Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar

 artikel, Pendidikan
loading...

Menurut Wasty Soemanto, 2012:113 faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dapat digolongkan menjadi tiga macam yaitu:

faktor-yang-mempengaruhi-prestasi-belajar

1) faktor-faktor stimuli belajar.

Faktor stimuli belajar yaitu segala hal di luar individu yang merangsang individu untuk mengadakan reaksi atau perbuatan belajar. Berikut ini dikemukakan beberapa hal yang berhubungan dengan faktor-faktor stimuli belajar:

a) panjangnya bahan pelajaran

b) kesulitan bahan pelajaran

c) berartinya bahan pelajaran

d) berat ringannya tugas

e) sarana lingkungan eksternal: menyangkut cuaca, kondisi tempat (kebersihan, letak sekolah, ketenangan, dll), waktu (pagi, siang, sore), penerangan (terang, bersinar, dll)

2) faktor-faktor metode belajar.

Faktor metode belajar yaitu metode mengajar yang dipakai guru sangat mempengaruhi metode belajar yang dipakai oleh si pelajar. Dengan perkataan lain, metode yang dipakai oleh guru menimbulkan perbedaan yang berarti bagi proses belajar. Faktor-faktor metode belajar menyangkut hal-hal berikut:

a) kegiatan berlatih atau praktek. Berlatih dapat diberikan secara maraton (non stop) atau secara terdistribusi (dengan selingan waktu-waktu istirahat). Latihan yang dilakukan secara maraton dapat melelahkan dan membosankan, sedang yang terdistribusi menjamin terpeliharanya stamina dan kegairahan belajar.

b) overlearning dan drill. Untuk kegiatan yang bersifat abstrak misalnya menghafal atau mengingat maka overlearning sangat diperlukan. Overlearning dilakukan untuk mengurangi kelupaan dalam mengingat keterampilan yang pernah dipelajari tetapi dalam sementara waktu tidak dipraktekkan. Drill juga sama hanya berlaku bagi kegiatan berlatih abstraksi misalnya berhitung. Baik drill maupun overlearning berguna untuk memantapkan reaksi dalam belajar.

c) resitasi. Resitasi selama belajar sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan membaca itu sendiri, maupun untuk menghafalkan bahan pelajaran. Dalam praktek, setelah diadakan kegiatan membaca atau penyajian materi, kemudian si pelajar berusaha menghafalnya tanpa melihat bacaannya.

d) pengenalan tentang hasil-hasil belajar. Hal ini sangat penting, karena mengetahui hasil-hasil yang sudah dicapai, seseorang akan lebih berusaha meningkatkan hasil belajar selanjutnya.

e) belajar dengan keseluruhan dan dengan bagian-bagian. Apabila kedua proses ini dipakai secara simultan, ternyata belajar mulai dari keseluruhan ke bagian-bagian adalah lebih menguntungkan daripada belajar mulai dari bagian-bagian.

f) penggunaan modalitas indra. Modalitas indra yang dipakai oleh masing- masing individu dalam belajar tidak sama. Sehubungan dengan itu, ada tiga impresi yang penting dalam belajar, yaitu: oral (perlu membaca atau mengucapkan materi pelajaran dengan nyaring atau mendengarkan bacaan atau ucapan orang lain), visual (banyak menggunakan fungsi indra penglihatan), dan kinestetik (banyak menggunakan fungsi motorik).

g) penggunaan dalam belajar. Arah perhatian seseorang sangat penting bagi belajarnya. Belajar tanpa set adalah kurang efektif.

h) bimbingan dalam belajar. Bimbingan yang terlalu banyak diberikan orang lain atau guru, cenderung membuat si pelajar menjadi tergantung. Bimbingan dapat diberikan dalam batas-batas yang diperlukan oleh individu.

i) kondisi-kondisi insentif. Insentif adalah objek atau situasi eksternal yang dapat memenuhi motif individu, intensif merupakan alat untuk mencapai tujuan

3) faktor-faktor individual.

Faktor individual sangat besar pengaruhnya terhadap belajar seseorang yaitu:

a) kematangan. Dicapai individu dari proses pertumbuhan fisiologisnya termasuk sistem syaraf dan otak menjadi berkembang.

b) faktor usia kronologis. Pertambahan usia selalu dibarengi dengan proses pertumbuhan dan perkembangan. Semakin tua usia individu, semakin meningkat pula kematangan berbagai fungsi fisiologis.

c) faktor perbedaan jenis kelamin. Fakta menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang berarti antara pria dan wanita dalam hal intelegensi. Barangkali yang membedakan adalah dalam hal peranan dan perhatiannya terhadap sesuatu pekerjaan, dan inipun merupakan akibat pengaruh kultural.

d) pengalaman sebelumnya. Pengalaman yang diperoleh oleh individu ikut mempengaruhi hal belajar yang bersangkutan, terutama pada transfer belajarnya.

e) kapasitas mental. Dapat diukur dengan tes-tes intelegensi dan tes-tes bakat. Intelegensi seseorang ikut menentukan prestasi belajar seseorang.

f) kondisi kesehatan jasmani. Orang yang belajar membutuhkan kondisi bahan yang sehat. Orang yang badannya sakit tidak akan dapat belajar dengan efektif.

g) kondisi kesehatan rohani. Gangguan serta cacat mental pada seseorang mengganggu hal belajar orang yang bersangkutan.

h) motivasi. Motivasi sangat penting bagi proses belajar, karena motivasi menggerakkan organisme, mengarahkan tindakan, serta memilih tujuan belajar yang dirasa paling berguna bagi kehidupan individu

Author: 

No Responses

Comments are closed.