Sifat-sifat bahan polimer

Sifat-sifat khas bahan polimer pada umumnya adalah sebagai berikut:

1.Mampu cetak dengan baik.Pada temperature relative rendah dapat dicetak dengan penyuntikan,penekanan,ekstrusi dan seterunya,yang menyebabkan ongkos pembuatan lebih rendah dari pada untuk logam dan kramik.

2.Produk yang ringan dan kuat dapat dibuat.berat jenis polimer rendah dibandingkan dengan logam dan kramik,yaitu 1.0-1.7 yang memungkinkan membuat barang ringan dan kuat.

3.Banyak diantara polimer bersifat isolasi listrik yang baik.polimer mungkin juga dibuat konduktor dengan jalan mencampurnya dengan serbuk logam,butiran karbon dan sebagainya.

4.Baik sekali dalam ketahanan air dan ketahanan zat kimia.pemilihan bahan yang baik akan menghasilkan produk yang mempunyai sifat-sifat baik sekali.

5.Produk-produk dengan sifat yang cukup berbeda dapat dibuat tergantung pada cara pembuatanya.dengan mencampur zat pemplastis,pengisi dan sebagainya sifat-sifat dapat berubah dalam daerah luas.sebagai contoh polivinil klorida dengan zat pelapis karet dengan pengisi (serbuk karbon) plastic diperkuat serat gelas(FRP=fiberglass reinforced plastics)

6.Umumnya bahan polimer lebih murah.

7.Kurang tahan terhadap terhadap panas.hal ini sangat berbeda dengan logam dan kramik.Walapun ketahanan panas bahan polimer tidak sekuat logam dan kramik,pada pengunaanya harus cukup diperhatikan.

8.Kekerasan permukaan yang sangat kurang.Bahan polimer yang keras ada,tetapi masih jauh dibawah kekerasan logam dan kramik.

9.Kurang tahan terhadap pelarut.Umumnya larut dalam zat pelarut tertentu kecuali beberapa bahan khusus seperti politetrafluoretilen.kalau tidak dapat larut,mudah retak karena kontak yang terus menerus dengan pelarut dan disertai dengan tegangan.karena itu perlu perhatian yang khusus.

10.Mudah termuati listrik secara elektro static.kecuali bebrapa bahan yang khusus dibuat agar menjadi hantaran listrik,kurang higroskopik dan dapat dimuatai listrik.

11.Beberapa bahan tahan abrasi atau mempunyai koefisien gesek yang kecil.




Perbandingan antara bantalan luncur dan bantalan gelinding

Bantalan luncur mampu menumpu poros putaran tinggi dengan beban besar.batalan ini sederhana kontruksinya dan dapat dibuat serta dipasang dengan mudah.Karena gesekanya yang besar pada waktu mulai jalan,bantalan luncur memerlukan momen awal yang besar.Pelumasan pada bantalan ini tidak begitu sederhana.Panas yang timbul dari gesekan yang besar,terutama pada beban besar,memerlukan pendinginan khusus.sekalipun demikian,karena adanya lapisan pelumas,bantalan ini dapat meredam tumbukan dan getaran sehingga hampir tidak bersuara.Tingkat ketilitian yang diperlukan tidak setinggi bantalan gelinding sehingga dapat lebih murah.






Bantalan gelinding pada umumnya lebih cocok untuk beban kecil dari pada bantalan luncur,tergantung pada bentuk elemen gelindingnya.Putaran pada bantalan ini dibatasi oleh gaya sentrifugal yang timbul pada elemen gelinding tersebut.karena konstruksinya yang sukar dan ketelitian yang tinggi,maka bantalan gelinding hanya dapat dibuat oleh pabrik-pabrik tertentu saja.adapun harga pada umumnya lebih mahal daripada bantalan luncur.Untuk menekan biaya pembuatan serta mempermudahkan pemakaian,bantalan gelinding diproduksikan menurut standar dalam berbagai ukuran dan bentuk.Keunggulan bantalan ini adalah pada gesekan yang sangat rendah.Pelumasanya pun sangat sederhana,cukup dengan gemuk bahkan pada yang memakai sil sendiri tak perlu pelumas lagi.Meskipun ketelitianya sangat tinggi,namun karena adanya gerakan elemen gelinding dan sangkar,pada putaran tinggi bantalan ini agak gaduh dibandingkan dengan bantalan luncur.

pelumas mesin bubut

Perawatan yang hati-hati dan benar sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh pabrik pembuat mesin akan dapat menambah umur produktifitas mesin dan akan meningkatkan produktifitas serta efisiensi mesin.pelumasan harus sesuai dengan petunjuk yang diberikan baik mengenai cara pelumasan,waktu pelumasan dan jenis minyak pelumas yang digunakan.

