Category Archives: perawatan dan perbaikan mesin

Sistem Pelumasan Bekerja

Efisiensi daya dan kinerja mesin untuk bekerja sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor gesekan yang timbul pada mesin tsb. Sistem-sistem gesekan pada komponen mesin perkakas berbeda-beda, misalnya sistem putar, sistem garis lurus atau kombinasi dari keduanya. Gaya yang diterima pada sistem gesekan itupun berbeda-beda pula tergantung pada di mana dan untuk apa sistem itu dipakai. Misalnya gesekan pada roda gigi, bantalan, dovetail meja, jelas akan memberikan angka (faktor) gesekan yang tidak sama.Sistem Pelumasan adalah suatu sistem pemeliharaan/ perawatan terhadap perangkat mesin yang selalu menampilkan masalah-masalah gerak, gesekan dan panas yang ketiga proses tersebut paling erat berhubungan dan memegang peranan penting dalam masalah kestabilan mesin.

sistem-pelumasan-bekerja

Bila ketiga hal tersebut tidak diperhatikan maka akan dapat mengakibatkan keausan dan suhu yang berlebihan menimbulkan pemuian pada bagian yang bergesekan. Oleh sebab itu, pengetahuan yang cukup terhadap masalah pelumasan sangat bermanfaat bagi perawatan mesin. Minyak pelumas adalah suatu cairan yang dapat menetralisir , menstabilkan panas yang berlebihan, minyak pelumas adalah suatu cairan yang berfungsi sebagai media penghantar ( penyerap) panas, juga sebagai pelicin atau pelancar gerak. Sebagai ilustrasi dapat diamati melalui gambar dibawah ini.

Pada saat poros berputar, terjadi gesekan antara poros dengan bantalannya. Sebagian minyak pelumas yang melekat pada permukaan poros ikut berputar. Apabila sela antara poros dengan bantalan menjadi lebih kecil daripada selah tempat minyak jadi lebih kecil daripada Celah tempat minyak pelumas yang terbawa berputar akan mengalami hambatan. Akibatnya sebagian akan mengalami kembali dan menimbulkan tekanan hidrodinamik didalam lapisan minyak pelumas.

Tekanan itu cukup kuat, untuk mengangkat poros untuk tidak menyentuh permukaan bantalan, putaran poros pada kecepatan rendah akan bergesekan dengan dinding bantalan (putarannya tidak simetris dengan bantalan). Hingga pada kecepatan yang tinggi putaran poros akan stabil dan tepat berada di tengah bantalan.

Perawatan Mesin BOR

Mesin bor merupakan pealatan penting dan hampir semua bengkel kerja mesin ataukerja kayu mempunyai peralatan atau mesin bor ini. Mesin bor dapat digunakan untuk menghasilkan pekerjaan pembuatan lubang yang presisi dan dapat mengerjakan berbagai benda kerja dan berbagai jenis bahan. Ukurannya berfareasi dari yang ukuran kecil, untuk  bengkel-bengkel sekolah atau bengkel kecil sampai bengkel besar pada industri permesinan.

Mesin bor untuk industri kecil/ bengkel yang kecil biasanya menggunakan mesin bor bangku,dimana mesin bor ini dipasang pada meja kerja. Ukuran mata bor yang dapat dipasang padamesin bor meja/bangku sangat terbatas,yaitu hanya sampai dengan ukuran diametr mata bor sebesar 13 milimeter. Peralatan pendukung lainya adalah sama dengan mesin bor lainyaseperte bor lantai, yang membedakan hanya pada kapasitas cekam mata bor.

perbaikan mesin bor

Tujuan perbaikan adalah untuk memelihara elemen mesin bor yang meliputi :.

  • Merawat Roda gigi agar tidak terjadi keausan.
  • Merawat ban penggerak dan puli agar kelurusan ban dan puli tetap terjaga.
  • Merawat atau nglepel kedudukan mesin agar getaran yang ditimbulkan oleh mesintidak melebihi toleransi.

