Category Archives: Uncategorized

Teknik mengelas fillet

Salah satu kompetensi las yang akan dipelajari di sini adalah pembuatan fillet. Materi ini dipilih karena keterbatasan bahan sehingga sekolah tidak dapat mengajarkan kompetensi yang lebih mendalam lagi. Teknik dalam pembuatan fillet yaitu:

1) pengelasan fillet diawali dengan las titik (tack weld) terlebih dahulu.

proses-tack-weld

Proses Tack-weld

2) pengelasan fillet digunakan untuk membuat sambungan T. Proses pengelasan menggunakan busur pendek, hal itu bertujuan untuk menghasilkan fusi (peleburan) yang bagus pada tembusan las maupun di sepanjang tepi pengelasan.

3) posisi elektroda membentuk sudut 45° terhadap dua permukaan benda kerja dan condong 5-15° ke arah pengelasan.

sudut-yang-digunakan-saat-mengelas-fillet

4) pembuatan jalur fillet menggunakan teknik ayun setengah lingkaran.

sudut-yang-digunakan-saat-mengelas-fillet

Teknik Gerakan Elektroda

5) pengelasan fillet dengan menggunakan tebal benda kerja 1/2 inchi, paling tidak harus menghasilkan tumpukan alur sekitar 1/2 inchi.

perbandingan-tebal-benda-kerja-dengan-tebal-tumpukan-alur

Perbandingan Tebal Benda Kerja dengan Tebal Tumpukan Alur

BBB- Writing At Home Jobs

Consider wood and wood mulches due to their longlasting splendor. Advertisement Carefully examine your garden, lawn and general panorama. Assess the locations where you will apply mulch. Make note of your sizes. Determine the amount of mulch you write my essays us will need in cubic yards. One cubic yard (27 cubic feet) will provide 1-inch of insurance over 324 square feet. Continue reading

Simbol Directional Control Valve

Simbol dasar Directional control valve terdiri dari satu atau lebih basic envelopes seperti yang terlihat pada baris atas simbol. Jumlah envelopes yang dipakai untuk  melambangkan jumlah posisi valve dapat dipindahkan. Pemindahan dan posisi  valve akan dibahas lebih rinci pada waktu mendatang.

Penutup valve dan port

Penutup valve dan port

Selanjutnya adalah valve port, atau titik persambungan (junction) untuk inlet, outlet dan saluran kerja. Simbol pertama pada bagian kiri memiliki dua port dan biasanya  dianggap sebagai valve dua jalur, jangan disalah artikan sebagai valve dua posisi  seperti yang terlihat pada bagian tengah baris teratas. Valve dapat saja memiliki  sebanyak yang dibutuhkan posisi atau port-nya, namun kebanyakan hanya  berjumlah 1-3 posisi dan 5 atau kurang port.

Dua simbol lainnya menggambarkan pengaturan port yang biasa dilakukan untuk  valve tiga dan empat jalur. Istilah dua, tida dan empat jalur valve tidak harus berarti  bahwa valve memiliki dua, tiga atau empat port, namun lebih ditujukan pada jumlah  aliran port yang ada diantara mereka. Contoh dari hal ini akan dibahas setelah kita  membahas saluran internal.

Tempa Menggunakan Die Cetakkan

Pengerjaan tempa dapat juga dilakukan dengan menggunakan  cetakkan atau die . Penggunaan cetakan ini dilakukan pada mesin  hammer untuk pembuatan berbagai macam produk tempa. Pada  dasarnya pengerjaan tempa dengan menggunakan die dapat  diketahui dengan meletakkan benda kerja dalam keadaan panas  diantara kedua die atas dan bawah, selanjutnya die  ditekan dengan hammer. Sampai kedua die atas dan bawah  merapat. Pembentukan dengan teknik ini sangat menguntungkan  apabila profil produk yang dihasilkan mempunyai bentuk kombinasi  dan dapat di produksi dalam jumlah besar.

Untuk menghasilkan suatu produksi yang baik dan memenuhi  standar pada proses tempa ini dilakukan dengan menghitung  volume awal pada saat benda belum terbentuk dan volume benda  pada saat benda sesudah dibentuk. Secara matematis antara  volume benda sebelum dibentuk dan sesudah dibentuk harus  sama. Kesulitan yang mungkin dapat terjadi apabila bentuk benda  yang diinginkan tidak beraturan sehingga menyulitkan untuk  menganalisis volume bentuk benda yang diinginkan.

Beberapa Model Penempaan

Beberapa Model Penempaan

Pada gambar di atas terlihat beberapa model penempaan yang  dilakukan dengan menggunakan die. Bentuk awal benda sebelum  ditempa berbentuk silinder bulat dan setelah mengalami proses  penempaan diperlihatkan menjadi bentuk-bentuk profil simetris.

