Category Archives: Gambar teknik

Cara membentangkan silinder lurus

Apabila permukaan samping silinder lurus dibuka gulugannya  pada sebuah bidang, maka dasarnya membentang menjadi garis  lurus. Panjang garis ini yang sama dengan keliling penampang  lurus (πX garis tengah), dapat dihitung dan diukurkan sebagai  garis rentang 1D1D. Karena silinder itu dapat dianggap sebagai prisma bersegi  banyak, pembentangannya dapat dapat dibuat dengan cara  yang serupa dengan metode yang dilukiskan  elemen yang digambar pada permukaan silinder berfungsi  sebagai rusuk prisma segi banyak. Biasanya dipakai dua belas  atau 24 elemen ini, banyaknya tergantung dari ukuran silinder.

Pembentangan silinder

Pembentangan silinder

Biasanya elemen itu direnggangkan dengan membagi keliling  dasar, seperti diperlihatkan oleh lingkaran dalam tampang atas,  dalam bagian yang sama banyaknya. Garis rentang dibagi dalam  bagaian yang sama banyaknya dan elemen tegak lurus ditarik  melalui tiap-tiap titik bagi. Setelah itu panjang sejati tiap-tiap  elemen diproyeksikan pada gambaran yang bersangkutan pada  gambar bentangan, dan gambar bentangan gambar bentangan  dilengkapkan dengan menyambungkan titik-titik dengan garis  lengkung yang mulus. Ketika titik disambungkan dianjurkan  untuk mensketsa tangan garis lengkung danngan tipis sebelum  memakai alat mal gambar. Karena gambar permukaan yang  sudah jadi merupakan garis lengkung yang menerus, elemen dalam gambar bentangan tidak ditebalkan.

Pembentangan silinder lingkaran lurus

Pembentangan silinder lingkaran lurus dipotong miring

Kalau gambar  bentangan itu simetrik, seperti halnya disini, hanya  setengahnyalah yag perlu digambar.  Sepotong dari tipe ini dapat merupakan sebagian siku yang dua  potong, yang tiga potong atau yang empat potong.  Garis rentangan tiap-tiap potongan sama panjangnya dengan  perimeter (keliling) penampang yang dihitung.

Teknik menggambar bentangan

Teknik menggambar bentangan biasanya dilakukan dengan dua cara yakni secara grafis dan secara matematis. Kedua teknik ini mempunyai keuntungan yang berbeda-beda. Untuk proses penggambaran bentangan profil tertentu biasanya digunakan lukisan secara grafis. Tetapi untuk profil-profil yang beraturan lebih menguntungkan dilakukan perhitunganperhitungan secara matematis

A. Secara grafis
Teknik secara grafis ini dilakukan dengan membagi lingkaran dalam 12 bagian yang sama besar, dimana angka 1 dan 12 saling berimpit. Selanjutnya tariklah garis lurus di sebelah lingkaran. Ukurlah jarak 1 ke 2 dengan menggunakan jangka. Lalu jarak ini dipindahkan pada garis lurus yang disediakan yakni 1 ke 2, begitulah seterusnya sampai menuju angka 12.

Bentangan Lingkaran secara grafis

Bentangan Lingkaran secara grafis

Hasil pengukuran dengan pamindahan jangka ini dari 1 ke 12 merupakan keliling lingkaran yang terbentuk. Semakin banyak pembagi jumlah lingkaran ini maka hasil yang diperoleh juga semakin teliti.

B. Secara Matematis

Lukisan bentangan dari sebuah lingkaran ini lebih mudah dilakukan secara matematis. Caranya adalah dengan menghitung keliling lingkaran tersebut. Yakni keliling lingkaran = ∏. D, dimana D merupakan diameter lingkaran yang dilukis Lukislah bentangan secara matematis ini lebih teliti jika dibandingkan dengan cara grafis tetapi hal ini terbatas pada profil-profil bentuk yang beraturan.

