Category Archives: artikel

ciri-ciri Mineral

Mineral merupakan suatu bahan yang banyak terdapat di dalam bumi, yang mempunyai bentuk dan ciri-ciri khusus serta mempunyai susunan kimia yang tetap.Mineral memiliki ciri-ciri khas antara lain sebagai berikut:

a.Warna, mineral mempunyai warna tertentu, misalnya malagit berwarna hijau,lazurit berwarna biru, dan ada pula mineral yang memiliki bermacam-macam warna misalnya kuarsa.

b.Cerat, merupakan warna yang timbul bila mineral tersebut digoreskan pada porselen yang tidak dilicinkan.

c.Kilatan merupakan sinar suatu mineral apabila memantulkan cahaya yang dikenakan kepadanya. Misalnya emas, timah, dan tembaga yang mempunyai kilat logam.Kristal atau belahan merupakan mineral yang mempunyai bidang datar halus.Misalnya, seng, bentuk kristalnya dapat dipecah-pecah menjadi beberapa kubus dan patahannya akan terlihat dengan jelas. Setiap mineral memiliki bentuk Kristal yang berbeda-beda. Contohnya bentuk kubus pada galmer (bilih seng),bentuk heksagonal (enam bidang) pada kuarsa, dan lain-lain.

d.Berat jenis, mineral mempunyai berat jenis antara 2 – 4 ton/m2. Berat jenis ini akan berubah setelah diolah menjadi bahan.




Macam Sifat Logam

Logam mempunyai beberapa sifat antara lain: sifat mekanis, sifat fisika, sifat kimia, dan sifat pengerjaan.
Sifat mekanis adalah kemampuan suatu logam untuk menahan beban yang diberikan pada logam tersebut.Pembebanan yang diberikan dapat berupa pembebanan statis (besar dan arahnya tetap),ataupun pembebanan dinamis (besar dan arahnya berubah).Yang termasuk sifat mekanis pada logam, antara lain: kekuatan bahan (strength), kekerasan elastisitas, kekakuan, plastisitas,kelelahan bahan, sifat fisika, sifat kimia, dan sifat pengerjaan.

Kekuatan (strength) adalah kemampuan material untuk menahan tegangan tanpa kerusakan. Beberapa material seperti baja struktur, besi tempa, alumunium, dan tembaga mempunyai kekuatan tarik dan tekan yang hampir sama.Sementara itu,kekuatan gesernya kira-kira dua pertiga kekuatan tariknya.Ukuran kekuatan bahan adalah tegangan maksimumnya, atau gaya terbesar persatuan luas yang dapat ditahan bahan tanpa patah. Untuk mengetahui kekuatan suatu material dapat dilakukan dengan pengujian tarik, tekan, atau geser.

Kekerasan (hardness) adalah ketahanan suatu bahan untuk menahan pembebanan yang dapat berupa goresan atau penekanan. Kekerasan merupakan kemampuan suatu material untuk menahan takik atau kikisan.Untuk mengetahuikekerasan suatu material digunakan Uji Brinell.

Kekakuan adalah ukuran kemampuan suatu bahan untuk menahan perubahan bentuk atau deformasi setelah diberi beban.

Kelelahan bahan adalah kemampuan suatu bahan untuk menerima beban yang berganti-ganti dengan tegangan maksimum diberikan pada setiap pembebanan.

Elastisitas adalah kemampuan suatu bahan untuk kembali ke bentuk semula setelah menerima beban yang mengakibatkan perubahan bentuk.Elastisitas merupakan kemampuan suatu material untuk kembali ke ukuran semula setelah gaya dari luar dilepas.Elastisitas ini penting pada semua struktur yang mengalami beban yang berubah-ubah terlebih pada alat-alat dan mesin-mesin presisi.

Plastisitas adalah kemampuan suatu bahan padat untuk mengalami perubahan bentuk tetap tanpa ada kerusakan.

Sifat fisika adalah karakteristik suatu bahan ketika mengalami peristiwa fisika seperti adanya pengaruh panas atau listrik.Yang termasuk sifat-sifat fisika adalah sebagai berikut: titik lebur, kepadatan, daya hantar panas, dan daya hantar listrik.

Sifat kimia adalah kemampuan suatu logam dalam mengalami peristiwa korosi.Korosi adalah terjadinya reaksi kimia antara suatu bahan dengan lingkungannya. Secara garis besar ada dua macam korosi, yaitu korosi karena efek galvanis dan reaksi kimia langsung.

