Mekanisme Pelunakan Pada Pengerjaan Panas

 artikel, Fabrikasi
loading...

Pada pengerjaan panas, suatu kenyataan yang mudah diamati adalah bahwa logam akan bersifat lunak. Selanjutnya pada kondisi ini logam dapat dibentuk dengan deformasi yang relatif besar tanpa menjadi mengalami keretakan. Kondisi ini dapat dijelaskan oleh adanya peristiwa pelunakan.Deformasi pada temperatur tinggi didefinisikan secara lebih tegas sebagai pembentukan yang dilakukan di atas temperatur rekristalisasi logam yang diproses. Dengan patokan bahwa temperatur rekristalisasi adalah sekitar 0,4 – 0,5 kali titik cair (dalam K), maka batas antara pengerjaan panas dan pengerjaan dingin menjadi jelas. Temperatur rekristalisasi baja adalah sekitar 500 – 723 0C, tembaga 250 – 400 0C, dst. Timah putih (Sn) yang dideformasi pada temperatur kamar sudah berarti diproses dengan pengerjaan panas, meskipun tidak panas pemanasan.

Proses Pengerjaan Panas

Logam yang dideformasi pada temperatur tinggi akan mengalami rekristalisasi selama proses deformasi dan setelah proses deformasi. Hal ini masing-masing dinamai rekristalisasi dinamis dan rekristalisasi statis. Istilah rekristalisasi statis dipakai untuk yang terjadinya setelah proses deformasi dan kata dinamis dipakai untuk yang terjadi selama berlangsungnya proses deformasi. Hal ini terjadi pada logam-logam yang mempunyai energi salah tumpuk (stacking fault energy) yang kecil, misalnya tembaga. Fenomena ini secara skematis diungkapkan pada. pada logam energi yang tumpuknya kecil, mekanisme recovery hanya sedikit peranannya dalam pelunakan, sehingga energi pendorongnya akan cukup besar, sehingga terjadi rekristalisasi.

Logam yang tinggi energi salah tumpuknya, misalnya aluminium, meskipun dideformasi pada temperatur tinggi seringkali mempunyai strukktur butir memanjang yang tidak mengalami rekristalisasi. Meskipun demikian, sifatnya lunak. Hal ini disebabkan oleh begitu besarnya peranan pelunakan oleh mekanisme recovery, khususnya recovery dinamis, sehingga energi pendorongnya rendah, dan tidak cukup untuk mendorong terjadinya rekristalisai dinamis. Struktur mikro penampang memanjang suatu batang aluminium yang diektrusi menunjukkan butir-butir yang memanjang di dalam. Pada bagian permukaan nampak butir-butir mengalami rekristalisasi, dalam hal ini rekristalisasi statis.

Author: 

No Responses

Comments are closed.