Category Archives: artikel

Pembuatan Almunium

Bauksit merupakan salah satu sumber almunium yang ekonomis.Bauksit banyak terdapay didaerah Bintan dan Kalimantan.Cara penambangan adalah penambangan terbuka,bauksit kemudian dihaluskan,dicuci dan dikeringkan.sesudah itu bauksit mengalamu pemurnian menjadi oksida alumunium atau alumina.

Proses bayer yang dikembangkan oleh Josef bayer.seorang ahli kimia berkebangsan jerman,biasanya digunakan untuk memperoleh aluminium soda .Bauksit halus yang sering dimasukkan ke dalam pencampur,diolah dengan soda api (NaOH) dibawah pengaruh tekanan dan pada suhu diatas titik didh.NaOH bereaksi dengan bauksit mengahsilkan aluminat natrium yang larut.Setelah proses selesai,tekanan dikurangi dan ampas yang terdiri dari oksida besi yang tak larut,silicon,titanium dan kotoran-kotoran lainya ditekan melalui suatu saringan dan dikesampingkan.Cairan yang mengandung alumina dalam bentuk aluminat natrium dipompa kedalam tangki pengendapan.






Didalam tangki tersebut dibubuhkan Kristal hidroksida alumunium yang halus.Kristal halus tadi menjadi inti kristalisasi dan Kristal hidroksida aluminium terpisah dari larutan.Hidroksida aluminium ini kemudian disaring dan dipanaskan sampai mencapai shu diatas 980 derajat C.Alumunia berubah dan siap untu dilebur.Logam alumunium dihasilkan melalui proses elektrolisa dimana alumina berubah menhadi oksigen dan aluminium.Alumina dilarutkan kedalam criolit cair (natrium aluminium fluoride ) dalam dapur elektrolitik yang besar atau sel reduksi.Arus listrik dialirkan dalam campuran melalui elektroda karbon dan logam aluminium diendapkan pada katoda karbon didasar sel.Panas yang ditimbulkan arus listri memanaskan isi sel sehingga tetap cair,dengan demikian alumina dapat ditambahkan secara terus menerus (proses kontinu).Pada saat tertentu,Aluminium disadap dari sel dan logam cair tersebut dipindahkan kedapur penampung untuk dimurnikan atau untuk keperluan paduann,setalah itu dituangkan kedalam ingot untuk diolah lebih lanjut.

Bantalan




Bantalan adalah elemen mesin yang menumpu poros berbeban,sehjnga putaran atau gerakan bolak-baliknya dapat berlangsung secara halus,aman dan panjang umur. Bantalan harus cukup kokoh untuk memungkinkan poros serta elemen mesin lainya bekerja dengan baik.Jika bantalan tidak berfungsi dengan baik maka prestasi seluruh system akan menurun atau tak dapat bekerja secara semestinya.Jadi,bantalan dalam permesinan dapat disamakan perananya dengan pondasi pada gedung

Klasifikasi bantalan
Bantalan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

1.Atas dasar gerakan bantalan terhadap poros

a.Bantalan luncur
Pada bantalan ini terjadi gesekan luncur antara poros dan bantalan karena permukaan poros ditumpu oleh permukaan bantalan dengan perantaraan lapisan pelumas.

b.Bantalan gelinding

Pada bentalann ini terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti bola(peluncur),rol atau rol jarum dan rol bulat.

2.Atas dasar arah beban poros

a.Bantalan radial
Arah beban yang ditumpu bantalan ini adalah tegak lurus sumbu poros.

b.Bantalan aksial
Arah beban bantalan sejajar dengan sumbu poros.

c.Bantalan gelinding khusus
Bantalan ini dapat menumpu beban yang arahnya sejajar dan tegak lurus sumbu poros.




Sifat-sifat bahan polimer

Sifat-sifat khas bahan polimer pada umumnya adalah sebagai berikut:

1.Mampu cetak dengan baik.Pada temperature relative rendah dapat dicetak dengan penyuntikan,penekanan,ekstrusi dan seterunya,yang menyebabkan ongkos pembuatan lebih rendah dari pada untuk logam dan kramik.