Sifat pengerjaan adalah suatu sifat yang timbul setelah diadakannya proses pengolahan tertentu.Sifat pengerjaan ini harus diketahui terlebih dahulu sebelum pengolahan logam dilakukan.

Die casting

Die casting adalah proses pencetakan logam dengan menggunakan penekanan yang sangat tinggi pada suhu rendah. Cetakan tersebut disebut die.Rentang kompleksitas die untuk memproduksi bagian-bagian logam nonbelerang (yang tidak perlu sekuat, sekeras, atau setahan panas seperti baja) dari keran cucian sampai cetakan mesin (termasuk hardware, bagian-bagian komponen mesin, mobil mainan, dan sebagainya).

Logam biasa seperti seng dan alumunium digunakan dalam proses die casting.Logam tersebut biasanya tidak murni melainkan logam-logam yang memiliki karakter fisik yang lebih baik.
Akhir-akhir ini suku cadang yang terbuat dari plastik mulai menggantikan produk die casting banyak dipilih karena harganya lebih murah (dan bobotnya lebih ringan yang sangat penting khususnya untuk suku cadang otomotif berkaitan dengan standar penghematan bahan bakar). Suku cadang dari plastic lebih praktis (terutama sekarang penggunaan pemotongan dengan bahan plastic semakin memungkinkan) jika mengesampingkan kekuatannya, dan dapat didesain ulang untuk mendapatkan kekuatan yang dibutuhkan

Terdapat empat langkah utama dalam proses die casting. Pertama-tama cetakan disemprot dengan pelicin dan ditutup.Pelicin tersebut membantu mengontrol temperatur die dan membantu saat pelepasan dari pengecoran.Logam yang telah dicetak kemudian disuntikkan pada die di bawah tekanan tinggi.Takanan tinggi membuat pengecoran setepat dan sehalus adonan.Normalnya sekitar 100 MPa (1000 bar).Setelah rongganya terisi, temperatur dijaga sampai pengecoran menjadi solid (dalam proses ini biasanya waktu diperpendek menggunakan air pendingin pada cetakan).Terakhir die dibuka dan pengecoran mulai dilakukan.Yang tak kalah penting dari injeksi bertekanan tinggi adalah injeksi berkecepatan tinggi,yang diperlukan agar seluruh rongga terisi, sebelum ada bagian dari pengecoran yang mengeras.Dengan begitu diskontinuitas (yang merusak hasil akhir dan bahkan melemahkan kualitas pengecoran) dapat dihindari,meskipun desainnya sangat sulit untuk mampu mengisi bagian yang sangat tebal.

Sebelum siklusnya dimulai, die harus di-instal pada mesin die pengecoran dan diatur pada suhu yang tepat. Pengesetan membutuhkan waktu 1–2 jam dan barulah kemudian siklus dapat berjalan selama sekitar beberapa detik sampai beberapa menit,tergantung ukuran pengecoran. Batas masa maksimal untuk magnesium, seng, dan aluminium sekitar 4,5 kg,18 kg dan 45 kg.Sebuah die set dapat bertahan sampai 500.000 shot selama masa pakainya,yang sangat dipengaruhi oleh suhu pelelehan dari logam yang digunakan.Aluminium biasanya
memperpendek usia die karena tingginya temperatur dari logam cair yang mengakibatkan kikisan cetakan baja pada rongga.Cetakan untuk die casting seng bertahan sangat lama karena rendahnya temperatur seng. Sedang untuk tembaga, cetakan memiliki usia paling pendek dibanding yang lainnya.Hal ini terjadi karena tmbaga adalah logam terpanas.

Seringkali dilakukan operasi sekunder untuk memisahkan pengecoran dari sisasisanya,yang dilakukan dengan menggunakan trim die dengan power press atau hidrolik press.Metode yang lama adalah memisahkan dengan menggunakan tangan atau gergaji.Dalam hal ini dibutuhkan pengikiran untuk menghaluskan bekas gergajian saat logam dimasukkan atau dikeluarkan dari rongga. Pada akhirnya,metode intensif, yang membutuhkan banyak tenaga digunakan untuk menggulingkan shot jika bentuknya tipis dan mudah rusak. Pemisahan juga harus dilakukan dengan hati-hati. Kebanyakan die caster melakukan proses lain untuk memproduksi bahan yang tidak siap digunakan.Yang biasa dilakukan adalah membuat lubang untuk menempatkan sekrup