Jenis Pelat yang tersedia di pasaran

Lembaran-lembaran pelat yang tersedia di pasaran terdiri berbagai macam jenis bahan diantaranya:

  1. Pelat Seng
  2. Pelat Baja
  3. Pelat Baja Paduan
  4. Pelat Alumanium
  5. Pelat Alumanium campuran (alloy)
  6. Pelat Tembaga
  7. Pelat Kuningan
  8.  Pelat Perunggu

Dimensi atau ukuran lembaran pelat yang ada di pasaran ini terdiri dari dua jenis ukuran diantaranya:

  • Ukuran Panjang 1800 mm x Lebar 900 mm dengan tebal bervariasi
  • Ukuran Panjang 2400 mm x Lebar 1200 mm dengan tebalbervariasi

Ukuran ketebalan pelat yang ada di Pasaran sangat bervariasi mulai dari ukuran tipis sampai pada ukuran yang tebal. Menurut British Standard (B.S 4391) ukuran ketebalan tersedia seperti pada tabel berikut.

Ketebalan Pelat B.S 4391

Tabel 3.4 Ketebalan Pelat B.S 4391

Alumanium dan alumanium alloy mempunyai standard ukuran tersendiri. Pelat alumanium yang berbentuk lembaran menurut B.S
1470 mempunyai Ukuran : Panjang 2000 mm x Lebar 1000 mm, Panjang 2500 mm x Lebar 1250 mm

Pengukuran dengan Vernier Caliper

Vernier caliperatau mistar ingsut adalah alat ukur presisi, sehingga ia dapat digunakan untuk mengukur benda kerja  yang secara presisi atau benda kerja dengan tingkat kepresisian 1/100 mm. ketelitian dari alat ukur ini biasanya  5/100 mm. Vernier caliper dapat digunakan untuk mengukur diameter bagian luar benda kerja, kedalaman lobang, diameter bagian  dalam suatu benda kerja, lebar suatu celah dan panjang dari  suatu benda kerja, apabila ukuran dari vernier caliper tersebut  mencukupi.

Vernier caliperatau mistar ingsut

Ukuran vernier caliper ada beberapa macam, seperti vernier  caliper dengan panjang 0 sampai 150 mm, 0 sampai 175 mm,  0 sampai 250 mm, 0 sampai 300 mm (sistem metrik).  Sedangkan untuk mengukur ukuran benda kerja yang besar  juga digunakan vernier caliper(jangka sorong) dengan ukuran  panjang lebih dari 1 (satu ) meter.  Bentuk lain dari vernier caliper adalah vernier calipe ryang  dilengkapi dengan dial indikator, sehingga ia dapat melakukan  pengukuran secara lebih teliti dan cara pembacaannya menjadi  lebih mudah. Ketelitian vernier caliper jenis ini adalah 0,05 mm.

Cara membaca vernier caliper dengan dial indikator adalah  sebagai berikut:
Vernier Caliperdengan dial indikator

  1. Baca ukuran pada skema kerja
  2. Baca ukuran yang ditunjukkan pada dial indikator
  3. Karena ketelitian dial indikator adalah 0,05 mm, maka  beberapa bagian yang ditunjukkan oleh dial indikator harus  dikalikan dengan besaran 0,05 mm
  4. Jumlahkan kedua ukuran tersebut dan ukuran ini  merupakan ukuran akhir benda kerja.

Bagian-bagian mesin alur

Mesin alur dapat dipakai sebagai alat pembuat alur pada benda kerja dengan menggunakan dua buah rol dimana satu sama yang lain saling menekan. Adapun rol pengalurnya dapat dipasang bermacam-macam bentuk sesuai dengan keperluan. Disamping itu mesin alur juga sebagai alat penguat pada benda kerja (pada tepi silinder, kotak dsb), serta untuk menstabilkan benda kerja yang telah selesai (bila diperlukan), atau sebagai variasi.

Screenshot_233

Keterangan:
1. Pengatur kedalaman alur
2. Pelurus datar (anschlag parallel)
3. Pengatur rol atas
4. Pengatur rol bawah
5. Pelat pelurus bawah (fuehrung plate)
6. Pengunci pelat pelurus
7. Pengatur axial (axiale walzen regulierung)
8. Tuas pemutar.

Proses Bending Dies dan Punch

Difinisi lain menjelaskan bahwa penekukan merupakan proses di mana bentuk-bentuk yang lurus diubah menjadi lengkungan bersudut. Proses ini merupakan proses yang sering digunakan untuk mengubah lembaran dan pelat menjadi saluran, kotak penutup (cover) mesin, pintu-pintu, file cabinet dan lain-lainnya. Selain itu, penekukan merupakan bagian dari proses pembentukan lain. Defenisi dan istilah-istilah yang digunakan pada penekukan dilukiskan pada gambar berikut. Jari-jari pembengkokan R didefenisikan sebagai jari-jari lengkungan cekung atau permukaan dalam tekukan. Pembengkokan elastis di bawah batas elastis, rengangan melaluai pertengahan tebal pada sumbu netral. Pada pembengkakan plastik melampaui batas elastis, sumbu netral bergeser lebih dekat ke permungkaan dalam lengkungan pada saat proses pembengkokan dilakukan. Karena rengangan plastik sebanding dengan jarak dari sumbu netral, serat-serat pada permukaan dalam, dan, serat di permukaan dalam mengalami pengkerutan.

