Category Archives: perancangan

Konsep Dasar CAD

Perkembangan teknologi informasi saat ini sudah sangat pesat dan hal ini sangat berdampak terhadap kegiatan yang menunjang perkerjaan kita sehari-hari. Dalam bidang perancangan dan pengembangan produk perkembangan teknologi informasi sudah sangat terasa dampaknya yaitu dengan ditandai banyak bermunculan software-software yang mempermudah dan membantu kita dalam memecahkan permasalahan yang ada dalam bidang perancangan, mulai dari tahapan perencanaan (planning) sampai dengan tahapan produksi (Production Ramp Up).

Tahapan perencanaan terutama dalam bidang desain produk saat ini sudah banyak software yang menunjang kegiatan tersebut yang dalam hal ini yaitu software CAD (Computer Aidded Design). Beberapa pabrikan software CAD saat ini berlomba untuk dapat bersaing di industri manufaktur antara lain adalah: Autodesk, Dessault System, dan Wildfire, yang masing-masing mengeluarkan produk unggulannya. Namun pada prinsipnya mereka itu sama yaitu merupakan sebuah alat bantu dalam membuat perencanaan desain dan gambar kerja. Salah satu software yang sudah banyak digunakan di dunia pendidikan adalah AutoCAD.

Satuan Ukuran dalam AutoCAD

Masalah ukuran merupakan hal yang paling sering membuat pemakai AutoCAD menjadi bingung. Pada saat kita menggambar di layer kerja AutoCAD, satuan yang kita gunakan bukanlah mm, cm, inch, atau feet. Satuan yang dikenal pada saat kita menggambar adalah satuan dengan nama drawing unit. Jadi pada saat kita memasukkan ukuran 10, ukuran yang dimaksud di sini adalah 10 drawing unit, bukan 10 mm, 10 cm atau 10 feet. Pada saat kita akan melakukan proses mencetak gambar, barulah kita disuruh untuk menentukan satuan apa yang akan kita gunakan. Jika kita sudah menentukan satuan yang hendak digunakan, autoCAD secara otomatis akan mengkonvensi satuan drawing unitnya ke satuan yang kita hendaki. Masalah ini akan di bahas tuntas dalam bab Mencetak Gambar.

Prinsip kerja dalam proses pengerolan pipa

Alat/mesin pengerol pipa merupakan salah satu alat/mesin tepat guna. Alat/mesin pengerol pipa adalah alat/mesin yang digunakan untuk mengerol pipa yang semula dalam bentuk lonjoran lurus berubah menjadi melengkung dan melengkungnya pipa ini disesuaikan sesuai kebutuhan dan kegunaan. Alat/mesin pengerol pipa ini menggunakan daya motor sebagai alat penggeraknya. Untuk pengerolan ini dibutuhkan penekanan pada bagian pipa yang akan dibuat melengkung.

Untuk konsep cara kerja alat/mesin ini memiliki persamaan dengan alat/mesin pengerol pipa secara manual. Dengan mempunyai dua roller sebagai penompang dan satu roller sebagai penekannya. Selain itu, penggunaan daya motor listrik pada mesin ini sangat membantu untuk mempermudah dalam proses pengerolannya karena hanya membutuhkan sedikit tenaga untuk memutar handle penekanannya. Pada roller penekan dihubungkan dengan handle oleh poros berulir sebagai penerus tekanannya. Handle ini akan diputar secara pelan-pelan saat alat/mesin dihidupkan.

Penekanan pada roller ini lah yang nantinya akan menentukan hasil dari pengerolan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka dalam memutar handle ini harus pelan-pelan dan terus menerus. Proses kerja pada alat/mesin ini dilakukan secara bolak balik dari arah kiri kekanan atau sebaliknya. Prinsip kerja dalam proses pengerolan pipa ini ada beberapa tahap yaitu:

1. Pengukuran benda kerja, pada tahap ini benda kerja ditentukan bagianbagian yang akan dilakukan proses pengerolan. Setelah itu, pada bagian yang akan dirol diberi tanda.

2. Pengerolan benda kerja, pada tahap ini benda kerja yang sudah diberi tanda selanjutnya akan dimulai proses pengerolan. Pada proses ini dilakukan secara berulang ulang dari kiri kekanan atau sebaliknya.

