Pelumasan (secara umum)

Pada proses manufaktur,permukaan antara peralatan(tools),cetakan(dies) dan benda kerja biasanya mengalami berbagai macam keadaan.Secara garis besar antara lain:

  1. Tekanan kontak,bervariasi mulai dari tekanan pada kondisi elastic hingga beberapa kali lipat tegangan luluh benda kerja.
  2. Kecepatan relative,berfareasi mulai dari yang sangat lambat hingga sangat cepat
  3. suhu proses,dapat berfareasi mulai dari sama dengan suhu ruangan hingga mendekati suhu leleh.


Jika dua permukaan saling berhadapan pada kondisi seperti diatas,tanpa lapisan pelindung pada antar mukanya,gesekan dan keausan akan menjadi sangat tinggi.Untuk mengurangi gesekan dan keausan,permukaan permukaan tersebut harus dijaga agar terdapat jarak diantaranya.Hal ini biasanya dilakukan dengan pelumasan pengerjaan logam,yang dapat berupa benda padat,semi padat atau cair. Pelumasan pada pengerjaan logam baik cair atau padat tidak terbatas pada sifat-sifat fisik tertentu saja,melaikan juga sifat-sifat kimianya yang dapat bereaksi permukaan peralatan,cetakan dan benda kerja dan mengubah sifat-sifat reaksinya.
Jenis-jenis pelumasan

Terdapat empat jenis mekanisme pelumasan yaitu:

  1. Lapisan film tebal:permukaan-permukaan seluruhnya dipisahkan oleh lapisan fluida yang tebalnya lebih besar satu orde daripada besaranya kekasaran permukaan.jadi tidak ada kontak logam diantra permukaan.
  2. Lapisan film tipis: permukaan saling sedikit bergesekan karena lapisan fluida lebih tipis.pada kondisi ini terjadi sedikit gesekan dan keausan.
  3. Pelumasan campuran: pada kondisi ini,sebagian besar beban ditahan oleh kontak antar loga dan sisanya beban ditahan oleh lapisan film fluida yang terdapat pada kantong-kantong permukaan logam.
  4. Pelumasan lapis batas: disini beban ditumpu oleh kontak antar permukaan yang ditutupi oleh lapisan batas.

Dasar roda gigi transmisi

  • Transmisi daya ( Power transmission) 
    Transmisi daya adalah upaya untuk menyalurkan/memindahkan daya dari sumber daya (motor diesel,bensin,turbin gas, motor listrik dll) ke mesin yang membutuhkan daya ( mesin bubut, pumpa, kompresor, mesin produksi dll).
    Ada dua klasifikasi pada transmisi daya :
    • Transmisi daya dengan gesekan ( transmission of friction) :
      • Direct transmission: roda gesek dll.
      • Indirect transmission : belt (ban mesin) 
    • Transmisi dengan gerigi ( transmission of mesh) :
      • Direct transmission : gear 
      • Indirect transmission : rantai, timing belt dll. 
  • Jenis Profil gigi pada roda gigi :
    • Profil gigi sikloida ( Cycloide)
      struktur gigi melengkung cembung dan cekung mengikuti pola sikloida .
      Jenis gigi ini cukup baik karena presisi dan ketelitiannya baik , dapat meneruskan daya lebih besar dari jenis yang sepadan, juga keausannya dapat lebih lama. Tetapi mempunyai kerugian, diantaranya pembuatanya lebih sulit dan pemasangannya harus lebih teliti ( tidak dapat digunakan sebagai roda gigi pengganti/change wheel), dan harga lebih mahal .
    • Profil gigi evolvente 
      struktur gigi ini berbentuk melengkung cembung, mengikuti pola evolvente.
      Jenis gigi ini struktur cukup sederhana, cara pembuatanya lebih mudah, tidak sangat presisi dan maupun teliti, harga dapat lebih murah , baik ekali digunakan untuk roda gigi ganti. Jenis profil gigi evolvente dipakai sebagai profil gigi standard untuk semua keperluan transmisi.
    • Profil gigi khusus 
      misalnya; bentuk busur lingkaran dan miring digunakan untuk transmisi daya yang besar dan khusus ( tidak dibicarakan) 
  • Bentuk Gigi :
    • Gigi lurus ( spur gear)

      bentuk gigi ini lurus dan paralel dengan sumbu roda gigi

    • Gigi miring ( helical gear)

          bentuk gigi ini menyilang miring terhadah sumbu roda gigi

    • Gigi panah ( double helical / herring bone gear)

          bentuk gigi berupa panah atau miring degan kemiringa berlawanan

    • Gigi melengkung/bengkok (curved/spherical gear ) 

          bentuk gigi melengkung mengikuti pola tertentu ( lingkaran/ellips) 

