Dedusting

 artikel
loading...




Pengertian
Dengan debu gas yang dihisap dari dapur listrik (electric are furnace), pada saat peleburan baja yang mana debu gas tersebut masih cukuplah tinggi temperaturnya 500 derajat celcius.Dengan melalui system pipa circulation-pendinginan yang berupa cerobong besar berdiameter 1918 mm dan terdiri dari pipa pendingin yag kecil-kecil denagn diameter 13/4 inch yang membetuk lingkaran sebanyak 82 buah pipa.
Cerobong besar terdiri dari pipa kecil tersebut mempunyai 8 section dan setiap section tidak sama tinggi dan panjangnya, maka terpasang menjadi satu komponen dengan panjang ketinggian 43.750 mm dari daur listrik (electric arc furnace).
Pengisapan debu gasnya sendiri melalui motor ID-FAN yang menggerakan impeller sehingga debu gas terbawa sampai temperature yang di inginkan minimal 40 derajat celcius sampai 50 derajat celcius dengan melalui tahapan-tahapan alat penunjang deduting

Alat-alat penunjang dedusting

1.Moveable sleeve
Alat yang dapat mengerakan duct atau cerobong-cerobong pipa besar yang bisa digerakan oleh pneumatic cylinder untuk mengatur udara masuk dari luar yang berguna mengurai temperatur.Pada saat furnace operasi yang tidak boleh melebihi temperature 120 derajat celcius, apabila melebihi dari temperature terebut maka dilution air flap akan membuak udara bantu dari luar untuk mendinginkan temperatur.

2.Chute dan sliding gate
Digunakan untuk menampung debu yang lebih kasar pada waktu dapur listrik (EAF) operasi atau melebur baja cair.Maka debu yang kasar dan berat tidak terhisap langsung oleh ID FAN yang digerakan oleh motor yang menghubugkan ke shaf impeller.Maka kotoran debu yang lebih berat akan jatuh kedalam chute penampungan.Dan kalau tidak ada chute penampungan debu kotoran akan menggupal dan mengerakan pada tikungan ( elbow).
Untuk sliding gatenya sendiri gunanya untuk membuka dan menutup yang digerakan oleh pneumatic cylinder yang dilengkapi proximity electric dengan langkah yang bisa di atur.

3.DEC – Damper
Alat ini berfungsi untu mengatur membuka dan menutup tak ubahnya seperti gerak kaca nako yang digerakan oleh electric actuating drive, bisa secara manual atau secara automatic arc furnace operasi.sehingga debu gas yang masuk atau yag dihisap oleh motor ID-Fan yang dihubungkan dengan impeller dapat sedikit atau banyak debu yang masuk.

4.Dilution air flap
Alat ini berfungi apabila temperatur pada saat peleburan melebihi 120 derajat celcius, maka dilution air flap akan bekerja dipasang alat sensor temperature dengan memakai alat penggerak electric actualting drive membuka 100 %, maka udara bantu dari luar masuk melalui flap.
Apabila temperaturnya sudah normal kembali di bawah 120 derajat celcius, maka dilution air flap kan menutup kembali secara automatic.

5.Canopy
Canopy ialah suatu cerobong pipa besar (duct),yang berfungi untuk mengisap debu yang bertebangan keatas pada saat furnace operasi dengan diameter pipa 3.800 mm.
Canopy tersebut dilengkapi dengan DEC-Damper yang bisa membuka dan menutup secara automatic yang digerakan oleh electric actuating drive.
Untuk penghisap debu itu sendiri mempergunakan ID-FAN sebagai alat transfer, pada waktu furnace akan operasi diisi scrap dahulu sebelumnya roof ( tutup furnace ) dibuka dan harus naik bersama-sama electoda yang digerakan hydraulic dan bisa di operasikan swing atau bergerak kesamping
Scrap sendiri dimasukan bucket penampung,lalu dijatuhkan secara berlahan-lahan kedalam dapur listrik (electric arc furnace ) maka terjadi debu gas yang panas naik keatas atau bertebrangan disitulah canopy sebagai alat penyalur untuk masuknya debu.

6.Mixing champer
Suatu ruangan besar untuk penampung debu yang kasar dari ke 2 furnace pada saat operasi.Didalam mixing champer sendiri terpasang kisi-kisi plate yang berbentuk radius yang memanjang berguna untuk menahan debu kasar yang kasar yang jatuh agar jangan mengenai langsung dan plate dindingpun tidak cepat aus.
Masuknya debu ke mixing champer karena adanya ID-FAN yang selalu operasi langsung menghisap debu setiap furnace dioperasikan.Debu-debu yang kasar tadi jatuh ke screw conveyor yang siap untuk ditrasfer kea lat penunjang berikutnya.
Namun untuk debu yang halusnya langsung ke baghouse filter dan disitulah terjadi pemisahan debu dengan gas.