2.Produk yang ringan dan kuat dapat dibuat.berat jenis polimer rendah dibandingkan dengan logam dan kramik,yaitu 1.0-1.7 yang memungkinkan membuat barang ringan dan kuat.

3.Banyak diantara polimer bersifat isolasi listrik yang baik.polimer mungkin juga dibuat konduktor dengan jalan mencampurnya dengan serbuk logam,butiran karbon dan sebagainya.

4.Baik sekali dalam ketahanan air dan ketahanan zat kimia.pemilihan bahan yang baik akan menghasilkan produk yang mempunyai sifat-sifat baik sekali.

5.Produk-produk dengan sifat yang cukup berbeda dapat dibuat tergantung pada cara pembuatanya.dengan mencampur zat pemplastis,pengisi dan sebagainya sifat-sifat dapat berubah dalam daerah luas.sebagai contoh polivinil klorida dengan zat pelapis karet dengan pengisi (serbuk karbon) plastic diperkuat serat gelas(FRP=fiberglass reinforced plastics)

6.Umumnya bahan polimer lebih murah.

7.Kurang tahan terhadap terhadap panas.hal ini sangat berbeda dengan logam dan kramik.Walapun ketahanan panas bahan polimer tidak sekuat logam dan kramik,pada pengunaanya harus cukup diperhatikan.

8.Kekerasan permukaan yang sangat kurang.Bahan polimer yang keras ada,tetapi masih jauh dibawah kekerasan logam dan kramik.

9.Kurang tahan terhadap pelarut.Umumnya larut dalam zat pelarut tertentu kecuali beberapa bahan khusus seperti politetrafluoretilen.kalau tidak dapat larut,mudah retak karena kontak yang terus menerus dengan pelarut dan disertai dengan tegangan.karena itu perlu perhatian yang khusus.

10.Mudah termuati listrik secara elektro static.kecuali bebrapa bahan yang khusus dibuat agar menjadi hantaran listrik,kurang higroskopik dan dapat dimuatai listrik.

11.Beberapa bahan tahan abrasi atau mempunyai koefisien gesek yang kecil.




Perbandingan antara bantalan luncur dan bantalan gelinding

Bantalan luncur mampu menumpu poros putaran tinggi dengan beban besar.batalan ini sederhana kontruksinya dan dapat dibuat serta dipasang dengan mudah.Karena gesekanya yang besar pada waktu mulai jalan,bantalan luncur memerlukan momen awal yang besar.Pelumasan pada bantalan ini tidak begitu sederhana.Panas yang timbul dari gesekan yang besar,terutama pada beban besar,memerlukan pendinginan khusus.sekalipun demikian,karena adanya lapisan pelumas,bantalan ini dapat meredam tumbukan dan getaran sehingga hampir tidak bersuara.Tingkat ketilitian yang diperlukan tidak setinggi bantalan gelinding sehingga dapat lebih murah.






Bantalan gelinding pada umumnya lebih cocok untuk beban kecil dari pada bantalan luncur,tergantung pada bentuk elemen gelindingnya.Putaran pada bantalan ini dibatasi oleh gaya sentrifugal yang timbul pada elemen gelinding tersebut.karena konstruksinya yang sukar dan ketelitian yang tinggi,maka bantalan gelinding hanya dapat dibuat oleh pabrik-pabrik tertentu saja.adapun harga pada umumnya lebih mahal daripada bantalan luncur.Untuk menekan biaya pembuatan serta mempermudahkan pemakaian,bantalan gelinding diproduksikan menurut standar dalam berbagai ukuran dan bentuk.Keunggulan bantalan ini adalah pada gesekan yang sangat rendah.Pelumasanya pun sangat sederhana,cukup dengan gemuk bahkan pada yang memakai sil sendiri tak perlu pelumas lagi.Meskipun ketelitianya sangat tinggi,namun karena adanya gerakan elemen gelinding dan sangkar,pada putaran tinggi bantalan ini agak gaduh dibandingkan dengan bantalan luncur.