3. Pemeriksaan benda kerja, pada tahap ini benda kerja yang sudah dirol akan diperiksa kelengkungannya apakah sudah sesuai keinginan atau masih ingin dilakukan proses pengerolan lagi.

4. Pemeriksaan akhir, pada tahap ini benda kerja yang sudah selesai dirol akan diperiksa kembali. Untuk memeriksa apakah bentuknya sudah baik dan apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan.

Gambar Teknologi dan Langkah kerja mesin pengerol pipa

mesin Pengerol Pipa

Keterangan:

1. Rangka utama

2. Dudukan motor

3. Dudukan reduser

4. Slide

5. Tutup slide

6. Landasan slide

7. Handle

8. UCP

9. UCF

10. Gear sprocket 1 (single)

11. Gear sprocket 2 (double)

12. Gear sprocket 3 (Single)

13. Rantai 1 (RS 40)

14. Poros geser

15. Poros tetap

16. Roller

17. Reduser

18. Kopel

19. Motor

20. Rantai 2 (RS 50)

 

Langkah kerja dari alat/mesin pengerol pipa ini adalah:

a. Pipa diletakan pada tengah-tengah roller 1 dan roller 3

b. Masukan jack pada stop kontak

c. Tekan tombol ON ke kiri pada motor

d. Setelah motor hidup, maka poros akan berputar. Putaran motor ini ialah 1400 rpm.

e. Putaran motor ini akan diteruskan ke reduser dengan perbandingan 1:60 maka putaran akan menjadi 23,33 rpm pada reducer output.

f. Putaran dari poros motor ini akan ditransmisikan dengan rantai untuk menggerakan poros utama yang terhubung dengan roller. Roda gigi sprocket ini mempunyai perbandingan 1:1,5 maka putaran output menjadi 15,55 rpm.

g. Poros utama ini akan berputar ke arah kiri sehingga pipa pada roller akan berjalan ke arah kiri.

h. Handle secara pelan-pelan diputar sehingga menekan roller kedua dengan pipa, kemudian pipa sedikit demi sedikit akan melengkung.

i. Setelah pipa berjalan sampai ke batas ujung maka motor dimatikan

j. Tekan tombol OFF yang berada di tengah, maka mesin berhenti/mati

k. Kemudian tekan tombol ON ke kanan pada motor

l. Setelah motor hidup maka poros akan berputar

m. Poros utama ini akan berputar ke arah kanan, sehingga pipa pada roller akan berjalan ke arah kanan.

n. Handle secara pelan-pelan terus ditekan agar proses melengkungnya baik dan halus.

o. Proses ini dilakukan secara berulang-ulang ke kiri dan ke kanan sampai proses melengkunya sesuai kebutuhan.

p. Setelah selesai, motor dimatikan

q. Tekan tombol OFF pada motor

hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam perencanaan sebuah poros

Poros merupakan salah satu bagian yang terpenting dari setiap mesin. Hampir semua mesin meneruskan tenaga bersama-sama dengan putaran utama dalam transmisi (Zainun, 1999:110). Adapun hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam perencanaan sebuah poros, yaitu

poros2

1) Kekuatan poros

Poros transmisi mengalami beban puntir atau lentur.Oleh karena itu, kekuatannya harus direncanakan sebelumnya agar cukup kuat dan mampu menahan beban

2) Kekakuan poros

Lenturan yang dialami poros terlalu besar sehinggaakan menyebabkan ketidaktelitian getaran dan suara. Oleh karena itu, kekakuan poros juga perlu diperhatikan dan disesuaikan dengan mesin.

3) Putaran kritis

Putaran kerja poros haruslah lebih rendah dari putaran kritisnya demi keamanan karena getaran yang sangat besar akan terjadi apabila putaran poros dinaikkan pada harga putaran kritisnya.

4) Korosi

Poros-poros yang sering berhenti lama sehingga perlu dipilih poros yang terbuat dari bahan yang tahan korosi dan perlu dilakukan perlindungan terhadap korosi secara berkala.

5) Bahan poros

Poros yang biasa digunakan pada mesin adalah baja dengan kadar karbon

Teori Desain Perancangan Mesin

Perancangan adalah kegiatan awal dari suatu rangkaian dalam proses pembuatan produk. Tahap perancangan tersebut dibuat keputusankeputusan penting yang mempengaruhi kegiatan-kegiatan lain yang menyusulnya (Dharmawan, 1999: 1).

