klasifikasi dari jenis pembangkit dilihat dari daya ke luaran turbin

 artikel
loading...

Perkembangan teknologi turbin kelihatan berkembang cepat mulai abad 18 dan 19. Daya dan efisiensi turbin yang dihasilkan semakin tinggi dan sejak saat itu, turbin mulai diproduksi komersial di industri-industri. Pada tahun 1750, J.A. Segner membuat roda jalan dimana roda jalan ini  menerima gaya impuls dari jet air sehingga dapat memutar turbin. Pada tahun 1824, Burdin orang Prancis, mengenalkan desain turbinnya untuk desertasi, selanjutnya pada tahun 1827, Fourneyron membuat turbin dengan diameter roda jalan 500 mm, dapat menghasilkan daya 20 – 30 kW

Sebelum melakukan pembangunan pusat pembangkit listrik tenaga air, diperlukan uji kelayakan terhadap sumber air yang akan dimanfaatkan energi potensialnya. Terutama ketersedian head dan kapasitas terpenuhi dari bendungan atau waduk untuk beban yang dirancang. Ada beberapa kategori head tersedia yang diklasifikasikan sebagai berikut
1. head tinggi ( lebih dari 240 m)
2. head sedang ( 30 m to 240 m)
3. head rendah ( kurang dari 30 m )

Turbin air

Tingkat head sumber air

Setelah mengetahui ketersedian head yang ada, selanjutnya menentukan jenis turbin dan beban yang terpasang. Beban yang terpasang atau daya ke luaran yang direncankan tidak boleh melampaui dari ketersedian energi potensial air, karena efisiensi maksimum operasi tidak akan tercapai dan dari segi ekonomis merugikan. Berikut ini klasifikasi dari jenis pembangkit dilihat dari daya ke luaran turbin ;
1. Large-hydro; daya ke luaran sampai 100 MW
2. Medium-hydro; daya ke luaran mulai 15 – 100 MW
3. Small-hydro;daya ke luaran mulai 1 – 15 MW
4. Mini-hydro daya ke luaran mulai 100 kW- 1 MW
5. Micro-hydro ;daya ke luaran sampai dari 5kW – 100 kW
6. Pico-hydro ;daya ke luaran sampai 5kW

Author: 

No Responses

Comments are closed.