Category Archives: kerja bangku

Pemeriksaan Kerataan, Kesikuan, dan Kesejajaran Benda Kerja

Memeriksa kerataan permukaan benda kerja dapat menggunakan mistar baja atau mal kerataan (straight gauge) dengan cara merapatkan sisi mistar/mal pada permukaan benda kerja dari berbagai arah (digonal, membujur, dan melintang). Indikator kerataan yaitu jika diantara mistar/mal dan permukaan benda kerja tidak ada celah cahaya yang tampak.

Screenshot_230

Pemeriksaan Kerataan

Memeriksa kesikuan antara dua bidang permukaan benda kerja yang salingberpotongan 90º dapat menggunakan siku-siku yaitu dengan cara merapatkan siku-siku pada dua bidang permukaan yang diperiksa. Indikator kisikuan jika sepanjang sisi siku-siku rapat pada permukaan benda kerja dan tanpa celah cahaya.

Screenshot_231

Pemeriksaan Kesikuan

Memeriksa kesejajaran dua permukaan bidang benda kerja yang saling berseberangan dapat menggunakan jangka sorong atau jangka bengkok, yaitu dengan cara merapatkan kedua rahang jangka sorong pada permukaan yang diperiksa. Indikator kesejajarannya jika kedua rahang jangka sorong rapat pada permukaan benda kerja tanpa celah cahaya.

Screenshot_232

Pemeriksaan Kesejajaran

Pemotong ulir luar (snei)

Alat pemotong ulir luar (snei) dan pemotong ulir dalam (Tap) dibuat dari baja karbon tinggi atau baja kecepatan tinggi (HSS), snei digunakan untuk membuat/memotong ulir luar pada batang silindris dan tap untuk ulir dalam. Salah satu macam snei ialah suatu cakram dengan lubang berulir ditengah (pusat). Awal ulir pada kedua sisinya dichamper sehingga membentuk tirus, untuk memusatkan alat pemotong ulir tersebut pada benda kerja dan mempercepat proses pemotongan. Lubang-lubang yang seragam, sejajar dengan sumbu ulir dan berhenti di bagian ulir, menimbulkan sisi-sisi potong, alur-alur pemotong beram dan ruang untuk membuang beram.

Screenshot_215

Alat pemotong ulir ini dibelah pada satu tempat untuk memungkinkan pengaturan lebarnya secara terbatas. Pemotong ulir ini di sekelilingnya dilengkapi dengan lubang-lubang penyetel yang berbentuk kerucut untuk mengatur pemotong ulir dalam tangkai alat pemotong ulir.

Tangkai snei digunakan untuk memegang snei dan memutarnya. Tangkai itu dilengkapi dengan empat/lima baut yang runcing ujungnya. Baut penahan (di tangkai yang besar dua baut) membantu penempatan snei pada tangkainya. Baut pusat dengan ujung 60o digunakan untuk membuka pemotong secara ringan sedang dua lainnya digunakan untuk mengunci pemotong dalam pemotongan. Jika baut-baut dikeraskan terlalu kuat pemotongan ulir akan patah. Pada pemotongan tertutup, semua baut digunakan untuk menahan pemotong.

Kopling

Kopling merupakan piranti otomotif yang berfungsi menghubungkan atau melepaskan pengaruh putaran mesin dengan transmisi. Artinya bila sedang difungsikan, maka kopling akan memutus putaran mesin sehingga daya geraknya tak saling berkait dengan transmisi. Bila kopling tak diinjak (difungsikan) maka rambatan putaran mesin akan kembali menggerakkan roda mobil bersangkutan.
Singkatnya, kopling berfungsi sebagai ‘perantara’ yang mendukung kerja transmisi terhadap tingkat kecepatan mobil bergerak.

Screenshot_112

Karena pentingnya peran itu, kopling terbagi dalam sejumlah komponen yang masing-masing memiliki fungsi saling mendukung bagi optimasi tugas ‘perantara’ itu. Satu set kopling terdiri dari pilot bearing, clutch disc (piringan kopling), cover clutch (populer sebagai matahari), dan release bearing. Bagian kopling yang paling sering mengalami keausan adalah clutch disc. Itu karena fungsi kopling yang harus selalu menahan gerak putaran, sementara gigi transmisi difungsikan. Bila bagian ini rusak maka mobil sama sekali tak bisa bergerak. Sementara kalau kerusakan pada bagian lain, umumnya hanya menyebabkan pedal kopling terasa bergetar.

Sambungan Baut dan Mur

Sekrup atau baut adalah suatu batang atau tabung dengan alur heliks pada permukaannya. Penggunaan utamanya adalah sebagai pengikat (fastener) untuk menahan dua obyek bersama, dan sebagai pesawat sederhana untuk mengubah torsi (torque) menjadi gaya linear. Baut dapat juga didefinisikan sebagai bidang miring yang membungkus suatu batang. Sambungan skrup/baut dan mur merupakan sambungan yang tidak tetap artinya sewaktu-waktu sambungan ini dapat dibuka.