Teori Desain Perancangan Mesin

Sehingga sebelum sebuah produk dibuat, terlebih dahulu dilakukan proses perancangan yang nantinya menghasilkan sebuah gambar skets atau gambar sederhana dari produk yang akan dibuat. Gambar skets yang telah dibuat kemudian digambar kembali dengan aturan gambar sehingga dapat dimengerti oleh semua orang yang ikut terlibat dalam proses pembuatan produk tersebut.

Gambar hasil perancangan adalah hasil akhir dari proses perancangan dan sebuah produk dibuat setelah dibuat gambar-gambar rancangannya, dalam hal ini gambar kerja.

Perancangan dan pembuatan produk adalah dua kegiatan yang penting.Artinya, rancangan hasil kerja perancang tidak ada gunanya jika rancangan tersebut tidak dibuat.Begitu juga sebaliknya, pembuat tidak dapat merealisasikan benda teknik tanpa terlebih dahulu dibuat gambar rancangannya (Dharmawan, 1999:2).

Gambar rancangan yang akan dikerjakan oleh pihak produksi berupa gambar dua dimensi yang dicetak pada kertas dengan aturan dan standar gambar kerja yang ada.

Toleransi Linier (Linier Tolerances)

Sampai saat ini, untuk membuat suatu benda kerja, sulit sekali untuk mencapai ukuran dengan tepat, hal ini disebabkan antara lain oleh :

a) Kesalahan melihat alat ukur

b) Kondisi alat/mesin

c) Terjadi perubahan suhu pada waktu penyayatan/pengerjaan benda kerja.

toleransi-linier

Berdasarkan paparan tersebut, setiap ukuran dasar harus diberi dua penyimpangan izin yaitu penyimpangan atas dan penyimpangan bawah. Perbedaan antara penyimpangan atas dan penyimpangan bawah adalah toleransi. Tujuuan penting toleransi ini adalah agar benda kerja dapat diproduksi secara massal pada tempat yang berbeda dan tetap dapat memenuhi fungsinya, terutama fungsi mampu tukar, seperti pada suku cadang mesin otomptif yang dapat diperdagangkan

Ud = ukuran dasar (nominal), ukuran yang dibaca tanpa penyimpangan

Pa = penyimpangan atas (upper allowance), penyimpangan terbesar yang diizinkan

Pb = penyimpangan b h awa h (lower all ) owance) penyimpangan rkecil yang diijinkan.

Umaks =ukuran maksimum izin, penjumlahan antara ukuran dasar dengan penyimpangan atas Umin = ukuran minimum izin, penjumlahan antara ukuran dasar dengan penyimpangan bawah.

TL = toleransi lubang;

TP = toleransi poros : perbedaan antara penyimpangan atas dengan penyimpangan bawah atau perbedaan antara ukuran maksimum dengan ukuran minimum izin.

GN = garis nol, ke atas daerah positif dan kebawah daerah negatif.

US = ukuran sesungguhnya, ukuran dari hasil pengukuran benda kerja setelah diproduksi, Terletak diantara ukuran minimum izin sampai dengan ukuran maksimum izin.

Mengenal Elemen Mesin

Berikut yang termasuk dalam komponen elemen mesin adalah:

  1. Paku Kelig/Rivet. Paku keling/rivet adalah salah metoda penyambungan yang sederhana. Sambungan keling umumnya diterapkan pada jembatan, bangunan, ketel, tangki, kapal dan pesawat terbang.
  2. Sambungan Las. Proses pengelasan adalah proses penyambungan logam dengan menggunakan energi panas.
  3. Sambungan Skrup dan Mur. Sekrup atau baut adalah suatu batang atau tabung dengan alur heliks pada permukaannya. Sambungan skrup/baut dan mur merupakan sambungan yang tidak tetap artinya sewaktu-waktu sambungan ini dapat dibuka.
  4. Poros. Poros adalah suatu bagian stasioner yang beputar, biasanya berpenampang bulat dimana terpasang elemen-elemen seperti roda gigi (gear), pulley, flywheel, engkol, sprocket dan elemen pemindah lainnya.
  5. Kopling. Kopling merupakan piranti otomotif yang berfungsi menghubungkan atau melepaskan pengaruh putaran mesin dengan transmisi.
  6. Bejana Tekan. Bejana tekan merupakan suatu konstuksi berbentuk tabung yang menerima beban tekan.
  7. Pasak. Pasak merupakan komponen yang sangat penting dalam perencanaan suatu poros. Pasak dipastikan sangat terkait dengan poros dan roda.
  8. Roda gigi. Roda gigi digunakan untuk mentransmisikan daya besar dan putaran yang tepat serta jarak yang ralatif pendek.
  9. Sabuk/Ban. Sabuk dipakai untuk memindahkan daya antara 2 buah poros yang sejajar dan dengan jarak minimum antar poros yang tertentu.
  10. Rantai dan Sproket Transmisi rantai-sproket digunakan untuk transmisi tenaga pada jarak sedang.

