Mesin Gerinda Datar Spindel Horizontal Dengan Gerak Meja Bolak-Balik.

Mesin gerinda datar adalah salahsatu jenis mesin perkakas yang berfungsi untuk menghaluskan/memfinising permukaan benda kerja pada bidang datar/rata, dengan tingkat hasil kehalusan permukaan dapat mencapai sampai dengan N5. Bidang datar/rata dimaksud meliputi, datar sejajar, datar bertingkat, datar miring, datar alur dan datar profil. Pengikatan benda kerja dilakukan dengan mencekam pada meja magnetik atau menggunakan alat pencekam lainnya, yang bergerak mengikuti gerakkan meja mendatar arah bolak-balik atau berputar.

Prinsip kerja mesin gerinda datar spindel horizontal dengan gerak meja bolak-balik adalah, akan terjadi proses pemotongan apabila roda gerinda berputar pada posisi horizontal (searah jarum jam) dan bersentuhan/ bersinggunggan dengan benda kerja yang bergerak mendatar bolak-balik .

Jenis mesin gerinda datar spindel horizontal dengan gerak meja bolakbalik terdapat dua jenis yaitu, mesin gerinda datar posisi spindel horizontal dengan gerak meja bolak-balik (kolom mesin satu buah)  dan mesin gerinda datar posisi spindel horizontal dengan gerak meja bolak-balik (kolom mesin dua buah) ).

Jenis mesin gerinda datar yang pertama, spindel mesin hanya dapat bergerak satu arah yaitu naik/turun arah vertikal karena hanya memilki satu kolom mesin sebagai pengarahnya. Untuk jenis mesin gerinda datar yang kedua, spindel mesin dapat bergerak dua arah yaitu naik/turun arah vertikal dan bergerak kesamping kanan/kiri arah horisontal, karena memiliki dua kolom mesin sebagai pengarahnya. Mesin gerinda datar jenis ini, digunakan untuk menggerinda benda kerja berbentuk persegi panjang dengan bidang permukaan rata, betingkat atau menyudut.

Aluminium cor ulang (Remelting)

Aluminium cor ulang adalah aluminium yang dipadukan dengan logam lain yang memiliki keterikatan senyawa atom satu sama lain. Paduan logam tersebut berguna untuk meningkatkan kekuatan dari aluminium yang bersifat lunak dan tidak tahan terhadap panas. Jumlah dan distribusi penyebaran partikel penguat komposit matriks logam sangat berpengaruh terhadap sifat- sifat mekanis dari komposit. Penambahan jumlah partikel yang tersebar belum tentu mampu meningkatkan kekerasan dari komposit. Untuk itu perlu diketahui jumlah fraksi partikel yang tersebar secara optimal pada logam sehingga akan diperoleh kekerasan yang optimal.

Cor ulang yang dilakukan pada aluminium dapat menyebabkan kekerasan meningkat dan ketangguhan menurun, serta porositasnya bertambah. Porositasnya ini tentunya akan mengurangi kekuatan dari aluminium cor, akan tetapi disamping itu, dikemukakan bahwa porositasnya dalam kondisi tertentu akan memperbaiki karakteristik tribologi logam karena membentuk reservoir bagi pelumas dan memudahkan untuk bersirkulasi sehingga menghasilkan pelumasan yang lebih baik.

Dapur peleburan aluminium tuang dilakukan pada tanur krus besi cor, tanur krus dan tanur nyala api. Bahan-bahan logam yang akan dimasukkan pada dapur terdiri dari sekrap (remelt) dan bahan murni (aluminium ingot). Untuk menjaga standar paduan yang telah ditentukan maka sekrap dari bermacam-macam logam tidak boleh dicampurkan bersama ingot tetapi harus dipilih terlebih dahulu. Penambahan unsur yang mempunyai titik lebur rendah seperti seng dan magnesium dapat ditambahkan dalam bentuk elemental sedangkan logam yang mempunyai titik lebur tinggi seperti Cu, Mg, Ni, Mn, Si, Ti, dan Cr adalah paling baik ditambahkan sebagai paduan. Dalam praktek peleburan yang baik mempersyaratkan dapur dan logam yang dimasukan dalam keadaan bersih