Langkah-langkah kerja Perawatan Mesin BOR

  1. Siapkan alat dan mesin bor.
  2. Buka belt cover
  3. Lepas belt “1/4 B.S.F X ¼” grub screw.
  4. Lepas baut M5X16 Hexagonal Head bolts.
  5. Lepas angled lup niple
  6. Lepas upper seal.
  7. Lepas Scale sliding block dan scale carrier.
  8. Lepas gear box cover.
  9. Lepas internal circlip
  10. Lepas eksternal circlip
  11. Lepas eksternal circlip.
  12. Lepas internal circlip.
  13. Lepas gear shaft.
  14. Cek semua komponen untuk mengamati
  15. Catat hasil pemeriksaan
  16. Pasang kembali semua komponen- komponen penyusun tailstock.
  17. Bersihkan tempat kerja.
  18. Kembalikan alat alat kembali pada tempatnya.

Perawatan Mesin Bubut

Jadwal pemeliharaan yang baik adalah berdasakan pedoman yang pasti. Pedoman pemeliharaan dapat disusun berdasarkan waktu dan menunjukkan bagian mana yang harus diperiksa dan bagaimana melakukannya. Perlu diingat pula bahwa penyusunan jadwal yang baik harus mengacu pada manual mesin, namun dapat pula disusun berdasarkan pengalaman dan hasil penelitian bagian teknik. Berikut ini adalah sebuah contoh pemeliharaan mesin bubut yang dapat dilakukan.

Tahap selanjutnya adalah menyusun program pemeliharaan berdasarkan waktu sebagai berikut

Program Harian 

Chip pada daerah compound rest

  • Membersihkan chip dari bed dan permukaan mesin.  Gunakan kuas yang lembut dan vacum cleaner. Catatan. Jangan menggunakan hembusan udara bertekanan dari kompresor
  • Membersihkan chip dari turret, housing, komponen yang berputar dan batang ulir pembawa. 
  • Pastikan bahwa perangkat pelindung untuk keselamatan kerja terpasang dengan baik 
  • Cek apakah level oli (pelumas) sesuai dengan kapasitas yang ditentukan.

Program Mingguan 

Kaca kontrol reservoir di headstock

  • Cek apakah perangkat otomatis berfungsi sesuai standar kinerja mesin 
  • Periksa level pelumas pada kaca kontrol. Jika terlihat kurang tambahkan pelumas dan periksa apakah ada kebocoran. 
  • Periksa tekanan oli dari pompa hidrolik jika menggunakan sistim hidrolik  
  • Bersihkan seluruh permukaan dengan menggunakan pemberih  ringan. Jangan menggunakan pemberih berpelarut (solvents).  Bersihkan chip dari bak penampung coolant.

Program Bulanan 

Sistem transmisi mesin bubut

  • Periksa secara keseluruhan dari bagian yang bergerak dan bergesekan dan berilah pelumas jika diperlukan  
  • Gantilah cairan coolant dan bersihkan endapan dari dalam tank.
  • Bongkar dan bersihkan pompa coolant dan pasang kembali.
  • Catatan! Matikan sumber tenaga dan sistim control selama perbaikan.  
  • Periksa level oli pelumas Gearbox. Apabila level oli pelumas tidak sesuai standar yang diminta, maka tambahlah oli pelumas atau ganti seluruhnya

Sebagai langkah awal adalah memperhatikan dan mengamati komponen utama mesin bubut, yaitu:

1. Lathe bed and ways

2. Head stock

3. Speed gears

4. Feed gears

5. Carriage

6. Cross slide

7. Compound

8. Thread casing dial

9. Tailstock

10. Coolant system

Efisiensi Pemeliharaan Mekanik Industri

Asumsi dasar penerapan perawatan adalah bahwa makin baik  perawatan makin tinggi effisiensi dan keuntungan yang akan  diperoleh. Ada dua persoalan umum yang dihadapi perusahaan  dalam penerapan perawatan, yaitu masalah teknik dan masalah  ekonomi. Adapun masalah tekniis adalah segala upaya untuk  menyiapkan mesin/alat agar siap pakai, terencana dan terukur.  Artinya bahwa semua mesin/alat terhindar dari kemacetan
mendadak akibat tidak pernah dilakukan inspeksi dari program  preventive. maka ada dua hal yang perlu dipikirkan:

  1. Apakah tindakan yang harus dilakukan untuk menjaga,  merawat dan memperbaiki mesin/alat dari kemacetan dan  kerusakan
  2. Perangkat apa saja yang diperlukan untuk menunjang  kegiatan reparasi, perbaikan dan overhaul, agar proses pemeliharaan dapat dikerjakan.

Sistim pemeliharaan yang baik adalah berbeda untuk masingmasing pabrik karena masing-masing pabrik berbeda dalam  pemakaian bahan dan energinya. Sistim pemeliharaan dimulai  dengan mengoptimumkan sistim teknis pemeliharaan agar menjadi  efisien, ini adalah konsep pemeliharaan produktif dengan basis  ekonomi. Jadi dalam aspek ekonomi yang menjadi penekanan adalah  bagaimana upaya-upaya yang harus dilakukan agar pemeliharaan  menekan biaya dan menguntungkan perusahaan.  Kerjasama yang baik diantara bagian perencanaan, bagian  inspeksi, dan bagian produksi harus dijaga untuk mengoptimumkan  sistim yang dipakai pada pemeliharaan produktif. Tujuan dari  pemeliharaan atau perencanaan lain adalah untuk merencanakan  pemeliharaan dari masing-masing fasilitas yang ada sesuai dengan  umur masa pakainya dan dengan mengurangi biaya pemeliharaan  tahunan, dengan cara pendekatan inspeksi dan pekerjaan perbaikan  pada waktu diadakannya pembongkaran pabrik tahunan atau  pemeliharaan yang lain-lain.

Perbandingan Kebijakan Pemeliharaan

Perbandingan Kebijakan Pemeliharaan

 

Optimisasi perencanaan biaya pemeliharaan untuk pekerja  lapangan pada saat pembongkaran pabrik dan pekerjaan  pemeliharaan harian dapat dievaluasi langsung melalui sifat-sifat dari  pabrik. Keperluan memasang mesin cadangan/equipmen ditentukan  oleh hasil dari konsep pemeliharaan produktif. Biaya tambahan  untuk unit-unit cadangan dapat ditentukan dengan membandingkan  biaya investasi dengan uang yang kembali bila kiat memakai sistim  pemeliharaan rutin untuk seluruh mesin yang ada dalam pabrik  tersebut. Secara umum mesin-mesin atau equipmen yang besar dan mahal diharapkan dapat berjalan secara rutin pada masa-masa  pemeliharaan tersebut, hingga mesin-mesin atau unit-unit cadangan  dapat ditiadakan.

Klasifikasi Pemeliharaan Mekanik Industri

Secara garis besar manajemen pemeliharaan dapat dibagi dalam  tiga jenis, yaitu: improvement, preventive dan corrective

1. Perbaikan Pemeliharaan (Maintenance Improvement)

Manajemen pemeliharaan dari waktu kewaktu harus meningkat  untuk memperbaiki segala kekurangan yang ada. Oleh karenanya  perbaikan pemeliharaan merupakan upaya untuk mengurangi atau  menghilangkan kebutuhan pemeliharaan. Kita sering terlibat dalam  menjaga pemeliharaan, namun kita lupa untuk merencanakan dan menghilangkan sumbernya. Oleh karenanya keandalan rekayasa  diharapkan mampu menekan kegagalan sebagai upaya menghapus  kebutuhan perawatan. Kesemuanya ini me-  rupakan pra-tindakan, bukan  bereaksi.

