat dilakukan pendinginan dengan minyak. Jika komponen yang tebal harus mempunyai inti yang kekuatannya seragam maka perlu ditambahkan kromium untuk menghilangkan pengaruh yang menyeluruh, tetapi unsur kromium tidak digunakan sendiri harus digunakan bersama nikel untuk mencegah terjadinya pertumbuhan butirbutir baru.

B. Penyepuhan baja nikel
Baja nikel yang disepuh mengandung 0,12%C, 3% Ni, dan 0,45% Mn dimana pada baja ini mengandung unsur karbon yang rendah sehingga menyebabkan intinya tidak bereaksi terhadap proses pengerasan yang langsung. Nikel dapat mencegah terjadinya pertumbuhan butiran-butiran baru selama proses karburasi, apabila peralatan yang berukuran kecil dibuat dari baja, maka proses pemurnian kemungkinan diabaikan dan pendinginan baja dilakukan di dalam air. Baja nikel yang disepuh mengandung 0,12%C, 5% Ni, dan 0,45% Mn, baja ini hampir sama dengan baja yang disepuh yang mengandung 3% Ni. Kandungan nikel yang sedikit lebih tinggi memungkinkan untuk didinginkan dengan minyak dan membuatnya lebih sesuai untuk dibuat roda gigi dan alat berat.

Author: 

No Responses

Comments are closed.