Screenshot_111

Baut, mur dan screw mempunyai ulir sebagai pengikat. Ulir digolongkan menurut bentuk profil penampangnya diantaranya: ulir segitiga, persegi, trapesium, gigi gergaji dan bulat. Baut, mur dan screw digolongkan menurut bentuk kepalanya yakni segi enam, socket segi enam dan kepala persegi.

Cara memegang kikir

Pekerjaan pengikiran akan berhasil dengan baik apabila para pekerja mengetahui tentang jenis kikir yang harus digunakan sesuai dengan bahan yang akan dikerjakan, cara menjepit benda kerja yang benar, cara memegang kikir yang benar. Cara memegang kikir yang salah dapat mengakibatkan cepat merasa lelah, sehingga pekerjaan menjadi lambat atau kalau ditinjau dari segi ekonomisnya tidak menguntungkan. Rasa lelah kemungkinan akan dapat menimbulkan kecelakaan kerja, sebab dengan rasa lelah konsentrasi pekerja menjadi menurun. Dengan menurunnya konsentrasi, maka kecelakaan kerja akan mudah terjadi. Cara memegang kikir yang benar adalah:

Screenshot_134

  1. Tangkai kikir harus dipegang dengan tangan kanan dengan ibu jari berada di atas tangkai kikir, sedangkan jari telunjuk mengikuti panjang tangkai kikir.
  2. Untuk pengikiran/pekerjaan yang berat, maka tangan kiri (telapak tangan) diletakkan pada ujung kikir dengan jari-jari tangan menjepit ujung kikir. Fungsinya adalah agar pemakanan/pemotogan bahan oleh kikir bisa lebih besar dan kelurusan permukaan bisa terjaga.
  3. Untuk pelaksanaan pengikiran yang ringan, jari-jari tangan kiri dapat diletakkan pada ujung kikir dan ia berfungsi sebagai penyeimbang.
  4. Pada pengikiran benda kerja yang tipis, ujung ibu jari tangan kiri diletekkan pada permukaan kikir dekat dengan tangkai kikir. Sedangkan ujung jari yang lainnya menekan kikir bagian ujung atau jari-jari tangan menekan permukaan kikir.
  5. Pada pelaksanaan pengikiran posisi badan agak condong ke depan dan posisi kaki kiri berada di depan kaki kanan kirakira membentuk sudut 60º.

Langkah kerja pembuatan ulir dengan tap

Screenshot_131

Penjepitan benda kerja dan pemasangan tap

Langkah kerja pembuatan ulir dengan tap adalah sebagai berikut :

  • Jepit benda kerja pada ragum secara benar dan kuat
  • Pasang tap konis pada tangkai tap
  • Tempatkan mata tap tegak lurus pada lubang (periksa dengan menggunakan siku-siku)
  • Tekan hingga masuk dalam lubang kemudian putar tangkai tap ke kanan (searah dengan putaran jarum jam). Pemutaran harus tegak lurus.
  • Pemutaran kira-kira sebesar 900, kemudian putar kembali ke arah kiri. Maksud pemutaran kembali adalah untuk memotong beram yang belum terpotong dan memberikan kesempatan beram-beram hasil pemotongan keluar dari lubang

Mengasah Mata Pahat

Screenshot_130

Mengasah mata pahat

Penyayatan atau pemotongan dengan pahat akan berhasil apabila mata pahatnya tajam. Untuk mendapatkan mata pahat yang tajam, maka mata potong tersebut harus diasah dengan menggunakan mesin gerinda. Cara mengasah pahat adalah sebagai berikut:

  • Pakai kaca mata transparan.
  • Periksa kerataan permukaan batu gerinda dan jarak antara permukaan batu gerinda dengan penahan benda kerja (tool rest).
  • Hidupkan mesin gerinda. Pengasahan mata pahat gunakan
    batu gerinda halus.
  • Pegang kepala pahat dengan tangan kanan, sedangkan tangan kiri memegang bagian badan pahat. Dekatkan mata pahat pada batu gerinda dan letakkan badan pahat pada tool rets.
  • Singgungkan mata pahat pada permukaan batu gerinda dan gerakkan pahat ke arah kiri dan kanan, gerakan pahat harus bebas.
  • Gunakan cairan pendingin untuk mendinginkan pahat, karena pahat tidak boleh terlalu panas. Panas yang berlebihan akan mempengaruhi kekerasan pahat.
  • Setelah selesai bentuk mata pahat sedikit radius, dan ukur susut mata pahat.
  • Matikan mesin gerinda setelah selesai mengasah.