Sebagai contoh, untuk komponen mesin yang berlokasi di  tempat gelap, kotor, dan sulit dijangkau, maka petugas pelumas  mesin tidak melumasi sesering ia melumasi komponen yang mudah  dijangkau. Ini kecenderungan alamiah. Oleh karena itu perlu  dipertimbangkan mengurangi kebutuhan pelumas dengan  menggunakan pelumas permanen, kualitas bantalanlife-time. Jika  hal tersebut tidak praktis, setidaknya pesawat bertangki otomatis bisa diterapkan.

2. Pemeliharaan Preventif (Preventive Maintenance)
Pelaksanaan pemeliharaan preventif sebenarnya sangat  bervariasi. Beberapa program dibatasi hanya pada pelumasan dan  sedikit penyesuaian. Program pemeliharaan preventif lebih  komprehensif dan mencakup jadwal perbaikan, pelumasan,  penyesuaian, dan membangun kembali semua mesin sesuai  perencanaan. Prioritas utama untuk semua program pemeliharaan  preventif adalah pedoman penjadwalan. Semua manajemen pemeliharaan program preventif mengasumsikan bahwa mesin dalam  jangka waktu tertentu produktifitasnya akan menurun sesuai  klasifikasinya. Program preventif dapat dibagi 3 (tiga) macam:

  • Time driven: program pemeliharaan terjadwal, yaitu dimana  komponen diganti berdasarkan waktu atau jarak tempuh  pemakaian. Sistem ini banyak digunakan perusahaan yang  menggunakan mesin dengan komponen yang tidak terlalu  mahal.
  • Predictive: pengukuran untuk mendeteksi timbulnya degradasi  sistem (turunnya fungsi), sehingga diperlukan mencari  penyebab gangguan untuk dihilangkan atau dikontrol sebelum  segala sesuatunya membawa dampak penurunan fungsi  komponen secara signifikan.
  • Proactive: perbaikan mesin didasarkan hasil studi kelayakan  mesin. Sistem ini banyak diaplikasikan pada industri yang  menggunakan mesin-mesin dengan komponen yang berharga  mahal.

3. Pemeliharaan Korektif (Corrective Maintenance)
Sistem ini dilakukan ketika sistem produksi berhenti berfungsi  atau tidak sesuai dengan kondisi operasi yang diharapkan. Pada  umumnya berhentinya sistem diakibatkan kerusakan komponen yang  telah atau sedang dalam proses kerusakan. Kerusakan yang terjadi umumnya akibat tidak dilakukannya kegiatan preventive  maintenancemaupun telah dilakukannya kegiatan preventive  maintenancetetapi kerusakan dalam batas dan kurun waktu tertentu  tetap rusak. Kegiatan corrective maintenancebiasa disebut pula  sebagai breakdown maintenance, namun demikian kegiatannnya  dapat terdiri dari perbaikan, restorasi atau penggantian komponen.  Pemeliharaan korektif berbeda dari pemeliharaan. Pada sistem ini  tidak dilakukan pemeliharaan secara berkala dan tidak terjadwal.  Kebijakan untuk melakukan corrective maintenancesaja tanpa  adanya kegiatan preventive maintenance, dapat menimbulkan  hambatan proses produksi atau membuat macet jalannya proses  produksi.

Konsep Dasar Pemeliharaan Mesin Industri

tujuan pemeliharaan menjaga mesin dan peralatan  terhadap kerusakan dan kegagalan mesin dalam berproduksi. Secara  umum kata pemeliharaan tidak akan terlepas dengan pekerjaan  memperbaiki, membongkar, atau memeriksa mesin secara saksama  dan menyeluruh (Maintenance, Repair, and Overhaul – MRO). Sistem  pemeliharaan sendiri mencakup pengertian memperbaiki perangkat  mekanik dan atau kelistrikan yang menjadi rusak. Pemeliharaan juga bermakna melakukan tindakan rutin guna  menjaga perangkat (dikenal sebagai pemeliharaan terjadwal) atau  mencegah timbulnya gangguan (pemeliharaan pencegahan). Jadi  MRO dapat didefinisikan sebagai, “semua tindakan yang bertujuan  untuk mempertahankan atau memulihkan komponen atau mesin  kekeadaan ideal agar dapat menjalankan fungsinya sesuai kebutuhan  perusahaan. Tindakannya mencakup kombinasi dari semua  manajerial teknis, administratif dan tindakan pengawasan yang  sesuai.”