Untuk perawatan mesin-mesin perkakas yang presisi dan dioperasikan dengan secara terus menerus pelumasan harus dilakukan secara teratur dan kunatitasnya diperbanyak.juga mesin-mesin yang dioperasikan kadang-kadang melebihi kemampuanya harus dilakukan perawatan yang lebih intensif dan diperiksa secara berkesinambungan.untuk jenis pekerjaan yang dilakukan oleh mesin tersebut maka pelumasan menjadi hal yang sangat penting dan sangat utama.
Pengantian oli pelumas mesin tidak dapat dipastikan sama untuk semua mesin Karena tergantuk dari jenis mesin,beban kerjanya,jenis bahan pembuat mesin dan faktor lainya.

Untuk mesin bubut disarankan sebagai berikut:

  1. Untuk mesin baru dilakukan pengantian oli setelah mesin beroperasi selama 500 jam kerja,
  2. Untuk mesin-mesin yang sudah lama dioperasikan pengantian oli pelumas mesin setelah mesin bekerja selama 10 bulan operasi

Pada mesin bubut ini pelumasan mesin telah ditentukan baik untuk bagian mana yang harus dilumasi dan jenis pelumas apa yang digunakan.seperti gambar dibawah ini:




Sejarah PLC

Secara historis PLC (Programmable Logic Controllers) pertama kali dirancang oleh Perusahaan General Motor (GM) sekitar pada tahun tahun 1968.PLC awalnya merupakan sebuah kumpulan dari banyak relay yang pada proses sekuensial dirasakan tidak fl eksibel dan berbiaya tinggi dalam proses otomatisai dalam suatu industri.Pada saat itu PLC penggunaannya masih terbatas pada fungsi-fungsi kontrol relay saja.Namun dalam perkembangannya PLC merupakan sistim yang dapat dikendalikan secara terprogram. Selanjutnya hasil rancangan PLC mulai berbasis pada bentuk komponen solid state yang memiliki fl eksibelitas tinggi.Kerja tersebut dilakukan karena adanya prosesor pada PLC yang memproses program sistim yang diinginkan.

Saat ini PLC telah mengalami perkembangan yang luar biasa,baik dari segi ukuran, kepadatan komponen serta dari segi fungsinya seiring perkembangan teknologi solid state.Beberapa perkembangan perangkat keras maupun perangkat lunak PLC antara lain:

1.Ukuran semakin kecil dan kompak
2.Jenis instruksi/fungsi semakin banyak dan lengkap,
3.Memiliki kemampuan komunikasi dan sistim dokumentasi yang semakin baik,
4.Jumlah input/output yang semakin banyak dan padat,
5.Waktu eksekusi program yang semakin cepat,
6.Pemrograman relatifsemakin mudah. Hal ini terkait dengan perangkat lunak pemrograman yang semakin user friendly,
7.Beberapa jenis dan tipe PLC dilengkapi dengan modul-modul untuk tujuan kontrol kontinu, misalnya modul ADC/DAC, PID, modul Fuzzy dan lain-lain

Perusahaan PLC saat ini sudah memulai memproduksi PLC dengan beberapa ukuran, seperti jumlah input/output,instruksi dan kemampuan lainya yang beragam. Perkembangan dewasa ini pada dasarnya dilakukan agar memenuhi dan memberikan solusi bagi kebutuhan pasar yang sangat luas. Sehingga mampu untuk menjawab permasalahan kebutuhan kontrol yang komplek dengan jumlah input/output mencapai
Ribuan.