  • Kerjasama roda gigi :
    • Sumbu rodagigi sejajar/paralel:

          Dapat berupa kerjasama rodagigi lurus, miring atau spherical 

    • Sumbu rodagigi tegak lurus berpotongan :

      Dapat berupa roda gigi trapesium/payung/ bevel dengan profil lurus(radial), miring(helical) atau melengkung(spherical) 

    • Sumbu rodagigi menyilang tegak lurus :

      Dapat berupa rodagigi cacing(worm), globoida, cavex, hypoid, spiroid atau roda gigi miring atau melengkung. 

    • Sumbu rodagigi menyilang :


          Dapat berupa rodagigi skrup(screw/helical) atau spherical. 

    • Sumbu roda gigi berpotongan tidak tegak lurus :

          Dapat berupa roda gigi payung/trapesium atau helical dll

  • Syarat dua roda gigi bekerja-sama:
    Beberapa hal yang cukup penting pada kerjasama roda gigi , apabila dua roda gigi atau lebih bekerja sama maka :
    • Profil gigi harus sama ( spur atau helical dll)
    • Modul gigi harus sama ( modul gigi adalah salah satu dimensi khusus roda gigi)
    • Sudut tekanan harus sama ( sudut perpin dahan daya antar gigi) 
    Modul gigi adalah besaran/dimensi roda gigi, yang dapat menyatakan besar dan kecilnya gigi Bilangan modul biasanya bilangan utuh, kecuali untuk gigi yang kecil. (Bilangan yang ditulis tak berdimensi, walaupun dalam arti yang sesungguhnya dalam satuan mm )
    Sudut tekanan adalah sudut yang dibentuk antara garis singgung dua roda gigi dan garis perpindahan gaya antar dua gigi yang bekerja sama.




Dedusting




Pengertian
Dengan debu gas yang dihisap dari dapur listrik (electric are furnace), pada saat peleburan baja yang mana debu gas tersebut masih cukuplah tinggi temperaturnya 500 derajat celcius.Dengan melalui system pipa circulation-pendinginan yang berupa cerobong besar berdiameter 1918 mm dan terdiri dari pipa pendingin yag kecil-kecil denagn diameter 13/4 inch yang membetuk lingkaran sebanyak 82 buah pipa.
Cerobong besar terdiri dari pipa kecil tersebut mempunyai 8 section dan setiap section tidak sama tinggi dan panjangnya, maka terpasang menjadi satu komponen dengan panjang ketinggian 43.750 mm dari daur listrik (electric arc furnace).
Pengisapan debu gasnya sendiri melalui motor ID-FAN yang menggerakan impeller sehingga debu gas terbawa sampai temperature yang di inginkan minimal 40 derajat celcius sampai 50 derajat celcius dengan melalui tahapan-tahapan alat penunjang deduting

Alat-alat penunjang dedusting

1.Moveable sleeve
Alat yang dapat mengerakan duct atau cerobong-cerobong pipa besar yang bisa digerakan oleh pneumatic cylinder untuk mengatur udara masuk dari luar yang berguna mengurai temperatur.Pada saat furnace operasi yang tidak boleh melebihi temperature 120 derajat celcius, apabila melebihi dari temperature terebut maka dilution air flap akan membuak udara bantu dari luar untuk mendinginkan temperatur.

2.Chute dan sliding gate
Digunakan untuk menampung debu yang lebih kasar pada waktu dapur listrik (EAF) operasi atau melebur baja cair.Maka debu yang kasar dan berat tidak terhisap langsung oleh ID FAN yang digerakan oleh motor yang menghubugkan ke shaf impeller.Maka kotoran debu yang lebih berat akan jatuh kedalam chute penampungan.Dan kalau tidak ada chute penampungan debu kotoran akan menggupal dan mengerakan pada tikungan ( elbow).
Untuk sliding gatenya sendiri gunanya untuk membuka dan menutup yang digerakan oleh pneumatic cylinder yang dilengkapi proximity electric dengan langkah yang bisa di atur.