Bentangan lingkaran secara matematis

Bentangan lingkaran secara matematis

Proyeksi perspektif miring dan Proyeksi miring (Oblik)

Di dalam proyeksi perspektif pada dasarnya garis-garis proyeksiyang terjadi tidaklah sejajar dengan garis proyeksi yang lainnya, melainkan menuju sebuah titik. Di mana titik tersebut merupakan titik penglihatan dari mata pengamat. Jadi dengan demikian proyeksinya tidak akan menunjukkan bentuk yang sebenarnya dari benda yang dilihat. Apabila sebuah benda kita lihat dari satu titik penglihatan, maka proyeksi dari benda yang dilihat tersebut akan berada pada bidang proyeksi seperti terlihat pada gambar dibawah Hal semacam ini disebut proyeksi perspektif dan gambarnya dinamakan gambar perspektif.

Proyeksi perspektif miring

Proyeksi perspektif miring

Di dalam proyeksi miring, garis-garis proyeksi yang terjadi tidaklah tegak lurus terhadap bidang proyeksi, melainkan membentuk sudut terhadap bidang proyeksi. Proyeksi dari benda yang berada pada bidang proyeksi disebut proyeksi miring, seperti terlihat pada gambar dibawah

Sudut proyeksi miring

Sudut proyeksi miring

Cara menggambarnya sebagai berikut:

  1. Penggambaran terhadap sumbu Z digambarkan pada skala yang sebenarnya atau skala 1:1.
  2. Demikian pula penggambaran terhadap sumbu X digambarkan pada skala 1:1.
  3. Dan penggambaran terhadap sumbu Y digambarkan setengahnya atau pada skala 1:2.

Pembentangan prisma miring

Permukaan samping prisma miring, seperti misalnya yang diperlihatkan dalam gambar dibawah. dibentangkan dengan metode umum yang sama seperti yang dipakai untuk prisma lurus. Dengan cara yang sama, panjang sejati rusuk yang diperlihatkan dalam tampang muka, tetapi ukuran sejati penampang yang lurus bantu, diukurkan sepanjang garis rentang, sedang garis konstruksi tegak lurus dengan yang menggambarkan rusuk, ditarik melalui tiik-titik bagi. Panjang bagian tiap-tiap rusuk yang bersangkutan, sebelah atas da sebelah bawah bidang X-X, dipindahkan ke garis yang sesuai dalam gambar bentangan. Jarak pada sebelah bidang atas bidang X-X diukurkan sebelah atas garis rentang dan jarak pada sebelah bawah bidang X-X diukurkan sebelah garis rentang. Kemudian, gambar bentangan permukaan samping dibuat lengkap dengan menyambungkan titik-titik ujung rusuk oleh garis lurus. Karena lipatan nyata akan dibuat pada tiap-tiap garis rusuk apabila prisma sudah terbentuk, menjadi kebiasaan untuk menebalkan garis rusuk (lipat) ini pada gambar bentangan.

Pembentangan prisma miring

Garis rentang sebenarnya sudah dapat ditarik dalam kedudukan tegak lurus pada rusuk dalam tampang muka, sehingga panjang tiap-tiap rusuk dapat diproyeksikan pada gambar bentangan (seperti halnya prisma lurus).

Penggunaan Gambar Bentangan Di Industri

Perancang suatu produk permesinan merupakan awal dari disain yang akan dikerjakan, Sketsa hasil rancangan ini masih belum menunjukkan gambar yang tepat. Setelah melakukan beberapa pertimbangan akhirnya gambar sketsa ini dilanjutkan dalam penggambaran desain secara utuh menurut standar gambar di industri. Dalam bengkel-bengkel kerja pelat atau pada pekerjaan yang terbuat dari pelat sering sekali memerlukan gambar-gambar bukaan. Dalam konstruksi biasanya digunakan gambar proyeksi ortogonal yang dilengkapi dengan ukuran-ukuran yang diperlukan. Sebelum juru gambar memutuskan cara untuk mempermudah pembacaan, terlebih dahulu ia harus bisa membayangkan bentuk benda yang akan direncanakan. Gambar bentangan atau bukaan biasanya diperlukan dalam bengkel-bengkel kerja pelat atau pada pabrik-pabrik yang memproduksi suatu alat yang bahannya terbuat dari pelat.