Penerapan K3 Bidang Pesawat Uap dan Bejana Tekan

Berdasarkan Undang-Undang Uap Tahun 1930 pasal 12, pesawat uap harus dilengkapi dengan alat pengaman yang disesuaikan dengan penggolongan ketel uapnya.Dengan adanya alat pengaman,maka pesawat ketel uap yang dioperasikan akan amanbagi operator maupun lingkungannya.
Perlengkapan ketel uap seperti yang disyaratkan dalam Undang Undang Uap terdiri dari:
  1. Katup Pengaman (Safety Valve) Alat ini berfungsi untuk menyalurkan tekanan yang melebihi kapasitas tekanan ketel. Apabila tidak ada katu pengaman, ketel  dapat meledak karena adanyanya tekanan lebih yang tidak mampu ditahan ketel.
  2. Manometer (Pressure Gauge) Alat ini berfungsi untuk mengetahui tekanan yang ada dalam ketel uap dan tekanan kerja yang diijinkan dari ketel      uap harus dinyatakan dengan garis merah.
  3. Gelas Praduga (Water Level) Alat ini berfungsi untuk mengetahui kedudukan permukaan air dalam ketel uap.
  4. Suling Tanda bahayaAlat ini berfungsi untuk memberi isyarat suara apabila air di dalam ketel melampaui batas terendah yang ditentukan.
  5. Keran Pembuang (Blow Down)Alat ini berfungsi untuk mengeluarkan kotoran berupa lumpur, lemak, dan kotoran lain dari dala ketel. Yang perlu diperhatikan adalah pada waktu membuka keran ini, ketel pada kondisi tekanan dan suhu yang sudah rendah serta pembukaan dilakukan secara perlahan-lahan.
  6. Lubang PembersihLubang pembersih berguna bagi petugas pemeriksa/pembersih ketel uap dalam membersihkan atau mengeluarkan kotorankotoran dari dalam ketel.




Prosedur Penerapan K3




Setelah mengetahui peraturan perundangan tentang K3,yang tak kalah penting adalah menerapkan prosedur K3 ditempat kerja.Bidang pekerjaan maupun tempat kerja bermacam-macam, oleh karena itu masing-masing bidang pekerjaan memerlukan prosedur penerapan K3 yang berbeda.Namun demikian terdapat beberapa prinsip dasar penerapan K3 yang berlaku secara umum. Salah satu aspek yang perlu diketahui adalah pengetahuan tentang alat-alat pelindung diri.Pemakaian alat pelindung diri atau pekerja perlu disesuaikan dengan jenis pekerjaannya.Misalnya alat pelindung kepala bagi pekerja proyek bangunan dengan operator mesin bubut akan lain, demikian juga kaca mata bagi opertor mesin bubut tentu lain dengan kaca mata bagi operator las.
Secara umum,berbagai alat pelindung diri bagi pekerja meliputi:
a. Alat pelindung kepala (berbagai macam topi, helm)
b. Alat pelindung muka dan mata (berbagai jenis kaca mata)
c. Alat pelindung telinga (berbagai macam tutup telinga)
d. Alat pelindung hidung (berbagai macam masker)
e. Alat pelindung kaki (berbagai macam sepatu)
f. Alat pelindung tangan (berbagai macam sarung tangan)
g. Alat pelindung badan (apron, wearpack, baju kerja)
Biasanya tiap perusahaan/industri mempunyai model, warna pakaian kerja, serta alat pelindung diri lain yang sudah ditentukan oleh masing-masing perusahaan.Seorang pekerja tinggal mengikuti peraturan pemakaian pakaian kerja serta alat pelindung diri yang sudah ditentukan perusahaan.
 Perlu mendapatkan penekanan adalah kesadaran dan kedisiplinan pekerja untuk memakai pakaian dan alat-alat peindung diri tersebut.Kadang-kadang pekerja enggan memakai alat pelindung diri karena merasa kurang nyaman atau tidak bebas.Hal ini dapat berakibat fatal.Pekerja tidak menyadari akibat atau dampak yang terjadi apabila terjadi kecelakaan kerja.Contoh sederhana adalah pemakaian helm bagi pengendara sepeda motor,mereka memakai helm apabila ada polisi saja.Padahal pemakaian helm adalah demi keselamatan mereka sendiri