Besar sudut mata pahat tangan

Pahat tangan juga disebut dengan pahat dingin, karena pahat ini digunakan untuk melakukan pemotongan benda kerja dalam keadaan dingin. Pahat tangan juga dapat digunakan untuk melakukan pemotongan panas, artinya pahat tersebut khusus dibuat untuk melakukan pemotongan pada saat bahan dalam keadaan panas, seperti pada bengkel tempa.

Rata-rata besar sudut mata potong pahat tangan sebesar 65 derajat, tetapi karena jenis bahan yang akan dipotong banyak jenisnya dengan kekerasan yang berbeda, maka dibuatlah sudut mata potong pahat yang bervariasi dari 55 derajat sampai 85 derajat. Makin keras bahan yang dipotong makin besar sudut mata potongnya. Dengan makin besar sudutnya, berarti makin kuat mata potong pahat untuk melakukan pemotongan.besar sudut mata pahat potong adalah seperti pada tabel di bawah ini.

Screenshot_129

Hubungan besar sudut mata potong dengan jenis bahan yang akan dipotong

Blok siku

Blok siku merupakan alat bantu dalam pekerjaan melukis dan menandai. Alat ini adalah alat presisi, di mana dalam pembuatannya dikerjakan dengan mesin gerinda datar dan diskrap, sehingga ketelitiannya mencapai 0,005 milimeter. Alat ini dibuat dari bahan besi tuang dan dari bahan batu granit, sehingga ia mempunyai kehalusan permukaan yang sangat tinggi.

Screenshot_120

Pemakaian peralatan ini terutama untuk pengikatan benda kerja yang akan dilukis, dikerjakan, dan diukur. Peralatan ini ada yang rata dan ada yang dilengkapi beberapa lobang slot, sebagai tempat kedudukan baut penjepit benda kerja. Benda kerja dapat juga diikat pada blok siku ini dengan menggunakan klem C, klem sejajar dan baut-baut pengikat.

Screenshot_121

Pemasangan benda kerja pada blok

Siku-siku merupakan alat bantu yang sangat penting dalam pekerjaan melukis dan menandai. Siku-siku merupakan peralatan yang dapat berfungsi sebagai :

Meja perata

Meja perata merupakan alat bantu yang sangat penting dan harus ada pada pekerjaan melukis dan menandai. Meja perata dibuat dari bahan besi tuang yang cukup kuat untuk menerima gesekan atau goresan yang diakibatkan oleh bahan bakal atau alat bantu melukis dan menandai. Kelemahan dari besi tuang adalah ia tidak tahan beban seperti pukulan dan gaya yang tiba-tiba, sebab ia agak rapuh dibandingkan dengan baja. Di samping itu besi tuang juga tidak tahan terhadap karat dan udara lembab.

Perlu diperhatikan bahwasanya meja perata hanya digunakan sebagai tempat landasan atau tempat melakukan perata hanya digunakan sebagai tempat landasan atau tempat melakukan menggambar atau melukis, sedangkan untuk melakukan penandaan harus dilakukan pada tempat yang lain. Permukaan meja perata diskrap halus, sehingga penyimpanan kedatarannya hanya 0,00002 milimeter/meter, dan pada permukaannya dilengkapi dengan garis-garis sejajar dan saling tegak lurus, untuk membantu pekerjaan melukis.

Screenshot_119

Diatur tinggi rendahnya, dan dapat dengan mudah diatur kerataan permukaanya. Di samping besi tuang bahan untuk pembuatan meja perata juga dari batu granit. Keuntungan pemakaian batu granit adalah permukaannya dapat dibuat sehalus mungkin, sehingga sangat cocok untuk pekerjaan pengukuran dan melukis. Batu granit tahan terhadap karat dan kotoran lainnya, tetapi batu granit tidak tahan terhadap beban kejutan seperti dipukul. Keuntungan lain pemakaian batu granit ialah apabila permukaannya telah mengalami keausan, maka ia dengan cepat dapat diratakan kembali dengan diskrap. Penempatan meja perata harus pada tempat yang mempunyai penerangan yang cukup, untuk menjaga agar pada saat melakukan pengukuran dan melukis tidak terjadi kesalahan seperti kesalahan pada pengukuran. Pada ruangan atau tempat yang kurang penerangannya kemungkinan terjadinya kesalahan pengukuran dan membuta lukisan sangat besar.

Dalam pemakaiannya meja perata harus selalu dijaga kehalusan kedataran permukaannya. Dengan demikian dalam pelaksanaan pekerjaan melukis dan menandai semua bahan bakal harus diratakan dan mempunyai permukaan yang halus, supaya tidak melukai permukaan meja perata. Juga pada saat melakukan pengukuran, hendaknya benda kerja benar-benar harus bersih dari beram atau kotoran lainnya. Sebaiknya apabila meja perata tidak digunakan untuk melukis dan melakukan pengukuran, lebih baik meja perata ditutup dengan bahan yang dapat menahan meja perata dari benturanbenda lain, menghindari debu atau kotoran lainnya.