3.DEC – Damper
Alat ini berfungsi untu mengatur membuka dan menutup tak ubahnya seperti gerak kaca nako yang digerakan oleh electric actuating drive, bisa secara manual atau secara automatic arc furnace operasi.sehingga debu gas yang masuk atau yag dihisap oleh motor ID-Fan yang dihubungkan dengan impeller dapat sedikit atau banyak debu yang masuk.

4.Dilution air flap
Alat ini berfungi apabila temperatur pada saat peleburan melebihi 120 derajat celcius, maka dilution air flap akan bekerja dipasang alat sensor temperature dengan memakai alat penggerak electric actualting drive membuka 100 %, maka udara bantu dari luar masuk melalui flap.
Apabila temperaturnya sudah normal kembali di bawah 120 derajat celcius, maka dilution air flap kan menutup kembali secara automatic.

5.Canopy
Canopy ialah suatu cerobong pipa besar (duct),yang berfungi untuk mengisap debu yang bertebangan keatas pada saat furnace operasi dengan diameter pipa 3.800 mm.
Canopy tersebut dilengkapi dengan DEC-Damper yang bisa membuka dan menutup secara automatic yang digerakan oleh electric actuating drive.
Untuk penghisap debu itu sendiri mempergunakan ID-FAN sebagai alat transfer, pada waktu furnace akan operasi diisi scrap dahulu sebelumnya roof ( tutup furnace ) dibuka dan harus naik bersama-sama electoda yang digerakan hydraulic dan bisa di operasikan swing atau bergerak kesamping
Scrap sendiri dimasukan bucket penampung,lalu dijatuhkan secara berlahan-lahan kedalam dapur listrik (electric arc furnace ) maka terjadi debu gas yang panas naik keatas atau bertebrangan disitulah canopy sebagai alat penyalur untuk masuknya debu.

6.Mixing champer
Suatu ruangan besar untuk penampung debu yang kasar dari ke 2 furnace pada saat operasi.Didalam mixing champer sendiri terpasang kisi-kisi plate yang berbentuk radius yang memanjang berguna untuk menahan debu kasar yang kasar yang jatuh agar jangan mengenai langsung dan plate dindingpun tidak cepat aus.
Masuknya debu ke mixing champer karena adanya ID-FAN yang selalu operasi langsung menghisap debu setiap furnace dioperasikan.Debu-debu yang kasar tadi jatuh ke screw conveyor yang siap untuk ditrasfer kea lat penunjang berikutnya.
Namun untuk debu yang halusnya langsung ke baghouse filter dan disitulah terjadi pemisahan debu dengan gas.

7.Screw conveyor
Alat pembawa debu yang digerakan oleh motor yang dihubungkan ke gear box meneruskan putaran torgue dari proses yang lain dengan merubah jumlah putaran.
Fungsi dan bentuk screw conveyor sendiri adalah berbentuk spiral yang memanjang untuk menarik debu yang akan di transfer dan dikeluarkan melalui lubang segi empat paling ujung bagian bawah

8.Rotary valve
Alat yang dapat berputar yang digerakan oleh suatu motor yang dihubungkan kegear-box meneruskan putaran torque dari poros ke poros lain dengan merubah jumlah putaran dari tinggi ke putaran rendah atau mengurai putaran.
Fungsi dan bentuk dari rotary valve sendiri ialah berbentuk bilah-bilah atau sudu-sudu dan tak ubahnya seperti buah blimbing.Hanya pada rotary valve berbentuk bilah atau sudu Dengan masuknya debu ke bilah-bilah melalui lubang empat persegi panjang dari bagian atas, lalu keluar melalui lubang empat persegi panjang bagian atas.

9.Draglink converor
Fungsi draglink ialah untuk membawa debu dari seluruh kamar yang dibawa masing-masing screw conveyor, kemudian diteruskan ke rotary valve lalu jatuh ke draglink conveyor.
Dranglink convery sendiri digerakan oleh gear motor yang menghubungkan shaft sprocket dan roda gigi untuk motor dengan memakai rantai sebagai penerus yang menjadi satu unit component untuk bisa di gerakan.

