Komponen Utama GENSET

 artikel
loading...

1. Main Stator (armature coil)

Pada stator (bagian yang diam) terdapat kumparan kawat yang akan memotong medan magnet pada saat magnet pada generator itu sudah berputar, kumparan kawat pada stator itu dihubungkan bermacam‐macam tergantung kebutuhan dan tergantung jumlah kumparan seperti terlihat pada technical data connection dibawah. Stator terdiri dari lapisan plate besi dengan diameter dalam sebesar rotor dan diameter luar sama dengan generator frame dan dililit dengan armature coil sampai rata dengan permukaan plate besi. Armature coil terdiri dari beberapa lapisan tembaga. Pada permukaan conductor dilapisi dengan insulator dan vanish. Konduktor nantinya akan dihubungkan dengan Star conection untuk menghasilkan arus (AC) yang dikeluarkan oleh field coil ke external 3‐phase lines.

Main Stator

Kesimpulan dari main stator: Kumparan 3 phasa, Menghasilkan tegangan AC, Kumparan output generator

2. Rotor

Rotor pada generator secara langsung dihubungkan dengan engine flywheel menggunakan coupling dan pada ujung yang lain disupport dengan bearing. Rotor terdiri dari rotor shaft dan gabungan dari besi plat (layer built steel disc). Lapisan steel disc yang menyerupai cylinder dibuat sesuai dengan panjang groove. Setiap groove dililit oleh conductor yang berfungsi sebagai field coil disekeliling rotor. Sesuai dengan bentuknya rotor dibagi menjadi dua type yaitu : a. Cylindrical type b. Salient type

Rotor

Pada rotor ini terdapat jumlah kutub magnet yang akan mempengaruhi banyaknya putaran per menit yang harus bekerja untuk menimbulkan frekuensi yang diinginkan.

Kesimpulan dari main rotor: Kumparan 1 fasa; Menerima arus DC dari penyearah (main rectifier); Fungsinya menghasilkan medan magnet utama yang selanjutnya menginduksikan GGL ke main stator.

3. Exciter

Terdapat 2 bagian pada exciter, yakni:

a. Exciter Stator: merupakan kumparan 1 phase yang menerima arus DC dari AVR untuk membangkitkan medan magnet dan selanjutnya menginduksi GGL ke dalam kumparan exciter rotor.

b. Exciter Rotor: merupakan kumparan 3 phase terhubung star, meneerima tegangan induksi AC dari exciter stator dan kemudian diteruskan ke kumparan main rotor melalui rectifier, atau berfungsi sebagai sumber arus untuk penguat ke field coil generator utama yaitu dengan cara merubah output tegangan dari AC ke DC melalui rotating dioda.

Exciter

 

4. Rotating Rectifier

Terdiri dari 6 buah diode, 3 forward dan 3 reverse. Berfungsi sebagai penyearah arus AC yang dihasilkan exciter rotor menjadi arus DC untuk penguatan pada main rotor.

Rotating Rectifier

5. Varistor (Surge Suppressor)

Fungsi surge suppressor/varistor yaitu untuk melindungi diode set dari sentakan/surge yang diakibatkan oleh perubahan arus yang besar pada main stator, seperti : petir, beban besar yang hilang secara mendadak, gangguan pada saat paralel, dan lain-lain.

Varistor

6.  AVR (Automatic Voltage Regulator)

Komponen elektronik terpadu untuk mengontrol tegangan keluaran generator; menerima daya AC dari kumparan main stator atau kumparan sumber tegangan tambahan (PMG atau aux winding) dan tegangan sensing dari kumparan main stator, mengolah dan akhirnya mengeluarkan arus DC ke kumparan exciter stator. Atau disebut juga instrument pada genset dalam bentuk modul yang berfungsi untuk mengatur setting secara otomatis output tegangan maupun kapasitas dari genset yang dipasang.

AVR

Pada type generator tertentu, system eksitasi (penguatan) untuk membuat kemagnetan pada exciter stator menggunakan system terpisah dengan menggunakan Permanen Magnet Generator (PMG), dengan komponen sebagai berikut:

a. PM Stator: kumparan 3 fasa terhubung star, mengeluarkan tegangan AC 100 volt untuk mengatur AVR.

b. PM Rotor: merupakan magnet permanen, menginduksikan medan magnet ke dalam kumparan PM stator.

Author: 

No Responses

Comments are closed.