Sebelum dilakukan peleburan di dalam tungku sebaiknya logam dipotong –potong menjadi kecil-kecil, hal ini bertujuan untuk menghemat waktu peleburan dan mengurangi kehilangan komposisi karena oksidasi. Setelah material mencair, fluks dimasukkan ke dalam coran, yang bertujuan untuk mengurangi oksidasi dan absorbsi gas serta dapat bertujuan untuk mengangkat kotoran-kotoran yang menempel pada aluminium. Selama pencairan, permukaan harus ditutup fluks dan cairan diaduk pada jangka waktu tertentu untuk mencegah segresi (Surdia dan Chijiiwa, 1991). Kemudian kotoran yang muncul di ambil dan dibuang. Setelah pada suhu kurang lebih 725 0C aluminium di tuang ke dalam cetakan. Adapun untuk remelting, material hasil peleburan di atas dilebur kembali.

Alasan Kenapa Aluminium Banyak di Gunakan sebagai Material Teknik

Aluminium adalah logam yang memiliki kekuatan yang relatif rendah dan  lunak. Aluminium merupakan logam yang ringan dan memiliki ketahanan  korosi yang baik, hantaran listrik yang baik dan sifat – sifat lainnya. Umumnya  aluminium dicampur dengan logam lainnya sehingga membentuk aluminium  paduan. Material ini dimanfaatkan bukan saja untuk peralatan rumah tangga, tetapi juga dipakai untuk keperluan industri, kontsruksi, dan lain sebagainya.

Aluminium ditemukan pada tahun 1825 oleh Hans Christian Oersted. Baru diakui secara pasti oleh F. Wohler pada tahun 1827. Sumber unsur ini tidak terdapat bebas, bijih utamanya adalah Bauksit. Penggunaan Aluminium antara lain untuk pembuatan kabel, kerangka kapal terbang, mobil dan berbagai produk peralatan rumah tangga. Senyawanya dapat digunakan sebagai obat, penjernih air, fotografi serta sebagai ramuan cat, bahan pewarna, ampelas dan permata sintesis

Terdapat beberapa sifat penting yang dimiliki Aluminium sehingga banyak digunakan sebagai Material Teknik, diantaranya

  • Penghantar listrik dan panas yang baik (konduktor).
  • Mudah difabrikasi
  • Ringan
  • Tahan korosi dan tidak beracun
  • Kekuatannya rendah, tetapi paduan (alloy) dari Aluminium bisa  meningkatkan sifat mekanisnya.

Aluminium banyak digunakan sebagai peralatan dapur, bahan konstruksi  bangunan dan ribuan aplikasi lainnya dimanan logam yang mudah dibuat dan  kuat. Walau konduktivitas listriknya hanya 60% dari tembaga, tetapi  Aluminium bisa digunakan sebagai bahan transmisi karena ringan. Aluminium  murni sangat lunak dan tidak kuat, tetapi dapat dicampur dengan Tembaga, Magnesium, Silikon, Mangan, dan unsur-unsur lainnya untuk membentuk  sifat-sifat yang menguntungkan. Campuran logam ini penting kegunaannya  dalam konstruksi mesin, komponen pesawat modern dan roket. Logam ini jika diuapkan di vakum membentuk lapisan yang memiliki reflektivitas tinggi untuk cahaya yang tampak dan radiasi panas. Lapisan ini menjaga logam dibawahnya dari proses oksidasi sehingga tidak menurunkan nilai logam yang dilapisi. Lapisan ini digunakan untuk memproteksi kaca teleskop dan masih banya kegunaan lainnya.

Konsep Dasar CAD

Perkembangan teknologi informasi saat ini sudah sangat pesat dan hal ini sangat berdampak terhadap kegiatan yang menunjang perkerjaan kita sehari-hari. Dalam bidang perancangan dan pengembangan produk perkembangan teknologi informasi sudah sangat terasa dampaknya yaitu dengan ditandai banyak bermunculan software-software yang mempermudah dan membantu kita dalam memecahkan permasalahan yang ada dalam bidang perancangan, mulai dari tahapan perencanaan (planning) sampai dengan tahapan produksi (Production Ramp Up).

