Pembelajaran Konstruktivisme

 Pendidikan
loading...

Belajar adalah perubahan berkaitan dengan pengaturan prilaku peserta didik atau kemampuan dalam rentang waktu tertentu dari suatu periode. Perubahan prilaku sebagai hasil belajar sering disebut dengan bukti belajar atau learning exhibits yang merupakan akibat proses interaksi antara peserta didik dengan guru, dan dengan peserta didik lainnya maupun dengan lingkungan serta objek yang dipelajarinya. Perubahan kemampuan atau prilaku (behavior) sebagai hasil belajar sesuai dengan yang diharapkan, tentu tidak dapat terjadi begitu saja, tetapi diperlukan perancangan pengalaman belajar yang disengaja dan sistematis, yang memungkinkan perubahan prilaku dalam perkembangan berfikir peserta didik mencapai gradasi perkembangan sesuai dengan yang ditetapkan dalam tujuan pembelajaran. Untuk itu guru sebagai perancang pembelajaran memegang peranan strategis dalam mengantarkan peserta didik melalui pengalaman belajar yang dirancangnya mencapai gradasi kemampuan tertentu.

pembelajaran-konstruktivisme

Untuk merancang pengalaman belajar peserta didik pada kurikulum 2013 atau juga sering diistilahkan dengan Kurnas, anda diajak terlebih dahulu mengingat kembali salah satu pendekatan pembelajaran yang digunakan yakni pembelajaran berpendekatan konstruksivisme.

Pembelajaran pendekatan konstruktivisme yang dimaksud adalah pembelajaran yang menjadikanseseorang secara aktif membangun pengetahuan dan pemahaman dengan mensintesiskan pengetahuan yang telah dimilikinya menjadi pengetahuan baru. Pendekatan pembelajaran konstruktivisme ini ,sesuai denganteori kerja Jean Piaget dalam Alan Pritchard (2010 : 5 ) “ his work led to the expansion of understanding of child development and learning as a proces of construction that has underpinned much of the theory relating to social constructivism”.Berdasarkan teori belajar konstruktivisme, pembelajaran berupaya membelajarkan peserta didik untuk mengkonstruksi pemahaman mereka dari dunia sekelilingnya berdasarkan pengalaman, dimana mereka hidup dan tumbuh. Mereka selanjutnya memilih dan mentransformasi informasi dari pengetahuan yang lalu.Saat inijuga pengalaman menjadi pengetahuan dan pemahaman peserta didikyang baru. Pada tabel 1 di bawah ini dapat dilihat perbandingan antara kognitivisme dan konstruksivisme menurut Anne Jordan; Orison Carlile dan Annetta Stack pada Approaches to learning (2008:55). Tabel 2. 1 Perbandingan antara Kognit

Author: 

No Responses

Comments are closed.