Peraturan Perundangan K3

Terdapat banyak peraturan perundangan yang terkait dengan pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. Peraturan perundangan tersebut berupa Undang-Undang, Peraturan Pemerintah,Keputusan Presiden, Keputusan Menteri, Peraturan Menteri serta Surat Edaran
Menteri. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah serius dalam menangani K3.Salah satu Undang-Undang yang terkait dengan K3 adalah Undang67Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.Undang-undang ini merupakan pengganti undang-undang tentang K3 pada masa pemerintahan Belanda, yaitu Veiligheids Reglement Tahun 1910 (VR 1910 Stbl. 406). UU No. 1 Th. 1970 terdiri dari 11 Bab dan 18 Pasal, dan mulai berlaku sejak 12 Januari 1970.




Undang-Undang lain yang terkait dengan K3 adalah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.Undang-undangini terdiri dari 28 bab dan 193 Pasal, dan mulai berlaku sejak 25 Maret 2003.Walaupun Undang-undang ini banyak mengatur tentang ketenaga kerjaan,namun disinggung juga tentang K3, terutama pada Bab X yang berisi tentang Perlindungan, Pengupahan, dan Kesejahteraan.Terkait dengan K3 di bidang pesawat uap dan bejana tekan, terdapat Undang-Undang Uap Tahun 1930(Stoom Ordonantie 1930).
Selain Undang-Undang, terdapat beberapa peraturan yang merupakan penjabaran atau pelaksanaan dari Undang-undang tentang K3.Beberapa peraturan yang terkait dengan K3 di bidang industri yang perlu diketahui antara lain:
  1. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER-03/MEN/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja.
  2. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor: PER-01/MEN/1982 tentang Bejana Tekan
  3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER-04.MEN/1987 tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Tata Cara Penunjukan,Kewajiban dan Wewenang Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
  4. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER-02.MEN/1992 Cara Penunjukan, Kewajiban dan Wewenang Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
  5. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER-04/MEN/1995 tentang Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
  6. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER-05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
  7. Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor: KEP. 13/MEN/1984 Tentang Pola Kampanye Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja




Pengertian K3




Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan bagian penting yang harus dipahami dan diterapkan dalam dunia kerja, utamanya didunia industri modern. Di dalam industri modern terdapat berbagai mesin,peralatan, dan proses produksi yang menuntut prosedur tertentu supaya terhindar dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Secanggih apapun mesin yang digunakan atau sebesar apapun produksi yang dihasilkan,semua itu tidak ada artinya apabila merugikan manusia atau pekerja. Hal ini didasari pertimbangan bahwa apabila terjadi kecelakaan kerja,terdapat dua kerugian, yaitu kerugian materi dan non materi. Kerugian yang bersifat materi dapat dicari gantinya serta dapat dinilai dengan uang, tetapi kerugian non materi, misalnya cacat, sakit, atau bahkan meninggal dunia, tidak dapat dinilai dengan uang.Dengan menyadari arti penting keselamatan dan kesehatan kerja tersebut, maka sebelum terjun langsung di dunia kerja, seorang pekerja harus mengetahui rambu-rambu, peraturan-perundangan (regulasi),prosedur penerapan K3, serta teknis penerapan K3 di lapangan.Pada prinsipnya, tujuan utama penerapan K3 adalah agar kita dapat bekerja dengan aman, nyaman, terhindar dari kecelakaan, termasuk ledakan,kebakaran, penyakit akibat kerja, serta pencemaran lingkungan kerja.
Dengan menyadari arti penting keselamatan dan kesehatan kerja tersebut, maka sebelum terjun langsung di dunia kerja, seorang pekerja harus mengetahui rambu-rambu, peraturan-perundangan (regulasi),prosedur penerapan K3, serta teknis penerapan K3 di lapangan. Pada prinsipnya, tujuan utama penerapan K3 adalah agar kita dapat bekerja dengan aman, nyaman, terhindar dari kecelakaan, termasuk ledakan,kebakaran, penyakit akibat kerja, serta pencemaran lingkungan kerja




SUHU PADA PENGERJAAN LOGAM

Digolongkan dalam dua golongan :
•Panas adalah diformasi pada keadaan suhu dan regangan sedemikian sehingga proses pemulihan terjadi bersama proses diformasi.
•Dingin dilakukan pada keadaan dimana proses-proses pemulihan tidak efektif. 


