Langkah-langkah penyetimbangan batu gerinda

 artikel, Fabrikasi
loading...

Pada kenyataannya setiap batu gerinda tidak mempunyai kerapatan yang sama pada setiap titiknya. Hal ini bisa dicek dengan cara memutar batu gerinda pada sumbunya, kemudian ditunggu sampai berhenti. Jika ada titik tertentu selalu berada di bawah, batu gerinda tidak setimbang. Batu gerinda ini jika akan digunakan harus disetimbangkan terlebih dahulu. Batu gerinda dikatakan setimbang apabila saat diputar pada sumbunya dapat berhenti di mana saja. Pada proses penggerindaan presisi, kesetimbangan batu gerinda merupakan hal yang sangat penting dibandingkan dengan penggerindan tangan/manual. Batu gerinda yang setimbang akan menghilangkan getaran, serta akan mendapatkan hasil yang permukaan yang lebih baik dan memakainya lebih mudah.

Dalam penyetimbangan batu gerinda ada beberapa peralatan yang dibutuhkan antara lain: collet batu gerinda, bobot penyetimbang, sumbu penyetimbang, dan dudukan penyetimbang. Bobot penyetimbang berfungsi untuk mengimbangi titiktitik yang lebih rapat (berat) dan dipasang pada alur muka yang ada pada collet. Langkah-langkah penyetimbangan batu gerinda sebagai berikut

Screenshot_90

  1. Batu gerinda yang terpasang pada arbor, diletakkan pada jalur penyetimbang. Posisi arbor harus tegak lurus dan di tengah kedua jalur penyetimbang. Untuk mendapatkan ketegaklurusan arbor, dapat menggunakan alat ukur waterpass.
  2. Batu gerinda dibiarkan bergulir ke kiri dan ke kanan dengan sendirinya sampai berhenti. Bagian yang terberat ada pada bagian yang terbawah (pusat gravitasi).
  3. Batu gerinda ditandai dengan kapur pada bagian teratas yang berlawanan dengan pusat gravitasi.
  4. Salah satu bobot penyetimbang dipasang dan dikencangkan searah dengan tanda kapur dan berlawanan dengan pusat gravitasi bumi. Jangan digeser selama penyetimbangan berlangsung. Dua bobot penyetimbang lainnya dipasang dekat dengan pusat gravitasi dan masing-masing mempunyai jarak yang sama ke bobot penyetimbang yang pertama
  5. Batu gerinda diletakkan kembali di posisi tengah jalur dudukan penyetimbang. Batu gerinda diputar 90° ke arah kanan dan dilepaskan sampai berhenti dengan sendirinya.
  6. Bila batu gerinda kembali pada posisi pertama, dua bobot penyetimbang harus diatur mendekati bobot penyetimbang yang pertama.
  7. Sebaliknya, bila batu gerinda bergulir berlawanan dengan posisi pertama (tanda kapur bawah), dua bobot penyetimbang harus digeser menjauhi bobot penyetimbang yang pertama.
  8. Batu gerinda dikatakan setimbang bila bisa

Author: 

No Responses

Comments are closed.