Sejarah PLC

Secara historis PLC (Programmable Logic Controllers) pertama kali dirancang oleh Perusahaan General Motor (GM) sekitar pada tahun tahun 1968.PLC awalnya merupakan sebuah kumpulan dari banyak relay yang pada proses sekuensial dirasakan tidak fl eksibel dan berbiaya tinggi dalam proses otomatisai dalam suatu industri.Pada saat itu PLC penggunaannya masih terbatas pada fungsi-fungsi kontrol relay saja.Namun dalam perkembangannya PLC merupakan sistim yang dapat dikendalikan secara terprogram. Selanjutnya hasil rancangan PLC mulai berbasis pada bentuk komponen solid state yang memiliki fl eksibelitas tinggi.Kerja tersebut dilakukan karena adanya prosesor pada PLC yang memproses program sistim yang diinginkan.

Saat ini PLC telah mengalami perkembangan yang luar biasa,baik dari segi ukuran, kepadatan komponen serta dari segi fungsinya seiring perkembangan teknologi solid state.Beberapa perkembangan perangkat keras maupun perangkat lunak PLC antara lain:

1.Ukuran semakin kecil dan kompak
2.Jenis instruksi/fungsi semakin banyak dan lengkap,
3.Memiliki kemampuan komunikasi dan sistim dokumentasi yang semakin baik,
4.Jumlah input/output yang semakin banyak dan padat,
5.Waktu eksekusi program yang semakin cepat,
6.Pemrograman relatifsemakin mudah. Hal ini terkait dengan perangkat lunak pemrograman yang semakin user friendly,
7.Beberapa jenis dan tipe PLC dilengkapi dengan modul-modul untuk tujuan kontrol kontinu, misalnya modul ADC/DAC, PID, modul Fuzzy dan lain-lain

Perusahaan PLC saat ini sudah memulai memproduksi PLC dengan beberapa ukuran, seperti jumlah input/output,instruksi dan kemampuan lainya yang beragam. Perkembangan dewasa ini pada dasarnya dilakukan agar memenuhi dan memberikan solusi bagi kebutuhan pasar yang sangat luas. Sehingga mampu untuk menjawab permasalahan kebutuhan kontrol yang komplek dengan jumlah input/output mencapai
Ribuan.




SUHU PADA PENGERJAAN LOGAM

Digolongkan dalam dua golongan :
•Panas adalah diformasi pada keadaan suhu dan regangan sedemikian sehingga proses pemulihan terjadi bersama proses diformasi.
•Dingin dilakukan pada keadaan dimana proses-proses pemulihan tidak efektif. 


Penentuan pengerjaan panas dan dinggin tidak terletak pada suhu diformasi karena suhu diformasi antara tiap bahan berbeda-beda.Dimana suhu benda tergantung pada :
•Suhu awal perkakas dan bahan
•Panas yang timbul akibat deformasi plastis
•Panas akibat gesekan permukaan
•Perpindahan panas dari bahan yang terdeformasi,cetakan,dan lingkungan sekeliling


Pengerjan panas
Meliputi proses deformasi yang dilaksanakan dibawah kondisi suhu dan laju regangan tertentu sehingga proses pemulihan terjadi bersama proses deformasi sehingga dapat dicapai regangan yang tinggi tanpa pengerasan regangan yang berarti.Kekurangan pada pengerjen panas adalahKarena pengerjaan panas sering dilakukan diudara bebas sehingga akan menimbulkan reaksi permukaan logam dan udara seperti oksidasi,dekarburasi,dll.
Batas suhu atas ditentukan oleh suhu terendah dimdnd laju rekrealitasi dapat mengimbangi pengerasan regangan pada saat logam berada pada suhu tersebut.Dan batas atas pengerjaan panas ditentukan pada suhu dimana terjadi oksidasi berlebih.Umumnya suhu pengerjan panas dibatasi hingga 1000F dibawah titik lebur.