10.Maintenance unit
Maintenance unit dengan auomatic drain dipasang pada bagian atas rumah filter dan pressure gange (manometer) harus menunjukan tekanan operasi dengan arah dari pada aliran udara pada filter unit.
Setiap maintenance unit dilengkapi dengan sebuah check valve, check valeve ini dipasang pada bagian depan maintenance.Bila compressed air lembab maka maintenance unti ini akan memisahkan kandungan air sehingga udara yang digunakan tetap kering

11.Diaphragma valve
System diaphragma yang terpasang hampir seluruhnya dipergunakan difilter untuk pembersih dan menjatuhkan debu dari dinding filter yang mempergunakan udara sebagai udara tekan yang cara kerjanya memakai system electric control.
Cara kerja diaphragma ialah untuk membuka valve yang dipasang pada satu unit control electronic yang mana coil harus bekerja dan magnetic core yang diluarnya akan tertarik kedalam melalui lubang pembuka, sehingga udara tekan akan keluar melalui ruangan pipa lubang pembuka.Karena udara tidak dapat keluar melalui lubang secepat lubang pembuka, maka ruangan tersebut menjadi kehilangan tekanan, sehingga diaphragm menjadi terangkat atau terbuka.Bila power untuk coil dan core diputus maka lubang akan tertutup.Dengan melalui lubang saluran maka udara tekan akan memenuhi ruangan dan menekan diaphragma duduk pada tempatnya.


12.Pneumatic cylinder
Langkah kerjanya hanya satu arah maju dan mundur bias diposisikan dimana saja yang kita inginkan, sesuai dengan benda yang akan di pasang ada hubunganya dengan pneumatic cylinder.

13.Bucket elevator
Cara kerja debu masuk pada chute bagian bawah dari ke 3 arah pertama dari mixing chamber ke 2 dari baghouse filter yang terkumpul di bak penampung ( dust collecting hopper).
Ke 3 dari continuous peeding system 2 yang berupa debu sponge dan batu kapur, disitulah debu terkumpul menjadi satu.Kemudian dibawa keatas melalui mangkok-mangkok belt elevator dengan memakai baut tersebut diatas, maka debu akan jatuh pada chute saluran atas yang menuju ke silo.

14.Silo
Silo ialah tempat penampungan debu dari ke 2 furnace plus continous feeding system 2.Untuk penampungan debu ke silo melalui beberapa tahapan.
1)Dari mixing champer debu yang kasar
2)Dari baghouse filter, debu halus yang sudah terpisah dengan gas
3)Dari continous feeding system 2 yaitu debu sponge dan batu kapur

Dari ke tiga semuanya ini dibawa melalui screw conveyor yang menjadi satu saluran yaitu ke chute.Kemudian masuk kebagian bawah elevator dan di angkut ke atas melalui bucket (mangkok) yang berupa sudu-sudu yang menempel pada belt elevator yang dibuat menjadi satu dan digerakan oleh motor gear box dan akhirnya debu dimasukan kedalam silo yang siap untuk dibuka ke truck.Untuk pembuanganya deu ke truc juga elalui chute silo di bagian bawah yang dilengkapi dengan slide gate sewaktu-watu dapat diblocking untuk perbaikan yang lainnya.
Diantaranya rotary valev ,motor lift dan loading chute dari rotary valve tersebut debu masuk dan keluar melalui lubang bawah segi empat dengan dibantu udara tekan dipasang diaphragm valve untuk mengatur udarnya.Sehingga debu yang keluar melalui rotary valve sangat deras.
Dari rotary valve debu melalui loading chute , loading chute sendiri bias nak turun yang digerakan oleh motor lift utnuk mengukur beberapa ketinggian truck tersebut, sehingga debu yang jatuh kedalam bak truck tidak berterbangan atau acak-acakan.
Debu yang ditampung ke dalam silo berkapasitas minimum 60 ton yang sudah disetting untuk menunjukan alarm maximum 70 ton.