Tahapan perencanaan terutama dalam bidang desain produk saat ini sudah banyak software yang menunjang kegiatan tersebut yang dalam hal ini yaitu software CAD (Computer Aidded Design). Beberapa pabrikan software CAD saat ini berlomba untuk dapat bersaing di industri manufaktur antara lain adalah: Autodesk, Dessault System, dan Wildfire, yang masing-masing mengeluarkan produk unggulannya. Namun pada prinsipnya mereka itu sama yaitu merupakan sebuah alat bantu dalam membuat perencanaan desain dan gambar kerja. Salah satu software yang sudah banyak digunakan di dunia pendidikan adalah AutoCAD.

Satuan Ukuran dalam AutoCAD

Masalah ukuran merupakan hal yang paling sering membuat pemakai AutoCAD menjadi bingung. Pada saat kita menggambar di layer kerja AutoCAD, satuan yang kita gunakan bukanlah mm, cm, inch, atau feet. Satuan yang dikenal pada saat kita menggambar adalah satuan dengan nama drawing unit. Jadi pada saat kita memasukkan ukuran 10, ukuran yang dimaksud di sini adalah 10 drawing unit, bukan 10 mm, 10 cm atau 10 feet. Pada saat kita akan melakukan proses mencetak gambar, barulah kita disuruh untuk menentukan satuan apa yang akan kita gunakan. Jika kita sudah menentukan satuan yang hendak digunakan, autoCAD secara otomatis akan mengkonvensi satuan drawing unitnya ke satuan yang kita hendaki. Masalah ini akan di bahas tuntas dalam bab Mencetak Gambar.

Ngeri! Mahasiswa Ciptakan Sistem Pelacak Nasabah Bermasalah

Mahasiswa Universitas Muria Kudus, Jawa Tengah, menciptakan sistem informasi berbasis mobile untuk melacak nasabah koperasi bermasalah atau masuk dalam daftar hitam karena tidak membayar pinjaman.

Menurut salah satu mahasiswa UMK yang turut terlibat dalam pembuatan sistem informasi anggota koperasi (Simako) Budi Hantomo di Kudus, mengatakan, Simako tersebut untuk mempermudah identifikasi anggota koperasi yang bermasalah karena pencarian secara konvensional tentu membutuhkan waktu lama.

Dengan sistem informasi tersebut, kata dia, anggota koperasi yang dinilai memberikan catatan buruk tidak bisa melakukan pinjaman di koperasi lain.

Ia menjelaskan, perancangan sistem informasi tersebut dilakukan dengan pembuatan usecase yang bertujuan agar konsep yang dibuat pada aplikasi Simako dapat efektif dan nyaman dipakai pengguna.

Aplikasi Simako tersebut, lanjut dia, berbasis mobile yang menggunakan teknologi hybrid platform, desain user interface (UI).

Pada halaman login, kata dia, aplikasi Simako akan dioperasikan oleh admin atau pengurus koperasi.

“Simako memiliki beberapa tampilan menu, yakni pencarian data anggota, info penting, bantuan, kritik, saran dan menu admin,” ujarnya didampingi tiga temannya yang terlibat dalam pembuatan Simako tersebut.

Cara Mencari Data Mahasiswa

Keempat mahasiswa tersebut, yakni Mahfiah Nurul Ismi, Tajul Alwi, dan Ardi Irfanto.

Budi menjelaskan, untuk mendapatkan data anggota, harus memasukkan identitas anggota terlebih dahulu. Setelah itu, lanjut dia, data anggota koperasi akan keluar lengkap berikut data pinjaman dan tunggakannya.

Dosen pembimbing Tri Listyorini menambahkan, Simako bisa digunakan untuk mengatasi kolektabilitas pada forum komunikasi dan kerja sama koperasi di wilayah Pati.

“Semakin banyak koperasi yang menerapkan sistem ini, maka data yang ada semakin akurat dan sistem yang berjalan semakin optimal,” ujarnya.