Kurva Bathtup

Kurva Bathtup

Secara umum istilah perawatan memiliki arti sebagai berikut:  menjaga (Keep), Mempertahankan (Preserve), dan melindungi (Protect).  

  • Pekerjaan rutin berkelanjutan yang dilakukan untuk menjaga  fasilitas (perencanaan, bangunan, struktur, fasilitas tanah, sistem  utilitas, atau properti riil lainnya) dalam kondisi sedemikian rupa  sehingga dapat terus digunakan, dengan kapasitas asli rancangan  dan untuk efisiensi perusahaan sesuai tujuan yang dimaksudkan.
  • Berbagai kegiatan, seperti:tes, pengukuran, penggantian,  penyesuaian dan perbaikan yang bertujuan untuk  mempertahankan atau mengembalikan fungsi komponen/unit  dalam atau ke sistem tertentu di mana unit dapat melakukan  fungsi yang dibutuhkan perusahaan
  • Semua tindakan yang diambil untuk melindungi aset perusahaan  dari berbagai gangguan agar sistem dapat senantiasa bekerja  optimal. Kegiatannya mencakup inspeksi, pengujian, pelayanan,  klasifikasi untuk servis, perbaikan reklamasi, membangun  kembali, dan semua tindakan pasokan dan perbaikan yang  diambil untuk menjaga kekuatan dalam kondisi untuk  melaksanakan misinya.

pelumas mesin bubut

Perawatan yang hati-hati dan benar sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh pabrik pembuat mesin akan dapat menambah umur produktifitas mesin dan akan meningkatkan produktifitas serta efisiensi mesin.pelumasan harus sesuai dengan petunjuk yang diberikan baik mengenai cara pelumasan,waktu pelumasan dan jenis minyak pelumas yang digunakan.

Untuk perawatan mesin-mesin perkakas yang presisi dan dioperasikan dengan secara terus menerus pelumasan harus dilakukan secara teratur dan kunatitasnya diperbanyak.juga mesin-mesin yang dioperasikan kadang-kadang melebihi kemampuanya harus dilakukan perawatan yang lebih intensif dan diperiksa secara berkesinambungan.untuk jenis pekerjaan yang dilakukan oleh mesin tersebut maka pelumasan menjadi hal yang sangat penting dan sangat utama.
Pengantian oli pelumas mesin tidak dapat dipastikan sama untuk semua mesin Karena tergantuk dari jenis mesin,beban kerjanya,jenis bahan pembuat mesin dan faktor lainya.

Untuk mesin bubut disarankan sebagai berikut:

  1. Untuk mesin baru dilakukan pengantian oli setelah mesin beroperasi selama 500 jam kerja,
  2. Untuk mesin-mesin yang sudah lama dioperasikan pengantian oli pelumas mesin setelah mesin bekerja selama 10 bulan operasi

Pada mesin bubut ini pelumasan mesin telah ditentukan baik untuk bagian mana yang harus dilumasi dan jenis pelumas apa yang digunakan.seperti gambar dibawah ini:




Pelumasan (secara umum)

Pada proses manufaktur,permukaan antara peralatan(tools),cetakan(dies) dan benda kerja biasanya mengalami berbagai macam keadaan.Secara garis besar antara lain:

  1. Tekanan kontak,bervariasi mulai dari tekanan pada kondisi elastic hingga beberapa kali lipat tegangan luluh benda kerja.
  2. Kecepatan relative,berfareasi mulai dari yang sangat lambat hingga sangat cepat
  3. suhu proses,dapat berfareasi mulai dari sama dengan suhu ruangan hingga mendekati suhu leleh.