Penggunaan Gambar Bentangan Di Industri

Maksud dari gambar bentangan atau bukaan ia!ah untuk mempermudah pamotongan bahan atau mempermudah mengetahui banyaknya bahan yang diperlukan. Untuk penglihatan ujung-ujungnya dapat dilakukan dengan dipatri, dikeling, ataupun dilas. Cara penyambungan tersebut tergantung dari macam bahan ataupun tebal-tipisnya bahan. Dari hasil gambar teknik yang dikerjakan dalam bentuk gambar-gambar detail ini selanjutnya diberikan kepada para operator untuk mengerjakan. Tetapi seluruh desain gambar yang terbuat dari komponen pelat yang dibutuhkan gambar tambahan yakni gambar bentangan, sebab untuk pemotongan awal dari bahan yang dikerjakan harus sesuai dengan bentangan yang dibutuhkan. Apalagi untuk pembuatan komponen yang berjumlah besar, hal ini dibutuhkan gambar bentangan yang cermat dan teliti. Apabila pemotongan bentangan ini tidak sesuai dengan kebutuhan bahan yang diinginkan akan menimbulkan kerugian pemakaian bahan.

Pengetahuan gambar bentangan memang dewasa ini sangat dibutuhkan, lni terlihat dari perkembangan dunia industri. Terutama industri-industri karoseri body mobil, body kereta api, peralatan kantor juga tangki-tangki berukuran kecil maupun besar. Seorang juru gambar bentangan harus mempunyai wawasan yang luas tentang suatu obyek yang akan digambarnya. Sebab selain dibutuhkan pengetahuan tentang gambar bukaan tersebut, juru gambar juga harus mempertimbangkan proses penyambungan yang digunakan dalam perakitan bentangan tersebut, sehingga juru gambar harus mempersiapkan dimensi geometris tambahan untuk proses perakitan obyek yang akan dikerjakan.

Pengembangan Gambar Teknik

Menurut perkembangan teknik dan perkembangan sosial, fungsi dan penggunaan cara-cara menggambar telah mengalami perubahan dengan menyolok. Pada permulaan industri, perencana dan pembuat merupakan orang yang sama. Dalam hal demikian gambar hanya berarti sebagai alat berpikir dan gambar hanya merupakan gambar konsep. Oleh karena itu aturan-aturan gambar tidak diperlukan. Bilamana perencana dan pembuat tidak lagi merupakan satu orang yang sama, tetapi mempunyai hubungan satu sama lain, maka pada fungsi gambar ditambah dengan penyampaian informasi dan kesepakatan bersama memegang peranan cukup dalam peraturanperaturan gambar. Sebuah gambar susunan atau gambar sistem dari suatu grup dipakai, dimana tidak diperlukan indikasi atau catatan yang tepat, karena produk tersebut dibuat terutama sekali oleh keahlian darisi pembuat.

Gambar Teknik

Dalam sebuah pabrik kecil si perancang akan meminta pada si pembuat untuk membuat sebuah benda kerja. Permintaan tersebut disampaikan melalui sebuah gambar. Dengan demikian fungsi gambar menjadi “cara berpikir” dan “penyampaian informasi”. Gambar-gambar yang dipergunakan adalah gambar sistem dari satu grup atau gambar sistem individual. Standar gambar harus dipersiapkan sebagai standar perusahaan yang berlaku umum dalam perusahaan. Terhadap susunan bagian-bagian, petunjuk-petunjuknya harus lebih cermat dan seringkali menjadi pegangan bagi para pekerja.
Dengan meningkatnya ukuran industri banyak perusahaan yang mempergunakan gambar. Gambar-gambar yang dipergunakan dengan sendirinya adalah gambar sistem individul. Standar gambar seharusnya dapat diperoleh pada perusahaan-perusahaan lain, seperti misalnya sub kontraktor dalam maupun luar negeri. Isi gambar harus dipilih demikian rupa, sehingga semua persyaratan dari berbagai-bagai orang yang bersangkutan dapat dipenuhi sebagai gambar, “cara berpikir” dan “penyampaian informasi” tentunya diperlukan, tetapi kebutuhan akan “pengawetan, penyimpanan dan penggunaan informasi” meningkat, karena macam dan jenis produk telah meningkat dengan pesat dan perencana haus menyerap pekerjaan yang berat.