Ia mengakui, dalam perancangan sistem informasi tersebut sempat dua kali dibajak, sehingga harus dilakukan perbaikan sistem keamanannya.

sumber : news.okezone.com

Standar Pengukuran

Yang paling banyak dijumpai dalam pengukuran adalah pengukuran panjang (linear). Bahkan sudutpun bisa diukur dengan kombinasi pengukuran linier. Untuk dapat melakukan pengukuran tersebut diperlukan standar. Dalam pengukuran dikenal ada tiga macam standar yaitu:

1. Standar Garis( Line Standard)
Prinsip pelaksanaan pengukuran dengan standar garis ini adalah berdasar pada jarak yang dibuat antara dua garis paralel, seakan-akan perhitungan ditentukan dari satu garis menuju ke garis yang lainnya. Contoh dari standar garis ini misalnya standar yard dan meter.

standar garis satu yard

Standar garis ini dibagi menjadi empat (4) sub divisi lagi. Hal ini mengingat pentingnya standar master meter dan yard yang tidak bisa digunakan untuk sembarang keperluan. Keempat sub divisi standar garis tersebut adalah: standar primer, standar sekunder, standar tertier, dan standar kerja.

2. Standar Ujung (End Standar)
Prinsip utama dari standar ujung ini adalah pengukuran dari kedua ujung yang datar dan paralel. Contoh alat ukur yang termasuk dalam kategori standar ujung ini antara lain adalah slip gauge, gap gauge, mikro meter anvil, batang ukur (length bar), dan sebagainya. Kesulitan untuk membuat standar ujung ini adalah sulitnya membentuk kedua ujung dengan permukaan yang betul-betul paralel dan juga agak sulit dalam mengeraskan kedua ujungnya sehingga tetap stabil.

Istilah Penting Dalam Pengukuran

Kita ambil satu contoh dari pembuatan suatu produk yang dalam pembuatannya juga dilakukan proses pengukuran yang sangat sederhana, misalnya pembuatan kursi dari bahan kayu. Bahan dipotongpotong sesuai dengan ukuran yang dikehendaki lalu diukur dengan meteran biasa. Kehalusan hanya dirasakan dengan rabaan tangan. Kesikuan hanya ditentukan dengan penyiku biasa. Kemudian potongan-potongan tadi dirakit menjadi sebuah kursi. Dalam perakitan ternyata ada beberapa potongan yang perakitannya harus di pukul atau dipaksa, ada juga yang terlalu longgar dan ada juga yang betul-betul pas. Kesikuan dari perakitan antara potongan satu dengan potongan yang lain ternyata ada yang betul-betul siku (sudut kesikuan 900 ), ada yang lebih kecil dari pada 900 dan ada pula yang lebih besar daripada 900

Dengan bantuan pasak-pasak penguat akhirnya kursi tersebut pun bisa digunakan. Ini hanya pembuatan sebuah kursi yang walaupun tidak terlalu tergantung pada kelonggaran maupun kesesakan dari pasangan dua komponen dan juga tidak terlalu tergantung pada kesikuan pasangan dua komponen
namun, masih tetap dapat dihasilkan sebuah kursi yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disebabkan bahan yang digunakan hanya dari kayu dan penggunaannya pun tidak dituntut ukuran yang presisi. Sekarang, bagaimana kalau bahan yang digunakan untuk membuat produk itu akan digunakan dalam permesinan serta proses pembuatannya juga harus dengan mesin? Kalau dalam proses pembuatannya tidak memperhatikan masalah kelonggaran dan kesesakan serta kehalusan komponen, maka dapat dipastikan bahwa hasil atau produk yang dibuat kurang presisi. Disamping itu proses
perakitannya juga mengalami kesulitan dan produk yang dibuat tidak bisa bertahan lama apabila digunakan atau bahkan tidak bisa digunakan sama sekali. Ini berarti efektifitas dan efisiensi dari suatu produksi tidak terpenuhi. Untuk dapat menghasilkan produk yang presisi maka harus mematuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku yang biasanya kebanyakan ketentuan tersebut dicantumkan dalam gambar teknik. Disamping itu juga harus memperhatikan pula prinsip-prinsip yang ada dalam masalah pengukuran. Ada beberapa istilah yang sering terkait dalam masalah pengukuran antara lain yaitu:

1. Ketelitian (Accuracy)
Kata teliti dalam dunia keteknikan mempunyai dua arti. Pertama, teliti yang dikaitkan dengan apakah hasil suatu pengukuran persis atau mendekati sama dengan ukuran yang sudah ditentukan. Misalnya, pada tangkai bor biasanya dicantumkan ukuran diameter bor tersebut. Lalu kita ingin mengecek ukuran tersebut dengan menggunakan mikrometer. Setelah diukur ternyata diperoleh hasil yang sama persis dengan ukuran yang ada pada tangkai bor tersebut. Keadaan seperti ini dinamakan dengan istilah teliti. Kedua, teliti yang dikaitkan dengan proses pengukuran itu sendiri. Misalnya, seseorang mencoba mengecek ukuran diameter bor yang besarnya tertera pada tangkai bor tersebut. Alat yang yang digunakan adalah mistar baja. Setelah diletakkannya pada ujung tangkai bor tersebut kemudian dibaca skalanya, ternyata hasil pembacaan menunjukan bahwa diameter bor tersebut lebih besar tiga skala dari pada mistar baja. Lalu orang yang mengukur tadi berkesimpulan bahwa ukuran yang tercantum pada tangkai bor tersebut adalah salah.

2. Ketepatan (Precision)
Untuk memberikan gambaran mengenai kata ketepatan ini dapat diambil contoh yang sangat sederhana berikut ini. Misalnya, seseorang menembak satu sasaran seratus kali dengan pistol dan cara menembak yang identik, ternyata dari seratus kali tembakan tersebut sembilan puluh lima kali diantaranya mengenai sasaran. Dari contoh ini dapat dikatakan bahwa orang tersebut memiliki ketepatan yang tinggi dalam menembak. Demikian pula halnya dengan proses pengukuran. Apabila seseorang melakukan pengukuran terhadap suatu obyek dengan cara berulangulang dan diperoleh hasil yang hampir sama dari masing-masing pengukuran bila dibandingkan harga rata-rata pengukuran yang berulang-ulang tersebut, maka dikatakan proses pengukuran itu mempunyai ketepatan yang tinggi.

3. Ukuran Dasar (Basic Size)
Ukuran dasar merupakan dimensi atau ukuran nominal dari suatu obyek ukur yang secara teoritis dianggap tidak mempunyai harga batas ataupun toleransi. Walaupun harga sebenarnya dari suatu obyek ukur tidak pernah diketahui, namun secara teoritis ukuran dasar tersebut diatas dianggap sebagai ukuran yang paling tepat. Dalam gambar teknik akan nampak jelas dimana letak dari ukuran dasar tersebut yang biasanya dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat. Dan kebanyakan pula ukuran dasar ini dipakai untuk mengkomunikasikan benda-benda yang berbentuk silindris melalui gambar teknik. Jadi ada istilah poros (shaft) dan istilah lubang (hole). Akan tetapi, tidak semua benda akan berbentuk poros dan lubang. Kalau demikian apakah penggunaaan istilah ukuran dasar ini bisa juga diterapkan pada bidang-bidang datar? Untuk ini dapat diganti istilah poros dan lubang dengan istilah-istilah ruangan padat dan ruangan kosong yang berarti ada pembatasan dari dua bidang singgung, misalnya tebal dari pasak dan lebar dari alur.

4. Toleransi ( Tolerance)
Toleransi memberi arti yang sangat penting sekali dalam dunia industri. Dalam proses pembuatan suatu produk banyak faktor yang terkait didalamnya, misalnya faktor alat dan operator. Oleh karena itu ukuran yang diperoleh tentu akan bervariasi. Variasi ukuran yang terjadi ini di satu pihak memang disengaja untuk dibuat, sedang dipihak lain adanya banyak faktor yang mempengaruhi proses pembuatannya. Dalam hal variasi ukuran yang sengaja dibuat ini sebetulnya ada tujuan-tujuan tertentu yang salah satunya adalah untuk memperoleh suatu produk yang berfungsi sesuai dengan yang direncanakan. Sudah tentu variasi-variasi ukuran ini ada batasnya dan batas-batas ini memang diperhatikan betul menurut keperluan. Batas-batas ukuran yang direncanakan tersebut menunjukkan variasi ukuran yang terletak diatas dan dibawah ukuran dasar (basic size). Dengan adanya variasi hargaharga
batas ini maka komponen-komponen yang dibuat dapat dipasangkan satu sama lain sehingga fungsi dari satuan unit komponen tersebut terpenuhi.