peran koordinator Bengkel dan Laboratorium

Peran koordinator bengkel
  1. Menyusun, mengatur, dan mengawasi kegiatan pemeliharaan dan repair dan mesin-mesin peralatan bengkel agar tidak mengganggu jalannya operasi perusahaan.
  2. Mengajukan permintaan pembelian spare part dan kebutuhan-kebutuhan lainnya yang diperlukan untuk pemeliharaan dan repair semua peralatan bengkel.
  3. Bertanggung jawab atas penggunaan suku cadang dan biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan maintenance dan repair.
  4. Mengadakan pengecekan langsung bekerjanya dan kondisi semua peralatan pabrik.
  5. Mengadakan pencatatan mengenai besarnya biaya yang dikeluarkan oleh masing-masing mesin/peralatan pabrik.
  6. Menyusun jadwal pemeliharaan peralatan-peralatan bengkel agar tidak menghambat jalannya proses produksi.
  7. Memeriksa kerusakan yang timbul dan menentukan bahan-bahan atau spare part yang diperlukan untuk memperbaiki kerusakan tersebut.
  8. Berusaha mencari cara-cara penekanan biaya dan metode perbaikan kerja yang lebihefisien.
  9. Menjaga disiplin kerja dan menilai prestasi kerja bawahannya secara berkala.
  10. Membuat laporan harian dan berkala kegiatan yang dilakukan seksinya.
  11. Melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh manajer produksi
Peran koordinator Laboratorium
    1. Membuat jadwal praktek dan tata tertib pengunaan ruang dan alat-alat laboratorium
    2. Mendata dan menginventarisir alat-alat laboratorium.
    3. Merencanakan dan membuat admistrasi kegiatan praktek laboratorium.
    4. Memelihara dan melakukan perbaikan alat-alat yang diperlukan.
    5. Mengusulkan kebutuhan alat-alat laboratorium yang diperlukan dalam kegiatan praktek.
    6. Turut menjaga kebersihan ruang laobratorium.




Privacy Policy

If you require any more information or have any questions about our privacy policy, please feel free to contact us by email at zonarequest@gmail.com. 

At http://www.teknikmesin.net/, the privacy of our visitors is of extreme importance to us. This privacy policy document outlines the types of personal information is received and collected by http://www.teknikmesin.net/ and how it is used. 

Log Files
Like many other Web sites, http://www.teknikmesin.net/ makes use of log files. The information inside the log files includes internet protocol ( IP ) addresses, type of browser, Internet Service Provider ( ISP ), date/time stamp, referring/exit pages, and number of clicks to analyze trends, administer the site, track user’s movement around the site, and gather demographic information. IP addresses, and other such information are not linked to any information that is personally identifiable. 

Cookies and Web Beacons 
http://www.teknikmesin.net/ does use cookies to store information about visitors preferences, record user-specific information on which pages the user access or visit, customize Web page content based on visitors browser type or other information that the visitor sends via their browser. 

DoubleClick DART Cookie 
.:: Google, as a third party vendor, uses cookies to serve ads on http://www.teknikmesin.net/.
.:: Google’s use of the DART cookie enables it to serve ads to users based on their visit to http://www.teknikmesin.net/ and other sites on the Internet. 
.:: Users may opt out of the use of the DART cookie by visiting the Google ad and content network privacy policy at the following URL – http://www.google.com/privacy_ads.html 

Some of our advertising partners may use cookies and web beacons on our site. Our advertising partners include ….
Google Adsense

These third-party ad servers or ad networks use technology to the advertisements and links that appear on http://www.teknikmesin.net/ send directly to your browsers. They automatically receive your IP address when this occurs. Other technologies ( such as cookies, JavaScript, or Web Beacons ) may also be used by the third-party ad networks to measure the effectiveness of their advertisements and / or to personalize the advertising content that you see. 

http://www.teknikmesin.net/ has no access to or control over these cookies that are used by third-party advertisers. 

You should consult the respective privacy policies of these third-party ad servers for more detailed information on their practices as well as for instructions about how to opt-out of certain practices. http://www.teknikmesin.net/’s privacy policy does not apply to, and we cannot control the activities of, such other advertisers or web sites. 

