Kriteria Pembentukan

 artikel
loading...

Proses pembentukan lembaran pelat merupakan proses yang lebih  rumit, maka pengukuran sifat mekanis yang sederhana dengan uji  tarik menghasilkan data-data yang terbatas. Sejalan dengan  perkembangan waktu, sejumlah pengujian laboratorium telah  dikembangkan untuk mengevaluasi kemampubentukan bahan  lembaran. Uji mangkuk datar berdasar Swiftadalah pengujian yang  dibakukan untuk penarikan dalam. Kemampuan tarik dinyatakan  sebagai besaran perbandingan batas penarikan. Pada uji Olsendan  Erichsen,lembaran diklem diantara 2 cetakan cincin, sementara  penekanan biasanya berupa bola, ditekankan pada lembaran hingga  pecah.

Kedalaman penggembungan sebelum lembaran pecah, diukur. Uji ini  membebani lembaran dengan rentangan, sementara uji Swiftpada  hakekatnya merupakan penarikan dalam murni. Akan tetapi, sebagian  besar proses pembentukan lembaran merupakan kombinasi dari  perentangan dwi sumbu dan penarikan dalam. Uji Fukui,yang  menghasilkan mangkuk kerucut dengan menggunakan penekan ½  bola, juga merupakan kombinasi antara perentangan dan penarikan  dalam.

Kemampuan Bentukan

Teknik yang sangat berguna untuk mengendalikan kegagalan pada  pembentukan logam lembaran adalah diagram batas pembentukan.  Permukaan lembaran diberi kisi lingkaran, yang dibuat dengan cara  elektro kimia. Apabila logam mengalami deformasi, maka lingkaran  berubah menjadi elips. Sumbu pendek dan sumbu panjang elips  menyatakan dua buah regangan utama. Regangan dalam dua arah ini  diukur sebagai perubahan sumbu-sumbu panjang yang pendek.  Regangan ini pada setiap titik permukaan, kemudian dibandingkan  dengan diagram Keeler Goodwin untuk suatu bahan. Keadaan  regangan di atas kurva menyatakan kegagalan, sedangkan dibawahnya tidak menyebabkan perpatahan. Sebagai contoh, titik A adalah titik yanbg mengalami kegagalan, tetapi jida distribusi  regangan diubah (mungkin dengan mengubah jari-jari cetakan), maka  dapat digerakkan ke titik B, yang tidak menyebabkan kegagalan  logam. Kurva kegagalan untuk daerah tarik-tekan telah diselidiki oleh  Keeler dan hampir tetap untuk berbagai jenis baja karbon rendah.  Logam-logam yang lain, seperti aluminium mempunyai kurva yang  berbeda. Penentuan daerah tarik-tekan pertama kali dilakukan oleh  Goodwin.

Pendekatan lain untuk meramalkan kemampu bentukan lembaran  adalah analisis bentuk tarikan rentang. Batas pembentukan bahan  ditentukan dengan menggunakan uji Olsen dan uji pelengkungan  mangkuk (cupping) Swift. Kemudian bahan uji dipotong-potong  menjadi bentuk-bentuk yang sederhana dan besar tarikan atau  rentangan dihitung dari geometrinya. Hasil yang diperoleh  memberikan diagram batas pembentukan dan tingkat pembentukan  yang dapat dicapai.

Author: 

599 Responses

Comments are closed.