Jika dua permukaan saling berhadapan pada kondisi seperti diatas,tanpa lapisan pelindung pada antar mukanya,gesekan dan keausan akan menjadi sangat tinggi.Untuk mengurangi gesekan dan keausan,permukaan permukaan tersebut harus dijaga agar terdapat jarak diantaranya.Hal ini biasanya dilakukan dengan pelumasan pengerjaan logam,yang dapat berupa benda padat,semi padat atau cair. Pelumasan pada pengerjaan logam baik cair atau padat tidak terbatas pada sifat-sifat fisik tertentu saja,melaikan juga sifat-sifat kimianya yang dapat bereaksi permukaan peralatan,cetakan dan benda kerja dan mengubah sifat-sifat reaksinya.
Jenis-jenis pelumasan

Terdapat empat jenis mekanisme pelumasan yaitu:

  1. Lapisan film tebal:permukaan-permukaan seluruhnya dipisahkan oleh lapisan fluida yang tebalnya lebih besar satu orde daripada besaranya kekasaran permukaan.jadi tidak ada kontak logam diantra permukaan.
  2. Lapisan film tipis: permukaan saling sedikit bergesekan karena lapisan fluida lebih tipis.pada kondisi ini terjadi sedikit gesekan dan keausan.
  3. Pelumasan campuran: pada kondisi ini,sebagian besar beban ditahan oleh kontak antar loga dan sisanya beban ditahan oleh lapisan film fluida yang terdapat pada kantong-kantong permukaan logam.
  4. Pelumasan lapis batas: disini beban ditumpu oleh kontak antar permukaan yang ditutupi oleh lapisan batas.

peran koordinator Bengkel dan Laboratorium

Peran koordinator bengkel
  1. Menyusun, mengatur, dan mengawasi kegiatan pemeliharaan dan repair dan mesin-mesin peralatan bengkel agar tidak mengganggu jalannya operasi perusahaan.
  2. Mengajukan permintaan pembelian spare part dan kebutuhan-kebutuhan lainnya yang diperlukan untuk pemeliharaan dan repair semua peralatan bengkel.
  3. Bertanggung jawab atas penggunaan suku cadang dan biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan maintenance dan repair.
  4. Mengadakan pengecekan langsung bekerjanya dan kondisi semua peralatan pabrik.
  5. Mengadakan pencatatan mengenai besarnya biaya yang dikeluarkan oleh masing-masing mesin/peralatan pabrik.
  6. Menyusun jadwal pemeliharaan peralatan-peralatan bengkel agar tidak menghambat jalannya proses produksi.
  7. Memeriksa kerusakan yang timbul dan menentukan bahan-bahan atau spare part yang diperlukan untuk memperbaiki kerusakan tersebut.
  8. Berusaha mencari cara-cara penekanan biaya dan metode perbaikan kerja yang lebihefisien.
  9. Menjaga disiplin kerja dan menilai prestasi kerja bawahannya secara berkala.
  10. Membuat laporan harian dan berkala kegiatan yang dilakukan seksinya.
  11. Melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh manajer produksi
Peran koordinator Laboratorium
    1. Membuat jadwal praktek dan tata tertib pengunaan ruang dan alat-alat laboratorium
    2. Mendata dan menginventarisir alat-alat laboratorium.
    3. Merencanakan dan membuat admistrasi kegiatan praktek laboratorium.
    4. Memelihara dan melakukan perbaikan alat-alat yang diperlukan.
    5. Mengusulkan kebutuhan alat-alat laboratorium yang diperlukan dalam kegiatan praktek.
    6. Turut menjaga kebersihan ruang laobratorium.