Pengerjan dingin
Pada pengerjaan dingin logam kekerasan akan naik dan keuletan akan turun apabila pengerjaan dingin berlebihan logam akan patah sebelum mencapai bentuk.Untuk mencegah hal tersebut maka pengerjaan dingin dilakukan secara bertahap diselingi dengan proses pelunakan.


Pengerjan panas sedang
Adalah deformasi plastis logam pada suhu dibawah daerah suhu rekristalisasi tetapi diatas suhu ruangan.Dibandingkan dengan pengerasan panas keunggulannya terletak pada pengendalian dimensi yang lebih baik,kualitas permukaan yang bagus dan menghemat energi.




Pelumasan (secara umum)

Pada proses manufaktur,permukaan antara peralatan(tools),cetakan(dies) dan benda kerja biasanya mengalami berbagai macam keadaan.Secara garis besar antara lain:

  1. Tekanan kontak,bervariasi mulai dari tekanan pada kondisi elastic hingga beberapa kali lipat tegangan luluh benda kerja.
  2. Kecepatan relative,berfareasi mulai dari yang sangat lambat hingga sangat cepat
  3. suhu proses,dapat berfareasi mulai dari sama dengan suhu ruangan hingga mendekati suhu leleh.


Jika dua permukaan saling berhadapan pada kondisi seperti diatas,tanpa lapisan pelindung pada antar mukanya,gesekan dan keausan akan menjadi sangat tinggi.Untuk mengurangi gesekan dan keausan,permukaan permukaan tersebut harus dijaga agar terdapat jarak diantaranya.Hal ini biasanya dilakukan dengan pelumasan pengerjaan logam,yang dapat berupa benda padat,semi padat atau cair. Pelumasan pada pengerjaan logam baik cair atau padat tidak terbatas pada sifat-sifat fisik tertentu saja,melaikan juga sifat-sifat kimianya yang dapat bereaksi permukaan peralatan,cetakan dan benda kerja dan mengubah sifat-sifat reaksinya.
Jenis-jenis pelumasan

Terdapat empat jenis mekanisme pelumasan yaitu:

  1. Lapisan film tebal:permukaan-permukaan seluruhnya dipisahkan oleh lapisan fluida yang tebalnya lebih besar satu orde daripada besaranya kekasaran permukaan.jadi tidak ada kontak logam diantra permukaan.
  2. Lapisan film tipis: permukaan saling sedikit bergesekan karena lapisan fluida lebih tipis.pada kondisi ini terjadi sedikit gesekan dan keausan.
  3. Pelumasan campuran: pada kondisi ini,sebagian besar beban ditahan oleh kontak antar loga dan sisanya beban ditahan oleh lapisan film fluida yang terdapat pada kantong-kantong permukaan logam.
  4. Pelumasan lapis batas: disini beban ditumpu oleh kontak antar permukaan yang ditutupi oleh lapisan batas.