Singkatnya fungsi dan standar gambar perlu dirubah menurut ukuran industri, ketergantungan pada orang lain, cara-cara produksi, caracara reproduksi (termasuk film mikro), mesin gambar, instrumentasi dsb. Standar gambar akan berubah sesuai keadaan teknik

Membaca vernier caliper dengan ketelitian 0,001 inchi

Di dalam bengkel kerja mesin dimungkinkan adanya vernier caliper sistem dengan pecahan desimal. Pada vernier caliper ini panjang satu inchi pada skala utama dibagi menjadi 10 bagian sama besar. Kemudian pada setiap bagian masih dibagi kembali menjadi 4 bagian, ini berarti dalam lebar atau panjang 1 inchi dibagi menjadi 40 bagian sama besar. Dengan demikian, maka harga setiap bagiannya adalah 1/40 sama dengan 0,025 inchi.

Screenshot_107

Vernier dengan ketelitian 0,001 inchi

 

Pada skala vernier/skala nonius terdapat 24 garis skala yang dibagi menjadi 25 bagian, sehingga harga tiap bagian adalah sebesar 24/25 x 0,025 inchi, sama dengan 0,024 inchi, maka perbedaannya adalah sebesar 0,025 – 0,024 = 0,001 inchi. Pada gambar 1 diberikan contoh pembacaan vernier caliper dengan tingkat ketelitian sebesar 0,001 inchi. Dari gambar tersebut, ditentukan berapa besar pengukuran yang ditunjukkan oleh vernier caliper

Screenshot_108

Gambar 1 . Posisi pengukuran pada vernier caliper

Pada gambar 1 garis nol pada skala nonius vernier berada pada garis pertama sesudah garis yang menunjukkan angka pembacaan 0,700 inchi, maka gambar 1 menunjukkan pembacaan sebesar 0,70 + 0,025 inchi atau sama dengan 0,725 inchi.

Kemudian lihat gambar di bawah ini, berapakah besar ukuran yang ditunjukkan oleh vernier caliper ini

Screenshot_109

Dari gambar di atas terbaca bahwa garis nol pada skala vernier berada pada garis pertama sesudah garis ukur 1,4 inchi.Kemudian dibaca garis yang mana yang segaris dengan garisgaris pada skala vernier, ternyata garis yang ke 16 yang segaris dengan garis pada skala utama. Ini berarti menunjukkan ukuran 0,016 inchi dan besarnya ukuran ini harus ditambahkan dengan ukuran utama. Dengan demikian besar ukuran yang ditunjukkan oleh gambar di atas adalah sebesar: 1,425 + 0,016 = 1,441 inchi.

Protractor

Alat ukur ini digunakan untuk mengukur besaran-besaran sudut pada benda kerja dan untuk membantu pekerjaan melukis dan menandai. Protractor dibuat dengan beberapa bentuk, sesuai dengan jenis kegunaannya dan tingkat ketelitiannya. Batas ukur dari protractor adalah dari 0 derajat sampai 180 derajat.

Screenshot_105

Untuk pengukuran besaran sudut dengan teliti, artinya pengukuran besaran sudut kurang dari satu derajat (1 derajat) digunakan vernier bevel protractor. Alat ini mempunyai ketelitian sebesar 5 menit. Jadi dengan menggunakan vernier bevel protractor kita dapat melakukan pengukuran mulai dari ukuran sudut 5 menit sampai 180 derajat.