7.Screw conveyor
Alat pembawa debu yang digerakan oleh motor yang dihubungkan ke gear box meneruskan putaran torgue dari proses yang lain dengan merubah jumlah putaran.
Fungsi dan bentuk screw conveyor sendiri adalah berbentuk spiral yang memanjang untuk menarik debu yang akan di transfer dan dikeluarkan melalui lubang segi empat paling ujung bagian bawah

8.Rotary valve
Alat yang dapat berputar yang digerakan oleh suatu motor yang dihubungkan kegear-box meneruskan putaran torque dari poros ke poros lain dengan merubah jumlah putaran dari tinggi ke putaran rendah atau mengurai putaran.
Fungsi dan bentuk dari rotary valve sendiri ialah berbentuk bilah-bilah atau sudu-sudu dan tak ubahnya seperti buah blimbing.Hanya pada rotary valve berbentuk bilah atau sudu Dengan masuknya debu ke bilah-bilah melalui lubang empat persegi panjang dari bagian atas, lalu keluar melalui lubang empat persegi panjang bagian atas.

9.Draglink converor
Fungsi draglink ialah untuk membawa debu dari seluruh kamar yang dibawa masing-masing screw conveyor, kemudian diteruskan ke rotary valve lalu jatuh ke draglink conveyor.
Dranglink convery sendiri digerakan oleh gear motor yang menghubungkan shaft sprocket dan roda gigi untuk motor dengan memakai rantai sebagai penerus yang menjadi satu unit component untuk bisa di gerakan.

10.Maintenance unit
Maintenance unit dengan auomatic drain dipasang pada bagian atas rumah filter dan pressure gange (manometer) harus menunjukan tekanan operasi dengan arah dari pada aliran udara pada filter unit.
Setiap maintenance unit dilengkapi dengan sebuah check valve, check valeve ini dipasang pada bagian depan maintenance.Bila compressed air lembab maka maintenance unti ini akan memisahkan kandungan air sehingga udara yang digunakan tetap kering

11.Diaphragma valve
System diaphragma yang terpasang hampir seluruhnya dipergunakan difilter untuk pembersih dan menjatuhkan debu dari dinding filter yang mempergunakan udara sebagai udara tekan yang cara kerjanya memakai system electric control.
Cara kerja diaphragma ialah untuk membuka valve yang dipasang pada satu unit control electronic yang mana coil harus bekerja dan magnetic core yang diluarnya akan tertarik kedalam melalui lubang pembuka, sehingga udara tekan akan keluar melalui ruangan pipa lubang pembuka.Karena udara tidak dapat keluar melalui lubang secepat lubang pembuka, maka ruangan tersebut menjadi kehilangan tekanan, sehingga diaphragm menjadi terangkat atau terbuka.Bila power untuk coil dan core diputus maka lubang akan tertutup.Dengan melalui lubang saluran maka udara tekan akan memenuhi ruangan dan menekan diaphragma duduk pada tempatnya.


12.Pneumatic cylinder
Langkah kerjanya hanya satu arah maju dan mundur bias diposisikan dimana saja yang kita inginkan, sesuai dengan benda yang akan di pasang ada hubunganya dengan pneumatic cylinder.

13.Bucket elevator
Cara kerja debu masuk pada chute bagian bawah dari ke 3 arah pertama dari mixing chamber ke 2 dari baghouse filter yang terkumpul di bak penampung ( dust collecting hopper).
Ke 3 dari continuous peeding system 2 yang berupa debu sponge dan batu kapur, disitulah debu terkumpul menjadi satu.Kemudian dibawa keatas melalui mangkok-mangkok belt elevator dengan memakai baut tersebut diatas, maka debu akan jatuh pada chute saluran atas yang menuju ke silo.

14.Silo
Silo ialah tempat penampungan debu dari ke 2 furnace plus continous feeding system 2.Untuk penampungan debu ke silo melalui beberapa tahapan.
1)Dari mixing champer debu yang kasar
2)Dari baghouse filter, debu halus yang sudah terpisah dengan gas
3)Dari continous feeding system 2 yaitu debu sponge dan batu kapur

Dari ke tiga semuanya ini dibawa melalui screw conveyor yang menjadi satu saluran yaitu ke chute.Kemudian masuk kebagian bawah elevator dan di angkut ke atas melalui bucket (mangkok) yang berupa sudu-sudu yang menempel pada belt elevator yang dibuat menjadi satu dan digerakan oleh motor gear box dan akhirnya debu dimasukan kedalam silo yang siap untuk dibuka ke truck.Untuk pembuanganya deu ke truc juga elalui chute silo di bagian bawah yang dilengkapi dengan slide gate sewaktu-watu dapat diblocking untuk perbaikan yang lainnya.
Diantaranya rotary valev ,motor lift dan loading chute dari rotary valve tersebut debu masuk dan keluar melalui lubang bawah segi empat dengan dibantu udara tekan dipasang diaphragm valve untuk mengatur udarnya.Sehingga debu yang keluar melalui rotary valve sangat deras.
Dari rotary valve debu melalui loading chute , loading chute sendiri bias nak turun yang digerakan oleh motor lift utnuk mengukur beberapa ketinggian truck tersebut, sehingga debu yang jatuh kedalam bak truck tidak berterbangan atau acak-acakan.
Debu yang ditampung ke dalam silo berkapasitas minimum 60 ton yang sudah disetting untuk menunjukan alarm maximum 70 ton.

Author: 

654 Responses

Comments are closed.