Dasar roda gigi transmisi

  • Transmisi daya ( Power transmission) 
    Transmisi daya adalah upaya untuk menyalurkan/memindahkan daya dari sumber daya (motor diesel,bensin,turbin gas, motor listrik dll) ke mesin yang membutuhkan daya ( mesin bubut, pumpa, kompresor, mesin produksi dll).
    Ada dua klasifikasi pada transmisi daya :
    • Transmisi daya dengan gesekan ( transmission of friction) :
      • Direct transmission: roda gesek dll.
      • Indirect transmission : belt (ban mesin) 
    • Transmisi dengan gerigi ( transmission of mesh) :
      • Direct transmission : gear 
      • Indirect transmission : rantai, timing belt dll. 
  • Jenis Profil gigi pada roda gigi :
    • Profil gigi sikloida ( Cycloide)
      struktur gigi melengkung cembung dan cekung mengikuti pola sikloida .
      Jenis gigi ini cukup baik karena presisi dan ketelitiannya baik , dapat meneruskan daya lebih besar dari jenis yang sepadan, juga keausannya dapat lebih lama. Tetapi mempunyai kerugian, diantaranya pembuatanya lebih sulit dan pemasangannya harus lebih teliti ( tidak dapat digunakan sebagai roda gigi pengganti/change wheel), dan harga lebih mahal .
    • Profil gigi evolvente 
      struktur gigi ini berbentuk melengkung cembung, mengikuti pola evolvente.
      Jenis gigi ini struktur cukup sederhana, cara pembuatanya lebih mudah, tidak sangat presisi dan maupun teliti, harga dapat lebih murah , baik ekali digunakan untuk roda gigi ganti. Jenis profil gigi evolvente dipakai sebagai profil gigi standard untuk semua keperluan transmisi.
    • Profil gigi khusus 
      misalnya; bentuk busur lingkaran dan miring digunakan untuk transmisi daya yang besar dan khusus ( tidak dibicarakan) 
  • Bentuk Gigi :
    • Gigi lurus ( spur gear)

      bentuk gigi ini lurus dan paralel dengan sumbu roda gigi

    • Gigi miring ( helical gear)

          bentuk gigi ini menyilang miring terhadah sumbu roda gigi

    • Gigi panah ( double helical / herring bone gear)

          bentuk gigi berupa panah atau miring degan kemiringa berlawanan

    • Gigi melengkung/bengkok (curved/spherical gear ) 

          bentuk gigi melengkung mengikuti pola tertentu ( lingkaran/ellips) 

  • Kerjasama roda gigi :
    • Sumbu rodagigi sejajar/paralel:

          Dapat berupa kerjasama rodagigi lurus, miring atau spherical 

    • Sumbu rodagigi tegak lurus berpotongan :

      Dapat berupa roda gigi trapesium/payung/ bevel dengan profil lurus(radial), miring(helical) atau melengkung(spherical) 

    • Sumbu rodagigi menyilang tegak lurus :

      Dapat berupa rodagigi cacing(worm), globoida, cavex, hypoid, spiroid atau roda gigi miring atau melengkung. 

    • Sumbu rodagigi menyilang :


          Dapat berupa rodagigi skrup(screw/helical) atau spherical. 

    • Sumbu roda gigi berpotongan tidak tegak lurus :

          Dapat berupa roda gigi payung/trapesium atau helical dll

  • Syarat dua roda gigi bekerja-sama:
    Beberapa hal yang cukup penting pada kerjasama roda gigi , apabila dua roda gigi atau lebih bekerja sama maka :
    • Profil gigi harus sama ( spur atau helical dll)
    • Modul gigi harus sama ( modul gigi adalah salah satu dimensi khusus roda gigi)
    • Sudut tekanan harus sama ( sudut perpin dahan daya antar gigi) 
    Modul gigi adalah besaran/dimensi roda gigi, yang dapat menyatakan besar dan kecilnya gigi Bilangan modul biasanya bilangan utuh, kecuali untuk gigi yang kecil. (Bilangan yang ditulis tak berdimensi, walaupun dalam arti yang sesungguhnya dalam satuan mm )
    Sudut tekanan adalah sudut yang dibentuk antara garis singgung dua roda gigi dan garis perpindahan gaya antar dua gigi yang bekerja sama.