Penentuan pengerjaan panas dan dinggin tidak terletak pada suhu diformasi karena suhu diformasi antara tiap bahan berbeda-beda.Dimana suhu benda tergantung pada :
•Suhu awal perkakas dan bahan
•Panas yang timbul akibat deformasi plastis
•Panas akibat gesekan permukaan
•Perpindahan panas dari bahan yang terdeformasi,cetakan,dan lingkungan sekeliling


Pengerjan panas
Meliputi proses deformasi yang dilaksanakan dibawah kondisi suhu dan laju regangan tertentu sehingga proses pemulihan terjadi bersama proses deformasi sehingga dapat dicapai regangan yang tinggi tanpa pengerasan regangan yang berarti.Kekurangan pada pengerjen panas adalahKarena pengerjaan panas sering dilakukan diudara bebas sehingga akan menimbulkan reaksi permukaan logam dan udara seperti oksidasi,dekarburasi,dll.
Batas suhu atas ditentukan oleh suhu terendah dimdnd laju rekrealitasi dapat mengimbangi pengerasan regangan pada saat logam berada pada suhu tersebut.Dan batas atas pengerjaan panas ditentukan pada suhu dimana terjadi oksidasi berlebih.Umumnya suhu pengerjan panas dibatasi hingga 1000F dibawah titik lebur.


Pengerjan dingin
Pada pengerjaan dingin logam kekerasan akan naik dan keuletan akan turun apabila pengerjaan dingin berlebihan logam akan patah sebelum mencapai bentuk.Untuk mencegah hal tersebut maka pengerjaan dingin dilakukan secara bertahap diselingi dengan proses pelunakan.


Pengerjan panas sedang
Adalah deformasi plastis logam pada suhu dibawah daerah suhu rekristalisasi tetapi diatas suhu ruangan.Dibandingkan dengan pengerasan panas keunggulannya terletak pada pengendalian dimensi yang lebih baik,kualitas permukaan yang bagus dan menghemat energi.




Proposal Wirausaha Pembuatan Bubuk Kopi

 

A. Pendahuluan 

1.Latar belakang

Kopi merupakan salah satu jenis tanaman yang hidup di Indonesia.Tanaman tersebut tumbuh didataran tinggi dengan udara yang dingin seperti halnya didaerah tempat saya tinggal banyak terdapat jenis kopi yang tumbuh disana mulai dari arabika sampai tugusari.Kopi mempunyai manfaat bagi manusia diantaranya adalah sebagai minuman berkhasiat bagi tubuh kita,selain itu digunakan juga sebagai campuran membuat makanan ataupun kue.Untuk itu diperlukan sebuah pengolahan untuk menjadikan kopi bermanfaat


2.Tujuan Bisnis

Tujuan saya melakukan bisinis ini adalah sebagai upaya saya untuk belajar berwirausaha,untuk mendapatkan hasil keuntungan yang bermafaat bagi kelangsungan hidup selain itu juga untuk membuka lapangan pekerjaan yang baru.


3.Gambaran umum bisnis

Bisnis pembutan bubuk kopi ini meliputi dari proses pengglingan kopi ,mengoven kopi,penggilingan menjadi bubuk serta mengemas bubuk tersebut dalam kemasan.






B.Derskripsi produk

1.Desain

Dalam bisnis ini yang paling utama adalah bahan baku berupa kopi setelah itu kita siapkan tempat untuk mesin penggiling,oven dan penjemuran kopi.supaya produk ini berjalan terus maka kita harus melakukan penimbunan bahan baku karena pohon kopi tidak bisa berbuah secara terus menerus tetapi hanya dapat berbuah dalam jangka satu tahun sekali.


2.Teknologi
Teknologi yang digunkan dalah teknologi sederhana yang tetap guna.


3.Keunikan
Produk ini adalah dari segi rasa karena rasa adalah segalanya.rasa dari produk ini berbeda dengan yang lain karena bubuk asli tanpa campuran


4.Daya saing
Untuk meningkatkan daya saing dipasaran maka saya akan menawarkan produk bubuk kopi asli tanpa campuran seperi jagung ataupun beras.


