Langkah Pemotongan dengan Oksi-Asetilen

 artikel, Fabrikasi
loading...

Plat yang akan dipotong seharusnya diberi tanda berupa garis agar memudahkan proses pemotongan. Langkah kerja melakukan pemotongan sebagai berikut:

  1. Stel regulator gas asetilen pada tekanan 0,5 atmosfir, dan oksigen pada tekanan 2,5 hingga 4 atmosfir.
  2. Nyalakan nozel dan stel nyala api netral, lalu ceknyala api oksidasi untuk memotong dengan cara menekan platuk katup pemotong.
  3. Lakukan pemanasan awal (preheating) pada pada ujung benda kerja, . Suhu pemanasan awal 800 OC sampai 900 OC. Jarak nozel dengan permukaan yang akan dipotong (plat) sekitar 10 hingga 12 mm. Sedangkan jarak ujung nyala api dengan plat sekitar 5 mm. Arahkan nyala api potong secara
  4. vertikal jika menghendaki pemotongan yang tegak lurus.
  5. Melakukan pemotongan. Apabila suhu pemanasan awal telah mencapai 800 OC sampai 900 OC (berwarna merah tekan platuk potong sambil menggerakkan (menjalankan) brander potong secara perlahan sesuai ketentuan hingga terjadi pemotongan. Hasil pemotongan yang sejajar, baik, dan rapi, maka lebar celah pemotongannya sekitar 2 mm. Lebar celah pemotongan bervariasi antara 1 mm hingga 3 mm untuk ukuran nozel 8 sampai 21. Pada gambar tersebut diperlihatkan jika pemanasan awal diberikan terlalu banyak atau lebar, maka sisi tepi atas pemotongan akan berupa radius.
  6. Hasil Pemotongan.
    Hasil pemotongan yang baik yaitu, alur potong harus cukup kecil, permukaan potong harus halus, terak harus mudah terkelupas, dan sisi potong atas pemotongan tidak membulat. Untuk mendapatkan hasil yang baik, maka faktor kecepatan pemotongan, pemilihan ukuran nozel juga turut berperan. Jika nyala api awal terlalu besar maka sisi atas berbentuk bulat, apabila nyala api awal terlalu kecil maka proses oksidasi (pemotongan) akan terhenti.

Author: 

No Responses

Comments are closed.