Dedusting




Pengertian
Dengan debu gas yang dihisap dari dapur listrik (electric are furnace), pada saat peleburan baja yang mana debu gas tersebut masih cukuplah tinggi temperaturnya 500 derajat celcius.Dengan melalui system pipa circulation-pendinginan yang berupa cerobong besar berdiameter 1918 mm dan terdiri dari pipa pendingin yag kecil-kecil denagn diameter 13/4 inch yang membetuk lingkaran sebanyak 82 buah pipa.
Cerobong besar terdiri dari pipa kecil tersebut mempunyai 8 section dan setiap section tidak sama tinggi dan panjangnya, maka terpasang menjadi satu komponen dengan panjang ketinggian 43.750 mm dari daur listrik (electric arc furnace).
Pengisapan debu gasnya sendiri melalui motor ID-FAN yang menggerakan impeller sehingga debu gas terbawa sampai temperature yang di inginkan minimal 40 derajat celcius sampai 50 derajat celcius dengan melalui tahapan-tahapan alat penunjang deduting

Alat-alat penunjang dedusting

1.Moveable sleeve
Alat yang dapat mengerakan duct atau cerobong-cerobong pipa besar yang bisa digerakan oleh pneumatic cylinder untuk mengatur udara masuk dari luar yang berguna mengurai temperatur.Pada saat furnace operasi yang tidak boleh melebihi temperature 120 derajat celcius, apabila melebihi dari temperature terebut maka dilution air flap akan membuak udara bantu dari luar untuk mendinginkan temperatur.

2.Chute dan sliding gate
Digunakan untuk menampung debu yang lebih kasar pada waktu dapur listrik (EAF) operasi atau melebur baja cair.Maka debu yang kasar dan berat tidak terhisap langsung oleh ID FAN yang digerakan oleh motor yang menghubugkan ke shaf impeller.Maka kotoran debu yang lebih berat akan jatuh kedalam chute penampungan.Dan kalau tidak ada chute penampungan debu kotoran akan menggupal dan mengerakan pada tikungan ( elbow).
Untuk sliding gatenya sendiri gunanya untuk membuka dan menutup yang digerakan oleh pneumatic cylinder yang dilengkapi proximity electric dengan langkah yang bisa di atur.

3.DEC – Damper
Alat ini berfungsi untu mengatur membuka dan menutup tak ubahnya seperti gerak kaca nako yang digerakan oleh electric actuating drive, bisa secara manual atau secara automatic arc furnace operasi.sehingga debu gas yang masuk atau yag dihisap oleh motor ID-Fan yang dihubungkan dengan impeller dapat sedikit atau banyak debu yang masuk.

4.Dilution air flap
Alat ini berfungi apabila temperatur pada saat peleburan melebihi 120 derajat celcius, maka dilution air flap akan bekerja dipasang alat sensor temperature dengan memakai alat penggerak electric actualting drive membuka 100 %, maka udara bantu dari luar masuk melalui flap.
Apabila temperaturnya sudah normal kembali di bawah 120 derajat celcius, maka dilution air flap kan menutup kembali secara automatic.

5.Canopy
Canopy ialah suatu cerobong pipa besar (duct),yang berfungi untuk mengisap debu yang bertebangan keatas pada saat furnace operasi dengan diameter pipa 3.800 mm.
Canopy tersebut dilengkapi dengan DEC-Damper yang bisa membuka dan menutup secara automatic yang digerakan oleh electric actuating drive.
Untuk penghisap debu itu sendiri mempergunakan ID-FAN sebagai alat transfer, pada waktu furnace akan operasi diisi scrap dahulu sebelumnya roof ( tutup furnace ) dibuka dan harus naik bersama-sama electoda yang digerakan hydraulic dan bisa di operasikan swing atau bergerak kesamping
Scrap sendiri dimasukan bucket penampung,lalu dijatuhkan secara berlahan-lahan kedalam dapur listrik (electric arc furnace ) maka terjadi debu gas yang panas naik keatas atau bertebrangan disitulah canopy sebagai alat penyalur untuk masuknya debu.

6.Mixing champer
Suatu ruangan besar untuk penampung debu yang kasar dari ke 2 furnace pada saat operasi.Didalam mixing champer sendiri terpasang kisi-kisi plate yang berbentuk radius yang memanjang berguna untuk menahan debu kasar yang kasar yang jatuh agar jangan mengenai langsung dan plate dindingpun tidak cepat aus.
Masuknya debu ke mixing champer karena adanya ID-FAN yang selalu operasi langsung menghisap debu setiap furnace dioperasikan.Debu-debu yang kasar tadi jatuh ke screw conveyor yang siap untuk ditrasfer kea lat penunjang berikutnya.
Namun untuk debu yang halusnya langsung ke baghouse filter dan disitulah terjadi pemisahan debu dengan gas.