If you wish to disable cookies, you may do so through your individual browser options. More detailed information about cookie management with specific web browsers can be found at the browsers’ respective websites. 


http://www.teknikmesin.net/atom.xml?redirect=false&start-index=1&max-results=100

ciri-ciri Mineral

Mineral merupakan suatu bahan yang banyak terdapat di dalam bumi, yang mempunyai bentuk dan ciri-ciri khusus serta mempunyai susunan kimia yang tetap.Mineral memiliki ciri-ciri khas antara lain sebagai berikut:

a.Warna, mineral mempunyai warna tertentu, misalnya malagit berwarna hijau,lazurit berwarna biru, dan ada pula mineral yang memiliki bermacam-macam warna misalnya kuarsa.

b.Cerat, merupakan warna yang timbul bila mineral tersebut digoreskan pada porselen yang tidak dilicinkan.

c.Kilatan merupakan sinar suatu mineral apabila memantulkan cahaya yang dikenakan kepadanya. Misalnya emas, timah, dan tembaga yang mempunyai kilat logam.Kristal atau belahan merupakan mineral yang mempunyai bidang datar halus.Misalnya, seng, bentuk kristalnya dapat dipecah-pecah menjadi beberapa kubus dan patahannya akan terlihat dengan jelas. Setiap mineral memiliki bentuk Kristal yang berbeda-beda. Contohnya bentuk kubus pada galmer (bilih seng),bentuk heksagonal (enam bidang) pada kuarsa, dan lain-lain.

d.Berat jenis, mineral mempunyai berat jenis antara 2 – 4 ton/m2. Berat jenis ini akan berubah setelah diolah menjadi bahan.




Macam Sifat Logam

Logam mempunyai beberapa sifat antara lain: sifat mekanis, sifat fisika, sifat kimia, dan sifat pengerjaan.
Sifat mekanis adalah kemampuan suatu logam untuk menahan beban yang diberikan pada logam tersebut.Pembebanan yang diberikan dapat berupa pembebanan statis (besar dan arahnya tetap),ataupun pembebanan dinamis (besar dan arahnya berubah).Yang termasuk sifat mekanis pada logam, antara lain: kekuatan bahan (strength), kekerasan elastisitas, kekakuan, plastisitas,kelelahan bahan, sifat fisika, sifat kimia, dan sifat pengerjaan.

Kekuatan (strength) adalah kemampuan material untuk menahan tegangan tanpa kerusakan. Beberapa material seperti baja struktur, besi tempa, alumunium, dan tembaga mempunyai kekuatan tarik dan tekan yang hampir sama.Sementara itu,kekuatan gesernya kira-kira dua pertiga kekuatan tariknya.Ukuran kekuatan bahan adalah tegangan maksimumnya, atau gaya terbesar persatuan luas yang dapat ditahan bahan tanpa patah. Untuk mengetahui kekuatan suatu material dapat dilakukan dengan pengujian tarik, tekan, atau geser.

Kekerasan (hardness) adalah ketahanan suatu bahan untuk menahan pembebanan yang dapat berupa goresan atau penekanan. Kekerasan merupakan kemampuan suatu material untuk menahan takik atau kikisan.Untuk mengetahuikekerasan suatu material digunakan Uji Brinell.

Kekakuan adalah ukuran kemampuan suatu bahan untuk menahan perubahan bentuk atau deformasi setelah diberi beban.

Kelelahan bahan adalah kemampuan suatu bahan untuk menerima beban yang berganti-ganti dengan tegangan maksimum diberikan pada setiap pembebanan.

Elastisitas adalah kemampuan suatu bahan untuk kembali ke bentuk semula setelah menerima beban yang mengakibatkan perubahan bentuk.Elastisitas merupakan kemampuan suatu material untuk kembali ke ukuran semula setelah gaya dari luar dilepas.Elastisitas ini penting pada semua struktur yang mengalami beban yang berubah-ubah terlebih pada alat-alat dan mesin-mesin presisi.

Plastisitas adalah kemampuan suatu bahan padat untuk mengalami perubahan bentuk tetap tanpa ada kerusakan.

Sifat fisika adalah karakteristik suatu bahan ketika mengalami peristiwa fisika seperti adanya pengaruh panas atau listrik.Yang termasuk sifat-sifat fisika adalah sebagai berikut: titik lebur, kepadatan, daya hantar panas, dan daya hantar listrik.

Sifat kimia adalah kemampuan suatu logam dalam mengalami peristiwa korosi.Korosi adalah terjadinya reaksi kimia antara suatu bahan dengan lingkungannya. Secara garis besar ada dua macam korosi, yaitu korosi karena efek galvanis dan reaksi kimia langsung.

Sifat pengerjaan adalah suatu sifat yang timbul setelah diadakannya proses pengolahan tertentu.Sifat pengerjaan ini harus diketahui terlebih dahulu sebelum pengolahan logam dilakukan.