5. Harga batas (Limits)
Harga batas adalah ukuran atau dimensi maksimum dan minimum yang diizinkan dari suatu komponen, di atas dan di bawah ukuran besar (basic size). Pada pembahasan mengenai statistik dalam metrologi harga batas ini akan dibagi menjadi dua yaitu harga batas atas dan harga batas bawah.

6. Kelonggaran (Clearance)
Kelonggaran merupakan perbedaan ukuran antara pasangan suatu komponen dengan komponen lain di mana ukuran terbesar dari salah satu komponen adalah lebih kecil dari pada ukuran terkecil dari komponen yang lain. Contoh yang paling jelas misalnya pasangan antara poros dan lubang. Kelonggaran akan terjadi pada pasangan poros dan lubang tersebut apabila dimensi terluar dari poros lebih kecil dari pada dimensi terdalam dari lubang. Pembahasan kelonggaran ini akan disinggung lagi dalam pembahasan masalah suaian.

Tujuan Mempelajari Metrologi Industri

Mengapa metrologi industri harus dipelajari, khususnya bagi mereka yang bergerak di bidang industri? Mempelajari sesuatu tentu saja ada tujuan yang ingin dicapai. Demikian juga dengan belajar metrologi industri. Secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan mempelajari industri idealnya adalah menguasai seluk-beluk pengukuran sehingga bila di aplikasikan dibidang perindustrian akan diperoleh hasil/produk yang presisi dengan biaya yang semurah mungkin. Memang untuk memperoleh hasil yang ideal tidak mungkin seratus prosen dicapai. Akan tetapi, dengan dikuasainya seluk beluk pengukuran maka paling tidak sistem kerja industri yang efektif dan efisien bisa dipenuhi. Secara rinci

dapat juga dikemukakan disini bahwa tujuan mempelajari metrologi industri adalah:

  1. Dapat mengelola laboratorium pengukuran baik yang ada di industri maupun dibengkel kerja pada pendidikan ketrampilan teknik.
  2. Dapat menggunakan dan membaca skala alat-alat ukur dengan tepat dan benar.
  3. Dapat menentukan dan memilih alat-alat ukur yang tepat sesuai dengan bentuk dari obyek yang akan diukur.
  4. Dapat mengkalibrasi dan memelihara alat-alat ukur sehingga alatalat ukur tetap terjamin ketepatannya bila digunakan untuk pengukuran.
  5. Memiliki pengetahuan tentang sumber-sumber penyimpangan pengukuran dan dapat menentukan bagaimana caranya mengurangi seminimal mungkin penyimpangan tersebut.
  6. Dapat merendahkan biaya inspeksi semurah mungkin dengan penggunaan fasilitas yang ada secara efektif dan efisien.
  7. Dengan menguasai pengetahuan tentang kontrol kualitas, maka dapat membantu peningkatan produktifitas hasil kerja, baik hasil kerja dibidang pendidikan ketrampilan teknik maupun dibidang peridustrian.

Prinsip kerja dalam proses pengerolan pipa

Alat/mesin pengerol pipa merupakan salah satu alat/mesin tepat guna. Alat/mesin pengerol pipa adalah alat/mesin yang digunakan untuk mengerol pipa yang semula dalam bentuk lonjoran lurus berubah menjadi melengkung dan melengkungnya pipa ini disesuaikan sesuai kebutuhan dan kegunaan. Alat/mesin pengerol pipa ini menggunakan daya motor sebagai alat penggeraknya. Untuk pengerolan ini dibutuhkan penekanan pada bagian pipa yang akan dibuat melengkung.