7.Screw conveyor
Alat pembawa debu yang digerakan oleh motor yang dihubungkan ke gear box meneruskan putaran torgue dari proses yang lain dengan merubah jumlah putaran.
Fungsi dan bentuk screw conveyor sendiri adalah berbentuk spiral yang memanjang untuk menarik debu yang akan di transfer dan dikeluarkan melalui lubang segi empat paling ujung bagian bawah

8.Rotary valve
Alat yang dapat berputar yang digerakan oleh suatu motor yang dihubungkan kegear-box meneruskan putaran torque dari poros ke poros lain dengan merubah jumlah putaran dari tinggi ke putaran rendah atau mengurai putaran.
Fungsi dan bentuk dari rotary valve sendiri ialah berbentuk bilah-bilah atau sudu-sudu dan tak ubahnya seperti buah blimbing.Hanya pada rotary valve berbentuk bilah atau sudu Dengan masuknya debu ke bilah-bilah melalui lubang empat persegi panjang dari bagian atas, lalu keluar melalui lubang empat persegi panjang bagian atas.

9.Draglink converor
Fungsi draglink ialah untuk membawa debu dari seluruh kamar yang dibawa masing-masing screw conveyor, kemudian diteruskan ke rotary valve lalu jatuh ke draglink conveyor.
Dranglink convery sendiri digerakan oleh gear motor yang menghubungkan shaft sprocket dan roda gigi untuk motor dengan memakai rantai sebagai penerus yang menjadi satu unit component untuk bisa di gerakan.

10.Maintenance unit
Maintenance unit dengan auomatic drain dipasang pada bagian atas rumah filter dan pressure gange (manometer) harus menunjukan tekanan operasi dengan arah dari pada aliran udara pada filter unit.
Setiap maintenance unit dilengkapi dengan sebuah check valve, check valeve ini dipasang pada bagian depan maintenance.Bila compressed air lembab maka maintenance unti ini akan memisahkan kandungan air sehingga udara yang digunakan tetap kering

11.Diaphragma valve
System diaphragma yang terpasang hampir seluruhnya dipergunakan difilter untuk pembersih dan menjatuhkan debu dari dinding filter yang mempergunakan udara sebagai udara tekan yang cara kerjanya memakai system electric control.
Cara kerja diaphragma ialah untuk membuka valve yang dipasang pada satu unit control electronic yang mana coil harus bekerja dan magnetic core yang diluarnya akan tertarik kedalam melalui lubang pembuka, sehingga udara tekan akan keluar melalui ruangan pipa lubang pembuka.Karena udara tidak dapat keluar melalui lubang secepat lubang pembuka, maka ruangan tersebut menjadi kehilangan tekanan, sehingga diaphragm menjadi terangkat atau terbuka.Bila power untuk coil dan core diputus maka lubang akan tertutup.Dengan melalui lubang saluran maka udara tekan akan memenuhi ruangan dan menekan diaphragma duduk pada tempatnya.


12.Pneumatic cylinder
Langkah kerjanya hanya satu arah maju dan mundur bias diposisikan dimana saja yang kita inginkan, sesuai dengan benda yang akan di pasang ada hubunganya dengan pneumatic cylinder.

13.Bucket elevator
Cara kerja debu masuk pada chute bagian bawah dari ke 3 arah pertama dari mixing chamber ke 2 dari baghouse filter yang terkumpul di bak penampung ( dust collecting hopper).
Ke 3 dari continuous peeding system 2 yang berupa debu sponge dan batu kapur, disitulah debu terkumpul menjadi satu.Kemudian dibawa keatas melalui mangkok-mangkok belt elevator dengan memakai baut tersebut diatas, maka debu akan jatuh pada chute saluran atas yang menuju ke silo.