Screenshot_106

Vernier Bevel Protractor

Cara membaca ukuran pada vernier bevel protractor adalah sebagai berikut:

  • Baca ukuran pada skala utama
  • Baca ukuran yang ditunjukkan pada skala vernier
  • Jumlahkan ukuran dari skala utama dan skala vernier.

Hasil dari penjumlahan tersebut merupakan besar dari ukuran yang diminta.

 

 

Garis perpotongan permukaan geometric

Garis perpotongan dua permukaan adalah garis yang dimiliki bersama oleh kedua bidang itu. Garis ini dapat dianggap sebagai garis yang akan ditempati oleh titik-titik diamana elemen suatu permukaan akan menembus permukaan lainnya. Hampir semua garis pada gambaran ortografik praktis merupakan garis perpotongan; karena itu, pembicaraan berikut ini dapat dianggap studi yang diperluas menganai subjek itu juga. Metode yang disajikan dalam bab ini adalah prosedur yang dikenali dengan mudah untuk menemukan garis perpotongan yang lebih rumit, yang diciptakan oleh perpotongan permukaan giometrik.

Screenshot_104

geometric, Garis perpotongan

Guna membuat lengkap suatu tampang gambar kerja atau suatu tampang yang perlu untuk membentangkan permukaan bentuk geometrik yang berpotongan, serengkali harus diketemukan garis perpotongan antara permukaan. Pada gambar kerja biasa, garis permotongan dapat “dipalsukan” (faked in) melalui beberapa titik kritis. Tetapi pada gambar logam lembaran harus ditempatkan titik dalam jumlah yang cukup untuk memperoleh garis perpotongan yang cermat dan gambar bentangan yang pada akhirnya harus cermat.

Garis perpotongan dua permukaan diketemukan dengan menentukan sejumlah titik yang dimilliki bersama oleh kedua permukaan itu melalui titik ini menarik garis atau garis-garis dalam urutan yang tepat. Garis perpotongan yang dihasilkan dapat lurus, melengkung atau lurus dan melengkung. Soal menemukan gais yang serupa itu dapat dipecahkan dengan salh satu metode umum, tergantung dari tipe permukaan yang bersangkutan. Dengan maksud menyederhanakan pembicaraan tentang perpotongan ini hendaknya dimisalkan bahwa semua soal dibagi dalam dua kelompok umum ini:
Kelompok 1: soal yang melibatkan dua bentuk geometri, yang kedua-duanya tersusun dari permukaan bidang.
Kelompok 2: soal yang melibatkan bentuk geometrik yang atau mempunyai permukaan lengkung tunggal atau mempunyai permukaan lengkung berganda.

Pembentangan prisma

Dalam banyak gambar industri, gambar bentangan harus diperlihatkan untuk meyediakan informasi yang perlu guna membuat pola untuk memudahkan memotong bentuk yang diinginkan dari logam lembaran. Disebabkan oleh kemajuan cepat dalam keahlian mengolah benda kerja dengan melipat, menggilas atau menfreis bentuk logam yang dipotong dalam jumlah yang terus menerus meningkat, maka harus ada pengetahuan luas tentang metoda konstruksi banyak macam tipe pembentangan. Pola juga dipakai dalam pemotongan batu sebagai pedoman untuk membentuk muka yang tak teratur.

Gambar bentangan permukaan hendaknya digambar dengan muka dalam menengadah, sebagaimana menurut teori hal itu akan terjadi apabila permukaan dibuka gulungannya (unrolled) atau dibuka lipatannya (unfold), seperti dilukiskan dalam gambar dibawah. kebiasaan ini selanjutnya dibenarkan, sebab para pekarja logam lembaran harus membuat tanda pons untuk melipat pada permukaan dalam.

Screenshot_103

Sekalipun dalam pengolahannya nyata logam lembaran, ekstra logam harus disediakan untuk tumpangan (lap) pada kampuh, namun dalam bab ini tidak akan diperlihatkan tenggang (allowance) pada gambar bentangan. Juga banyakdipertimbangkan praktis lainnya telah diabaikan dengan sengaja, guna menghindari bingungnya mereka yang baru mulai.