Category Archives: perancangan

Fungsi Gambar Teknik

Sugiarto dan Takeshi memberi definisi gambar adalah bahasa teknik dan pola informasi seperti telah dibahas sebelumnya. Fungsi gambar digolongkan dalam empat golongan berikut::
  1. Penyampaian informasi
  2. Tugas gambar adalah meneruskan maksud dari perancang dengan tepat kepada orang-orang yang bersangkutan, kepada perencanaan proses, pembuatan, pemeriksaan, perakitan dsb. Orang-orang yang bersangkutan bukan saja orang-orang dalam pabrik sendiri, tetapi juga orang-orang dalam pabrik sub kontrak ataupun orang-orang asing dengan bahasa asing. Penafsiran gambar diperlukan untuk penentuan secara objektif. Untuk itu standar-standar, sebagai tata bahasa teknik, diperlukan untuk menyediakan “ketentuan-ketetuan yang cukup”.
  3. Pengawetan, penyimpanan, dan pengunaan keterangan Gambar merupakan data teknis yang sangat ampuh, dimana teknologi dari suatu perusahaan didapatkan dan dikumpulkan. Oleh karena itu gambar bukan saja diawetkan untuk mensuplai bagian-bagian produk perbaikan (reparasi) atau untuk diperbaiki, tetapi gambar-gambar diperlukan juga untuk disimpan dan dipergunakan sebagai bahan informasi untuk rencana-rencana baru dikemudian hari. Untuk ini diperlukan cara-cara penyimpanan, kodifikasi nomor urut gambar dan sebagainya. Kodifikasi nomor urut gambar dan cara-cara penyimpanan gambar tidak cukup untuk tugas ini. Karena ruang untuk penyimpanan gambarmemerlukan tempat yang luas, dibuatlah film mikro, yang ditempelkan pada kartu-kartu berlubang untuk disimpan.
  4. Cara-cara pemikiran dalam penyampaian informasi Dalam perencanaan, konsep abstrak yang melintas dalam pikiran diwujudkan dalam bentuk gambar melalui proses. Kemudian gambarnya diteliti dan dievaluasi. Proses ini diulang-ulang, sehingga dapat dihasilkan gambar-gambar yang sempurna. Dengan demikian gambar tidak hanya melukiskan gambar, tetapi berfungsi juga sebagai peningkat daya berpikir untuk perencana. Oleh karena itu sarjana teknik tanpa kemampuan menggambar, kekurangan cara penyampaian keinginan, maupun kekurangan cara menerangkan yang sangat tinggi.

beberapa istilah penting dalam pengukuran

Alat ukur listrik merupakan peralatan yang diperlukan oleh manusia. Karena besaran listrik seperti : tegangan, arus, daya, frekuensi dan sebagainya tidak dapat secara langsung ditanggapi oleh panca indera. Untuk mengukur besaran listrik tersebut, diperlukan alat pengubah. Atau besaran ditransformasikan ke dalam besaran mekanis yang berupa gerak dengan menggunakan alat ukur. Perlu disadari bahwa untuk dapat menggunakan berbagai macam alat ukur listrik perlu pemahanan
pengetahuan yang memadai tentang konsep – konsep teoritisnya. Dalam mempelajari pengukuran dikenal beberapa istilah, antara lain :
  • Instrumen : adalah alat ukur untuk menentukan nilai atau besaran suatu kuantitas atau variabel.
  • Ketelitian : harga terdekat dengan mana suatu pembacaan instrumen mendekati harga sebenarnya dari variabel yang diukur.
  • Ketepatan : suatu ukuran kemampuan untuk hasil pengukuran yang serupa
  • Sensitivitas : perbandingan antara sinyal keluaran atau respons instrumen terhadap perubahan masukan atau variabel yang diukur.
  • Resolusi : :perubahan terkecil dalam nilai yang diukur yang mana instrumen akan memberi respon atau tanggapan.
  • Kesalahan : penyimpangan variabel yang diukur dari harga (nilai) yang sebenarnya.

Simbol Proyeksi

Untuk membedakan gambar/proyeksi di kuadran I dan gambar/proyeksi di kuadran III, perlu diberi lambang proyeksi. Dalam standar ISO (ISO/DIS 128), telah ditetapkan bahwa cara kedua proyeksi boleh dipergunakan. Untuk keseragaman ISO, gambar sebaiknya digambar menurut proyeksi sudut
pertama (kuadran I atau kita kenal sebagai proyeksi Eropa). Dalam satu buah gambar tidak diperkenankan terdapat gambar dengan menggunakan kedua gambar proyeksi secara bersamaan. Simbol proyeksi ditempatkan di sisi kanan bawah kertas gambar. Simbol/lambang proyeksi tersebut adalah sebuah kerucut terpancung
logo proyeksi

Macam-Macam Pandangan Benda Kerja

Untuk memberikan informasi lengkap suatu benda tiga dimensi dengan gambar proyeksi ortogonal, biasanya memerlukan lebih dari satu bidang proyeksi.
  • Gambar proyeksi pada bidang proyeksi di depan benda disebut pandangan depan.
  • Gambar proyeksi pada bidang proyeksi di atas benda disebut pandangan atas.
  • Gambar proyeksi pada bidang proyeksi di sebelah kanan benda disebut pandangan samping kanan.

Proyeksi Piktorial

Untuk menampilkan gambar-gambar tiga dimensi pada sebuah bidang dua dimensi, dapat kita lakukan dengan beberapa macam cara proyeksi sesuai dengan aturan menggambar. Ada beberapa macam cara proyeksi, antara lain:
  1. proyeksi piktorial dimensi,
  2. proyeksi piktorial isometri,
  3. proyeksi piktorial miring, dan
  4. perspektif.
Untuk membedakan masing-masing proyeksi tersebut, dapat kita lihat pada gambar di bawah