Bentangan langsung dan tidak langsung

Sistem langsung
Sistem langsung yang dimaksud dalam penerapan bentangan ini adalah proses menggambar bentangan yang dilakukan langsung pada obyek atau pelat yang dikerjakan. Proses secara Iangsung ini biasanya dilakukan untuk pembuatan bentangan satu obyek saja. Pelat yang menjadi obyek pengerjaan langsung merupakan tempat lukisan yang dikerjakan oleh juru gambar. Jadi juru gambar melukis bentuk bentangan di atas pelat tersebut secara langsungan. Setelah lukisan bentangan terbentuk selanjutnya dilakukan proses pemotongan bentangan
Sistem Tak Langsung
Sistem tak langsung ini umumnya digunakan dalam pembuatan komponen yang berjumlah besar. Proses penggambaran bentangan awalnya dilukis pada mal atau patron yang disediakan khusus. Setelah mal lukisan bentangan ini selesai dipotong selanjutnya di pindahkan pada pelat-pelat yang tersedia sesuai dengan jumlah komponen yang dibutuhkan. Sistem tak langsung ini artinya juru gambar tidak langsung melukis bentangan pada obyek pelat yang dikerjakan. Tetapi pada mal yang disediakan. Adakalanya pembuatan mal ini lebih besar biayanya dari pembuatan – satu komponen tetapi untuk komponen yang berjumlah besar ini sangat menguntung-kan. Keuntungan ini terlihat dari hasil bentangan yang dikerjakan mempunyai dimensi yang sama. Disamping itu dengan penggunaan dari mal ini menguntungkan dalam pertimbangan pemakaian bahan dan proses pemotongan pelat, sehingga biaya operasional untuk pembuatan menjadi lebih murah.

Pensil Gambar Berdasarkan Kekerasan

Pensil adalah alat gambar yang paling banyak dipakai untuk latihan mengambar atau menggambar gambar. Berdasarkan kekerasannya pensil gambar dibagi menjadi pensil keras, sedang, dan lunak dapat di lihat pada tabel dibawah

Untuk mendapatkan garis dengan ketebalan yang merata dari ujung ke ujung, maka kedudukan pensil sewaktu menarik garis harus dimiringkan 60° dan selama menarik garis, pensil sambil diputar dengan telunjuk dan ibu jari.

Proyeksi isometri

Apabila sebuah benda atau kubus kita letakkan pada sebuah bidang datar dengan diagonalnya tegak lurus terhadap bidang proyeksi, maka yang akan kelihatan hanyalah dua permukaan bidang saja yaitu bidang A dan B, seperti terlihat pada gambar dibawah
Dan bila kubus tersebut kita miringkan, sehingga bagian bawah dari bidang kubus tersebut membentuk sudut 35°16′ terhadap bidang datar. Maka proyeksi dari kubus yang berada pada bidang proyeksi akin tampak menjadi tiga buah bidang permukaan yaitu bidang A, B dan C serta sisi-sisinya menjadi sama panjang, sehingga dengan demikian sudut antara sisi dari kubus tersebut membentuk sudut 120″ atau dua buah sisi lainnya membentuk sudut 30° terhadap bidang datar tadi, hal semacam ini disebut proyeksi isometri. Cara menggambarkan proyeksi isometri ini dapat kita lihat pada gambar dibawah. Di mana sudut a dan Q sama besarnya yaitu 30″ cara penggambaran terhadapsumbuX, Y dan Z digambarkan pada skala 0,82 akan tetapi untuk memudahkan dalam penggambaran, biasanya Sering diambil pada skala 1 : 1