C.Analisa pasar

1.segmen Pasar

Segmen pasar yang kami tuju adalah semua elemen pasar

2.Target pasar
Pasar yang ingin dicapai merupakan pasar tingkat daerah mulai dari ekonomi menegah kebawah ataupun menengah keatas.produk ini juga harus mengikuti tren pasar saat ini dengan cara membuat kemasaan produk yang menarik pembeli


3.Harga
Harga produk ini bersaing dengan yang lainnya dengan harga Rp 24.000 per kg atau Rp 6.000 untuk ¼ kg


4.Strategi pemasaran
Strategi pemasaran dilakukan dengan mendistribusikan produk tersebut keberbagai daerah terutama daerah dengan suhu udara dingin karena minuman kopi sangat cocok didaerah tersebut.selian itu perlu dipasang sebuah iklan dimedia masa seperti Koran dan radio supaya produk ini dikenal banyak orang.



D.Promosi

Kita kan melakukan berbagai macam cara untuk mempromosikan produk ini mulai dari memasokan kepada agen-agen,membuka toko sendiri didekat pabrik,mengiklankanya melalui media masa Koran dan radio 


E.Kepemilikan usaha 

Kepemilikan usaha ini dilakukan dengan cara partnership yaitu bekerjasama dengan pihak lain.cara ini dinilai yang paling tepat karena dari segi modal akan menjadi lebih ringgan dan juga dari segi pendistribusian lebih mudah sebab kita sudah mempunyai kerjsama dengan berbagai pihak. 


F.Analisis tempat


1.Lokasi 
Lokasi untuk pabrik pembuatan bubuk berada didaerah yang jauh dari pemukian karena pabrik kan menghasilkan kebisingan yang tinggi selian itu saya memilik tempat didaerah pedesaan karena disamping dekat dengan bahan baku,harga tanah disana cukup murah 


2.Fasilitas
a.Keyamanan dalam pelayanan
b.Pekerja yang professional


G.Alat ,Peralatan dan perlengkapan


1.Jenis Alat
a.Wadah
b.Gunting
c.Karung
d.Tempat sampah
e.Dan lain-lain
2.Peralatan
a.Mesin penggiling
b.Oven kopi
3.Perlengkapan
a.Sepatu boot
b.Sarung tangan
c.Masker


H.Rencana keuangan


1.Biaya langsung :
a.Gedung pabrik Rp 10.000.000
b.Mesin penggiling RP 2.500.000
c.Oven kopi Rp 2.000.000
d.Perlengkapan lain Rp 700.000 +

Jumlah Rp 15.200.000

2.Biaya tak langsung perbulan :

a.Bahan baku kopi untuk 1000 kg @1000 X 10.000 RP 10.000.000
b.Bahan Tambah Rp 1.000.000
c.Kemasan produk Rp 500.000 +

Jumlah Rp 11.500.000

Total pengeluaran = biaya langsung + biaya tak langsung
= Rp 15.200.000 + Rp 11.500.000
= Rp 26.700.000

3.Biaya operasional tiap bulan:
a.Bahan baku Rp 10.000.000
b.Bahan Tambah Rp 1.000.000
c.Kemasan produk Rp 500.000
d.Listrik Rp 200.000
e.Penyusutan Rp 500.000
f.Operasi penjualan Rp 500.000
g.Gaji pegawai Rp 1.200.000 (untuk 2 orang perbulan ) +

Jumlah Rp 13.900.000 

Catatan : 1 kg kopi menjadi 0,7 kg bubuk kopi
Berarti untuk 1000 kg kopi menghasilkan 700 kg bubuk 


Harga jual dipasar Rp 24.000

Maka laba kotor : 700 X 24.000
: Rp 16.800.000

Laba bersih : laba kotor – biaya operasional
: Rp.16.800.000 – Rp.13.900.000
: Rp 2.900.000

4. Bisnis rasio
Modal : laba
Rp.26.700.000 : RP 2.900.000
9,2 : 1

Jadi labanya 10,8 % dari modal maka dalam jangka 1 tahun modal telah kembali