Pemotongan dengan Gas Oksigen

 artikel, Fabrikasi
loading...

Cara-cara pemotongan panas yang banyak digunakan pada waktu ini adalah pemotongan panas dengan gas oksigen. Pemotongan ini terjadi karena adanya reaksi antara oksigen dan baja. Pada permulaan pemotongan, baja dipanaskan lebih dulu dengan api oksi-asetilen sampai mencapai suhu antara 800 sampai 900°C. Kemudian gas oksigen tekanan tinggi atau gas pemotong disemburkan kebagian yang telah dipanaskan tersebut dan terjadilah proses pembakaran yang membentuk oksida besi. Karena titik cair oksida besi lebih rendah dari baja, maka oksida tersebut mencair dan terhembus oleh gas pemotong. Maka dengan demikian terjadilah proses pemotongan.

Proses pembakaran yang terjadi selama pemotongan diperkirakan mengikuti reaksi sebagai berikut:

Fe + ½ O2 —> FeO + 64,0 Kcal
2Fe + 1½ O2 —>Fe2O2 + 190,7 Kcal
3Fe + 2 O2 —>Fe3O4 + 266,9 Kcal

Reaksi di atas menunjukan bahwa selama pemotongan dihasilkan panas, sehingga proses pemotongan ini dapat berlangsung terus dengan hanya menyemburkan oksigen saja. Tetapi dalam praktik ternyata bahwa pemanasan masih tetap digunakan.

Screenshot_56

Penampang memanjang garis potong pada pemotongan dengan Oksigen

Skema pemotongan dengan gas ditunjukan dalam Gambar diatas, dimana dapat dilihat gas oksigen bertekanan tinggi atau gas pemotong disemburkan melalui lubang tengah sedangkan gas oksi-asetilen untuk pemanas dialirkan melalui lubang-lubang kecil yang mengelilinginya.

Author: 

No Responses

Comments are closed.