Screenshot_179
Serat di tengah-tengah mengalami perentangan, dan karena merupakan serat rata-rata, maka harus terjadi pengurangan tebal (pada tebal lembaran dan hanya tergantung pada perbandingan antara jari-jari pembengkokan dengan tebal lembaran. Nilai-nilai yang dapat diperoleh untuk paduan alumunium dan baja tahan karat austenit pada berbagai proses temper pengerolan dingin. Data-data yang lain yang meliputi sejumlah paduan-paduan suhu tinggi, menunjukan bahwa berbagi pendekatan awal, spring back pada pembengkokan

Pompa roda gigi luar

Sama halnya dengan pompa roda gigi dalam, pada jenis ini juga mempunyai dua gigi yang berpasangan dan keduanya terpasang dalam satu rumah. Poros pemutar menggerakkan salah satu roda gigi dan kemudian menggerakkan roda gigi pasangannya. Operasinya sangatlah sederhana dan mudah,

Kedua roda gigi terpasang dalam satu rumah yang mempunyai saluran masuk dan saluran ke luar. Titik pusat atau sumbu roda gigi tidaklah sama (tidak seporos). Kelonggaran yang terjadi pada kedua roda gigi terhadap rumahnya akan sangat mempengaruhi terhadap kebocoran maupun efisiensi. Sewaktu gigi penggerak berputar searah anak panah, maka gigi pasangannya akan terputar berlawanan. Dengan demikian sejumlah oli yang berada pada sela-sela pasangan kedua gigi pada saluran masuk akan terlempar masuk dan terbawa oleh gigi-gigi itu menuju saluran ke luar. Roda gigi terus berputar dan akhirnya fluida itu akan tertampung pada saluran keluar sehingga terdorong dan mengalir keluar.

Pompa roda gigi luar

Faktor yang sangat mempengaruhi volume fluida yang dapat dipompa adalah ukuran dari profil gigi, diameter nominal roda gigi, beserta kebocoran-kebocoran. Untuk itu dalam pompa roda gigi luar penyekat (seal) memegang peranan dalam mengatasi kebocoran-kebocoran. Beberapa pompa roda gigi menggunakan rumah pompa yang dipadukan, untuk menaikkan angka efisiensi. Paduan rumah pompa di sini dimaksudkan untuk memudahkan dalam pemasangan roda-roda giginya, demikian pula penyekat yang berfungsi sebagai penahan atas kebocoran. Karena demikian sudah jelas bahwa efisiensi akan bertambah. Jarak antara diameter kepala gigi terhadap rumahnya juga akan mempengaruhi kebocoran. Sehingga besar ruang antara ini mempunyai harga-harga toleransi tertentu. Dan biasanya tergantung pada negara pembuat dan untuk apa pompa itu digunakan.

Apabila toleransi ayunan terlalu besar maka akan mengakibatkan kebocoran yang tinggi dan gesekan rendah. Tetapi sebaliknya apabila toleransi telah kecil maka akan menimbulkan gesekan yang tinggi, dan kebocoran yang sangat rendah. Kebanyakan ditemui dan direncanakan toleransi ayunan (arah aksial maupun radial roda gigi) dalam kondisi jarak antara (space) yang membentuk ruangan kecil dan terpasang tetap. Sehingga kebocoran akan meningkat paralel dengan penambahan ausnya.

Membentang prisma lurus terpancung

Sebelum gambar bentangan permukaan samping prisma dapat digambar, panjang sejati rusuk dan ukuran sejati suatu penampang lurus harus ditentukan. Pada prisma terpancung lurus yang terlihat dalam, panjang sejati rusuk prisma diperlihatkan dalam tampang muka dan tampang sejati penampang lurus diperlihatkan dalam tampang di atas.Permukaan samping “dibuka lipatannya” dengan lebih dahulu menggambar “garis yang direntangkan” dan mengukurkan lebar mukanya (jarak 1-2, 2-3, 3-4 dan seterusnya dari tampang atas) sepanjang garis rentang itu secara berturut-turut. Setelah itu ditark garis konstruksi tipis melalui titik-titik ini, tegak lurus pada garis 1 D 1 D, dan panjang rusuk yang bersangkutan diukirkan pada masing-masing garis konstruksi itu dengan memproyeksikan dai tampang muka. Ketika memproyeksikan panjang rusuk pada gambar bentangan, titik-titik hendaknya diambil dalam urutan menurut arah jarum jam sekeliling perimeter, seperti yang ditunjukkan oleh urutan nomor dalam tampang atas.

Screenshot_52

Metode baku unuk membentangkan permukaan samping prisma lurus

Garis bentuk gambar bentangan dilengkapi dengan menyambungkan titik-titik ini. Sebegitu jauh, dasar bawah atau muka atas yang dilandai belum disinggung sama sekali. Apabila dikehendaki, dasar bawah dan muka atas landai itu dapat disambungkan pada gambar bentangan samping permukaan. Dalam pekerjaan logam lembaran, kebiasaannya adalah untuk membuat kampuh pada elemen yang terpendek, agar dapat menghemat waktu serta untuk sara (conserve) soldir atau sara pakukeling.

Screenshot_53

Pembentangan prisma segi enam lurus dan miring