Die casting

Die casting adalah proses pencetakan logam dengan menggunakan penekanan yang sangat tinggi pada suhu rendah. Cetakan tersebut disebut die.Rentang kompleksitas die untuk memproduksi bagian-bagian logam nonbelerang (yang tidak perlu sekuat, sekeras, atau setahan panas seperti baja) dari keran cucian sampai cetakan mesin (termasuk hardware, bagian-bagian komponen mesin, mobil mainan, dan sebagainya).

Logam biasa seperti seng dan alumunium digunakan dalam proses die casting.Logam tersebut biasanya tidak murni melainkan logam-logam yang memiliki karakter fisik yang lebih baik.
Akhir-akhir ini suku cadang yang terbuat dari plastik mulai menggantikan produk die casting banyak dipilih karena harganya lebih murah (dan bobotnya lebih ringan yang sangat penting khususnya untuk suku cadang otomotif berkaitan dengan standar penghematan bahan bakar). Suku cadang dari plastic lebih praktis (terutama sekarang penggunaan pemotongan dengan bahan plastic semakin memungkinkan) jika mengesampingkan kekuatannya, dan dapat didesain ulang untuk mendapatkan kekuatan yang dibutuhkan

Terdapat empat langkah utama dalam proses die casting. Pertama-tama cetakan disemprot dengan pelicin dan ditutup.Pelicin tersebut membantu mengontrol temperatur die dan membantu saat pelepasan dari pengecoran.Logam yang telah dicetak kemudian disuntikkan pada die di bawah tekanan tinggi.Takanan tinggi membuat pengecoran setepat dan sehalus adonan.Normalnya sekitar 100 MPa (1000 bar).Setelah rongganya terisi, temperatur dijaga sampai pengecoran menjadi solid (dalam proses ini biasanya waktu diperpendek menggunakan air pendingin pada cetakan).Terakhir die dibuka dan pengecoran mulai dilakukan.Yang tak kalah penting dari injeksi bertekanan tinggi adalah injeksi berkecepatan tinggi,yang diperlukan agar seluruh rongga terisi, sebelum ada bagian dari pengecoran yang mengeras.Dengan begitu diskontinuitas (yang merusak hasil akhir dan bahkan melemahkan kualitas pengecoran) dapat dihindari,meskipun desainnya sangat sulit untuk mampu mengisi bagian yang sangat tebal.

Sebelum siklusnya dimulai, die harus di-instal pada mesin die pengecoran dan diatur pada suhu yang tepat. Pengesetan membutuhkan waktu 1–2 jam dan barulah kemudian siklus dapat berjalan selama sekitar beberapa detik sampai beberapa menit,tergantung ukuran pengecoran. Batas masa maksimal untuk magnesium, seng, dan aluminium sekitar 4,5 kg,18 kg dan 45 kg.Sebuah die set dapat bertahan sampai 500.000 shot selama masa pakainya,yang sangat dipengaruhi oleh suhu pelelehan dari logam yang digunakan.Aluminium biasanya
memperpendek usia die karena tingginya temperatur dari logam cair yang mengakibatkan kikisan cetakan baja pada rongga.Cetakan untuk die casting seng bertahan sangat lama karena rendahnya temperatur seng. Sedang untuk tembaga, cetakan memiliki usia paling pendek dibanding yang lainnya.Hal ini terjadi karena tmbaga adalah logam terpanas.

Seringkali dilakukan operasi sekunder untuk memisahkan pengecoran dari sisasisanya,yang dilakukan dengan menggunakan trim die dengan power press atau hidrolik press.Metode yang lama adalah memisahkan dengan menggunakan tangan atau gergaji.Dalam hal ini dibutuhkan pengikiran untuk menghaluskan bekas gergajian saat logam dimasukkan atau dikeluarkan dari rongga. Pada akhirnya,metode intensif, yang membutuhkan banyak tenaga digunakan untuk menggulingkan shot jika bentuknya tipis dan mudah rusak. Pemisahan juga harus dilakukan dengan hati-hati. Kebanyakan die caster melakukan proses lain untuk memproduksi bahan yang tidak siap digunakan.Yang biasa dilakukan adalah membuat lubang untuk menempatkan sekrup