Faktor–faktor yang Mempengaruhi Perakitan

 artikel
loading...
  • ƒJenis bahan logam yang akan dirakit
    Setiap jenis bahan mempunyai sifat-sifat khusus dari bahan  lainnya, sehingga sewaktu dilakukan perakitan jenis bahan  sebelumnya harus diketahui sifat-sifatnya. Sebab dengan  diketahuinya sifat-sifat bahan ini sangat berpengaruh terhadap  pemilihan metode penyambungan. Misalnya jenis bahan  aluminium yang akan dirakit mempunyai kesulitan apabila dilas,  untuk itu dicari alternatif lain untuk proses penyambungan yakni  dengan memperhitungkan dan mempertimbangkan proses kerja  yang lebih mudah dan efisien.
  • Kekuatan yang dibutuhkan
    Pertimbangan kekuatan yang dibutuhkan untuk suatu konstruksi,  sebaiknya telah dihitung sewaktu merencanakan konstruksi  sambungan yang akan dikerjakan. Hal ini dengan mempertimbangkan untuk apa konstruksi itu digunakan dengan dasar  ini maka kita dapat memilih metode penyambungan dalam  perakitan.  Dasar pertimbangan ini adalah dengan meninjau proses kerja  yang mudah dan sesuai untuk kekuatan konstruksi sambungan  yang diminta.
  • Pemilihan metode penyambungan
    Pemilihan metode penyabungan ini sangat erat hubungannya  dengan jenis bahan dan kekuatan sambungan yang dibutuhkan.
    Sebab setiap metode penyambungan mempunyai keistimewaan  tersendiri. Apabila kita salah dalam memilih metode  penyambungan, maka akibatnya komponen yang kita rakit  kurang baik hasilnya atau kemungkinan rusak. Seperti pada  penyambungan komponen dari pelat baja tipis, jika  menggunakan sambungan las pelat akan dapat tersambung kuat  dan rapat. Sebaliknya, pelat akan melengkung akibat pengaruh  panas pengelesan.  Pemilihan metode keling (riveting) atau las tahanan mungkin  lebih baik hasilnya dari pengelasan biasa.
  • Pemilihan Metode Penguatan
    Penguatan pelat bertujuan untuk memberikan kekakuan pada  pelat yang mengalami proses pembentukan. Karena bahan dasar pelat ini relatif tipis, maka biasanya dibutuhkan penguatanpenguatan pada pelat baik pada tepi maupun bodi. Pemilihan  penguatan ini disesuaikan dengan bentuk konstruksi yang  dihasilkan. Seperti contoh dalam pembuatan silinder dari bahan  pelat tipis maka tepi silinder akan menghasilkan ketajaman dan  mudah lentur, maka kodisi ini akan memberikan pertimbangan  untuk menambah kawat pada tepi silinder tersebut. Penambahan  kawat dengan lipatan ini akan memberikan tepi pelat menjadi  tidak tajam dan kuat.
  • Penggunaan Alat Bantu Perakitan
    Alat-alat bantu dalam perakitan harus dipertimbangkan berdasarkan bentuk-bentuk konstruksi. Konstruksi yang terdiri dari  jumlah komponen yang banyak membutuhkan alat bantu  perakitan. Alat bantu ini terutama dibutuhkan untuk memproduksi  suatu alat dalam jumlah yang relatif besar. Alat bantu yang  dibutuhkan seperti Jigdan fixture. Alat-alat bantu sederhana  yang dibutuhkan diantaranya klem penjepit, mal-mal dan  sebagainya.
  • ƒToleransi
    Toleransi dalam perakitan dipertimbangkan berdasarkan  pasangan antara elemen yang dirakit menjadi komponen yang  lebih besar. Toleransi untuk pasangan ini dikenal dengan istilah  interchange ability (sifat mampu tukar). Patokan dasar dalam  perakitan harus ditentukan terlebih dahulu sebagai acuan dasar  untuk merangkai komponen yang lain.
  • Bentuk /Tampilan
    Tampilan suatu produk sangat mempengaruhi terhadap nilai jual  produk itu sendiri. Tampilan pada dasarnya diawali dari gambar  atau desainnya. Tampilan disesuaikan dengan penggunaan  konstruksi di lapangan.
  • Ergonomis
    Ergonomis yang dimaksud dalam perakitan ini adalah  kesesuaian antara produk dengan kenyamanan si pemakai (end  user) . Artinya apabila produk ini digunakan tidak menimbulkan  cepat letih, membahayakan, membosankan, dan sebagainya.
  • Finishing
    Finishingatau pekerjaan akhir merupakan bagian yang sangat  penting dalam proses perakitan. Finishingini akan memberikan  tampilan terhadap nilai jual produk.

Author: 

No Responses

Comments are closed.