14.Silo
Silo ialah tempat penampungan debu dari ke 2 furnace plus continous feeding system 2.Untuk penampungan debu ke silo melalui beberapa tahapan.
1)Dari mixing champer debu yang kasar
2)Dari baghouse filter, debu halus yang sudah terpisah dengan gas
3)Dari continous feeding system 2 yaitu debu sponge dan batu kapur

Dari ke tiga semuanya ini dibawa melalui screw conveyor yang menjadi satu saluran yaitu ke chute.Kemudian masuk kebagian bawah elevator dan di angkut ke atas melalui bucket (mangkok) yang berupa sudu-sudu yang menempel pada belt elevator yang dibuat menjadi satu dan digerakan oleh motor gear box dan akhirnya debu dimasukan kedalam silo yang siap untuk dibuka ke truck.Untuk pembuanganya deu ke truc juga elalui chute silo di bagian bawah yang dilengkapi dengan slide gate sewaktu-watu dapat diblocking untuk perbaikan yang lainnya.
Diantaranya rotary valev ,motor lift dan loading chute dari rotary valve tersebut debu masuk dan keluar melalui lubang bawah segi empat dengan dibantu udara tekan dipasang diaphragm valve untuk mengatur udarnya.Sehingga debu yang keluar melalui rotary valve sangat deras.
Dari rotary valve debu melalui loading chute , loading chute sendiri bias nak turun yang digerakan oleh motor lift utnuk mengukur beberapa ketinggian truck tersebut, sehingga debu yang jatuh kedalam bak truck tidak berterbangan atau acak-acakan.
Debu yang ditampung ke dalam silo berkapasitas minimum 60 ton yang sudah disetting untuk menunjukan alarm maximum 70 ton.

peran koordinator Bengkel dan Laboratorium

Peran koordinator bengkel
  1. Menyusun, mengatur, dan mengawasi kegiatan pemeliharaan dan repair dan mesin-mesin peralatan bengkel agar tidak mengganggu jalannya operasi perusahaan.
  2. Mengajukan permintaan pembelian spare part dan kebutuhan-kebutuhan lainnya yang diperlukan untuk pemeliharaan dan repair semua peralatan bengkel.
  3. Bertanggung jawab atas penggunaan suku cadang dan biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan maintenance dan repair.
  4. Mengadakan pengecekan langsung bekerjanya dan kondisi semua peralatan pabrik.
  5. Mengadakan pencatatan mengenai besarnya biaya yang dikeluarkan oleh masing-masing mesin/peralatan pabrik.
  6. Menyusun jadwal pemeliharaan peralatan-peralatan bengkel agar tidak menghambat jalannya proses produksi.
  7. Memeriksa kerusakan yang timbul dan menentukan bahan-bahan atau spare part yang diperlukan untuk memperbaiki kerusakan tersebut.
  8. Berusaha mencari cara-cara penekanan biaya dan metode perbaikan kerja yang lebihefisien.
  9. Menjaga disiplin kerja dan menilai prestasi kerja bawahannya secara berkala.
  10. Membuat laporan harian dan berkala kegiatan yang dilakukan seksinya.
  11. Melaksanakan tugas-tugas lainnya yang diberikan oleh manajer produksi
Peran koordinator Laboratorium
    1. Membuat jadwal praktek dan tata tertib pengunaan ruang dan alat-alat laboratorium
    2. Mendata dan menginventarisir alat-alat laboratorium.
    3. Merencanakan dan membuat admistrasi kegiatan praktek laboratorium.
    4. Memelihara dan melakukan perbaikan alat-alat yang diperlukan.
    5. Mengusulkan kebutuhan alat-alat laboratorium yang diperlukan dalam kegiatan praktek.
    6. Turut menjaga kebersihan ruang laobratorium.