Pengendalian struktur selama pendinginan

 artikel, Fabrikasi
loading...

Pada dasarnya besi tuang ataupun baja memiliki perilaku yang sama dimana apabila dipanaskan diatas temperatur kritis struturnya akan berubah kedalam sebuah bentuk struktur tertentu tergantung kecepatan pendinginannya. Proses pemadatan (solidification) pada besi tuang secara langsung akan memiliki struktur austenite dan cementite, dimana proses pemadatan terjadi melalui pendinginan lambat hingga mencapai temperatur ruangan. Austenite memecah diri ke dalam bentuk pearlite yakni lapisan ferrite dan cementite, sedangkan cementite memecah diri menjadi graphite dan pearlite.

Diagram keseimbangan besi – karbon (FeC)

Diagram keseimbangan besi – karbon (FeC)

Jika proses pendinginan diberikan cukup cepat maka cukup untuk mencegah terbentuknya cementite, dan akan diperoleh struktur putih. pembentukan struktur tuangan putih ini juga tergantung pada rentang pendinginan (cooling rate) dimana juga tergantung pada tebal atau tipisnya benda tuangan itu sendiri, jika benda tuangan tersebut tipis maka akan diperoleh struktur putih, namun sebaliknya jika lebih tebal akan diperoleh struktur kelabu, dimana bagian yang tebal akan lebih lambat proses pendinginannya dibanding dengan yang tipis. pada dasarnya kecepatan pendinginan ini dapat kita atur sesuai dengan kebutuhan sifat akhir dari produk tuangan yang kita kehendaki, Namun pada benda-benda yang rumit dimana ketebalan bervariasi maka diperlukan metoda agar proses pendinginan dapat merata kendati pada ketebalan yang berbeda-beda. Untuk itu maka dibagian lain dimana memiliki ukuran ketebalan yang lebih besar harus ditempatkan suatu bahan yang membantu penyerapan panas (ironchill)

Struktur besi tuang ini dapat juga dikendalikan dengan cara pengendalian komposisi kimia dari bahan tuangan tersebut, misalnya meningkatkan grafitisasi melalui penambahan unsur Silikon namun secara kuantitas bagian-bagian benda yang tipis akan menjadi kelabu. Sulfur akan meningkatkan kekerasan pada besi tuang dimana akan memicu pemadatan dalam bentuk besi tuang putih. Untuk benda-benda tuangan yang memiliki bentuk yang rumit dengan bagian bagian yang tipis penambahan unsur Phosphor hingga 1 % akan mengakibatkan besi lebih cepat cair, maka elemen benda tuangan tidak mencapai tegangan yang diharapkan dimana bahan akan menjadi rapuh (britle).

Author: 

No Responses

Comments are closed.