Pemasangan Batu Gerinda

 artikel
loading...

Pemasangan batu gerinda ada yang langsung dan tak langsung. Biasanya pemasangan langsung ada pada mesin gerinda meja dan yang tak langsung pada mesin gerinda presisi. Maksud tak langsung di sini bahwa batu gerinda pemasangannya melalui collet batu gerinda dan selama batu gerinda ini masih dipakai tidak boleh dilepas kecuali akan diganti atau diperiksa kembali kesetimbangannya. Pada pemasangan batu gerinda baik langsung atau tak langsung harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut.

  1. Yakinkan kertas pelapis masih melekat seluruhnya dengan rata pada kedua sisinya.
  2. Periksa sekeliling batu gerinda, apakah ia tidak bertatal, tidak cacat, dan bebas dari oli atau gemuk.
  3. Yakinkan bahwa lubang batu gerinda tidak rusak. Hilangkan noda-noda atau bagian yang kasar menggunakan sekrap tangan.
  4. Pengepasan sumbu batu gerinda diusahakan masuk dengan pas pada lubang batu gerinda, tidak longgar ataupun dipaksakan. Dengan kata lain lubang batu gerinda harus bisa masuk pada pasangannya dengan pas tanpa kelonggaran.
  5. Kondisi permukaan seluruh permukaan ring pelapis, flens dan batu gerinda harus benar-benar rapat, serta tidak terhalang oleh tatal atau benda-benda lain.
  6. Bus selongsong pada lubang gerinda harus ada, bentuk dan ukurannya tidak boleh berubah, misalnya lonjong atau melebar.
  7. Ring pelapis harus rata menempel pada permukaan batu gerinda. Ukuran diameter ring pelapis tidak boleh terlalu kecil daripada ukuran diameter flensnya. Apabila ring pelapis terbuat dari kertas maka tebalnya tidak boleh lebih dari 0.5 mm, dan jika terbuat dari kulit tidak boleh lebih dari 3,2 mm.
  8. Diameter flens tidak boleh kurang dari 1/3 diameter batu gerinda. Bentuk flens harus mempunyai pembebas. Dan, diameter lubangnya harus cocok dengan poros mesin gerinda.
  9. Ulir spindel, baik mesin gerinda presisi atau tangan, putaran ulir harus mempunyai arah yang berlawanan dengan arah putaran sumbu mesin.
  10. Mengeraskan mur/baut. Meskipun baut yang dikeraskan hanya bersinggungan dan menekan flens tidak langsung pada as batu gerinda, namun pengerasan tetap harus dilakukan secara hati-hati dan dijaga agar jangan sampai membuat cacat batu gerinda. Sedangkan pengikatannya harus cukup kuat, tidak kendor, dan tidak terlalu keras.

Author: 

No Responses

Comments are closed.