Untuk konsep cara kerja alat/mesin ini memiliki persamaan dengan alat/mesin pengerol pipa secara manual. Dengan mempunyai dua roller sebagai penompang dan satu roller sebagai penekannya. Selain itu, penggunaan daya motor listrik pada mesin ini sangat membantu untuk mempermudah dalam proses pengerolannya karena hanya membutuhkan sedikit tenaga untuk memutar handle penekanannya. Pada roller penekan dihubungkan dengan handle oleh poros berulir sebagai penerus tekanannya. Handle ini akan diputar secara pelan-pelan saat alat/mesin dihidupkan.

Penekanan pada roller ini lah yang nantinya akan menentukan hasil dari pengerolan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka dalam memutar handle ini harus pelan-pelan dan terus menerus. Proses kerja pada alat/mesin ini dilakukan secara bolak balik dari arah kiri kekanan atau sebaliknya. Prinsip kerja dalam proses pengerolan pipa ini ada beberapa tahap yaitu:

1. Pengukuran benda kerja, pada tahap ini benda kerja ditentukan bagianbagian yang akan dilakukan proses pengerolan. Setelah itu, pada bagian yang akan dirol diberi tanda.

2. Pengerolan benda kerja, pada tahap ini benda kerja yang sudah diberi tanda selanjutnya akan dimulai proses pengerolan. Pada proses ini dilakukan secara berulang ulang dari kiri kekanan atau sebaliknya.

3. Pemeriksaan benda kerja, pada tahap ini benda kerja yang sudah dirol akan diperiksa kelengkungannya apakah sudah sesuai keinginan atau masih ingin dilakukan proses pengerolan lagi.

4. Pemeriksaan akhir, pada tahap ini benda kerja yang sudah selesai dirol akan diperiksa kembali. Untuk memeriksa apakah bentuknya sudah baik dan apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan.

Gambar Teknologi dan Langkah kerja mesin pengerol pipa

mesin Pengerol Pipa

Keterangan:

1. Rangka utama

2. Dudukan motor

3. Dudukan reduser

4. Slide

5. Tutup slide

6. Landasan slide

7. Handle

8. UCP

9. UCF

10. Gear sprocket 1 (single)

11. Gear sprocket 2 (double)

12. Gear sprocket 3 (Single)

13. Rantai 1 (RS 40)

14. Poros geser

15. Poros tetap

16. Roller

17. Reduser

18. Kopel

19. Motor

20. Rantai 2 (RS 50)

 

Langkah kerja dari alat/mesin pengerol pipa ini adalah:

a. Pipa diletakan pada tengah-tengah roller 1 dan roller 3

b. Masukan jack pada stop kontak

c. Tekan tombol ON ke kiri pada motor

d. Setelah motor hidup, maka poros akan berputar. Putaran motor ini ialah 1400 rpm.

e. Putaran motor ini akan diteruskan ke reduser dengan perbandingan 1:60 maka putaran akan menjadi 23,33 rpm pada reducer output.

f. Putaran dari poros motor ini akan ditransmisikan dengan rantai untuk menggerakan poros utama yang terhubung dengan roller. Roda gigi sprocket ini mempunyai perbandingan 1:1,5 maka putaran output menjadi 15,55 rpm.

g. Poros utama ini akan berputar ke arah kiri sehingga pipa pada roller akan berjalan ke arah kiri.

h. Handle secara pelan-pelan diputar sehingga menekan roller kedua dengan pipa, kemudian pipa sedikit demi sedikit akan melengkung.

i. Setelah pipa berjalan sampai ke batas ujung maka motor dimatikan

j. Tekan tombol OFF yang berada di tengah, maka mesin berhenti/mati

k. Kemudian tekan tombol ON ke kanan pada motor

l. Setelah motor hidup maka poros akan berputar

m. Poros utama ini akan berputar ke arah kanan, sehingga pipa pada roller akan berjalan ke arah kanan.

n. Handle secara pelan-pelan terus ditekan agar proses melengkungnya baik dan halus.

o. Proses ini dilakukan secara berulang-ulang ke kiri dan ke kanan sampai proses melengkunya sesuai kebutuhan.

p. Setelah selesai, motor dimatikan

q. Tekan tombol OFF pada motor