Nilai praktis dari media pembelajaran Menurut Oemar Hamalik

 Pendidikan

Oemar Hamalik (1986:27-31) terdapat beberapa nilai praktis dari media pembelajaran, antara lain :

1) Media pembelajaran dapat melampaui batas pengalaman pribadi siswa. Pengalaman pribadi yang dimiliki oleh siswa berbeda antara satu dengan lainnya. Perbedaan tersebut tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan untuk melakukan perjalanan, dan sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika siswa tidak mungkin dibawa ke obyek yang dipelajari secara langsung, maka obyeknyalah yang dibawa kepada siswa. Obyek dimaksud bisa dalam bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar–gambar yang dapat disajikan secara audio-visual dan audial

2) Media pembelajaran dapat melampaui batas-batas ruang kelas. Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik tentang suatu obyek, yang disebabkan, karena:

  •  Obyek terlalu besar, tidak mungkin untuk dibawa ke ruangan kelasdan tak mungkin dialaimi secara langsung dapat diganti dengan gambar, foto, slide, film, radio, atau model.
  • Obyek terlalu kecil yang tidak tampak oleh indera dapat disajikan dengan bantuan mikroskop, film, atau gambar.
  • Obyek yang bergerak terlalu lambat yang gerakannya sulit dilihat, dapat disajikan dengan film, video, slide, atau simulasi komputer sehingga gejala-gejalanya dapat diamati dan dipelajari..
  • Obyek yang bergerak terlalu cepat, sukar diamati dapat ditampilkan melalui rekaman video, film, foto, slide sehingga dapat diperlambat dan dapat diamati.
  •  Obyek yang terlalu kompleks dapat disederhanakan. f
  • Obyek yang bunyinya terlalu halus.
  • Obyek mengandung bahaya dan resiko tinggi.
  • Dan lain-lain sehingga penggunaan media yang tepat, semua obyek itu dapat disajikan kepada peserta didik.

3) Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara siswa dengan lingkungannya.

4) Media pembelajaran memberikan uniformitas/keseragaman dalam pengamatan. Pengamatan para siswa terhadap sesuatu biasanya berbeda-beda tergantung pada perangsang dan pengalamannya masing-masing. Melalui media pembelajaran guru dapat memberikan persepsi yang sama terhadap sesuatu benda atau peristiwa tertentu kepada para siswa yang berada dalam satu kelas. Persepsi yang sama akan menimbulkan pengertian dan pengalaman yang sama pula.

5) Media pembelajaran akan memberikan pengertian/konsep yang sebenarnya secara relistis dan teliti. Dengan menggunakan media pembelajaran seperti: gambar, model, film, dan lain-lain, para siswa dapat diberi konsep yang benar, tepat dan lengkap, tentang sesuatu yang sedang dipelajari.

6) Media pembelajaran membangkitkan keinginan dan minat-minat yang baru.

7) Media pembelajaran membangkitkan motivasi dan perangsang kegiatan belajar.

8) Media pembelajaran akan memberikan pengalaman yang menyeluruh. Pengalaman-pengalaman yang konkrit lambat laun menjadi/berintegrasi menjadi pengertian/kesimpulan-kesimpulan yang abstrak.

loading...

Author: 

No Responses

Comments are closed.