Category Archives: artikel

Standar Pengukuran

Yang paling banyak dijumpai dalam pengukuran adalah pengukuran panjang (linear). Bahkan sudutpun bisa diukur dengan kombinasi pengukuran linier. Untuk dapat melakukan pengukuran tersebut diperlukan standar. Dalam pengukuran dikenal ada tiga macam standar yaitu:

1. Standar Garis( Line Standard)
Prinsip pelaksanaan pengukuran dengan standar garis ini adalah berdasar pada jarak yang dibuat antara dua garis paralel, seakan-akan perhitungan ditentukan dari satu garis menuju ke garis yang lainnya. Contoh dari standar garis ini misalnya standar yard dan meter.

standar garis satu yard

Standar garis ini dibagi menjadi empat (4) sub divisi lagi. Hal ini mengingat pentingnya standar master meter dan yard yang tidak bisa digunakan untuk sembarang keperluan. Keempat sub divisi standar garis tersebut adalah: standar primer, standar sekunder, standar tertier, dan standar kerja.

2. Standar Ujung (End Standar)
Prinsip utama dari standar ujung ini adalah pengukuran dari kedua ujung yang datar dan paralel. Contoh alat ukur yang termasuk dalam kategori standar ujung ini antara lain adalah slip gauge, gap gauge, mikro meter anvil, batang ukur (length bar), dan sebagainya. Kesulitan untuk membuat standar ujung ini adalah sulitnya membentuk kedua ujung dengan permukaan yang betul-betul paralel dan juga agak sulit dalam mengeraskan kedua ujungnya sehingga tetap stabil.

Istilah Penting Dalam Pengukuran

Kita ambil satu contoh dari pembuatan suatu produk yang dalam pembuatannya juga dilakukan proses pengukuran yang sangat sederhana, misalnya pembuatan kursi dari bahan kayu. Bahan dipotongpotong sesuai dengan ukuran yang dikehendaki lalu diukur dengan meteran biasa. Kehalusan hanya dirasakan dengan rabaan tangan. Kesikuan hanya ditentukan dengan penyiku biasa. Kemudian potongan-potongan tadi dirakit menjadi sebuah kursi. Dalam perakitan ternyata ada beberapa potongan yang perakitannya harus di pukul atau dipaksa, ada juga yang terlalu longgar dan ada juga yang betul-betul pas. Kesikuan dari perakitan antara potongan satu dengan potongan yang lain ternyata ada yang betul-betul siku (sudut kesikuan 900 ), ada yang lebih kecil dari pada 900 dan ada pula yang lebih besar daripada 900

Dengan bantuan pasak-pasak penguat akhirnya kursi tersebut pun bisa digunakan. Ini hanya pembuatan sebuah kursi yang walaupun tidak terlalu tergantung pada kelonggaran maupun kesesakan dari pasangan dua komponen dan juga tidak terlalu tergantung pada kesikuan pasangan dua komponen
namun, masih tetap dapat dihasilkan sebuah kursi yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disebabkan bahan yang digunakan hanya dari kayu dan penggunaannya pun tidak dituntut ukuran yang presisi. Sekarang, bagaimana kalau bahan yang digunakan untuk membuat produk itu akan digunakan dalam permesinan serta proses pembuatannya juga harus dengan mesin? Kalau dalam proses pembuatannya tidak memperhatikan masalah kelonggaran dan kesesakan serta kehalusan komponen, maka dapat dipastikan bahwa hasil atau produk yang dibuat kurang presisi. Disamping itu proses
perakitannya juga mengalami kesulitan dan produk yang dibuat tidak bisa bertahan lama apabila digunakan atau bahkan tidak bisa digunakan sama sekali. Ini berarti efektifitas dan efisiensi dari suatu produksi tidak terpenuhi. Untuk dapat menghasilkan produk yang presisi maka harus mematuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku yang biasanya kebanyakan ketentuan tersebut dicantumkan dalam gambar teknik. Disamping itu juga harus memperhatikan pula prinsip-prinsip yang ada dalam masalah pengukuran. Ada beberapa istilah yang sering terkait dalam masalah pengukuran antara lain yaitu:

1. Ketelitian (Accuracy)
Kata teliti dalam dunia keteknikan mempunyai dua arti. Pertama, teliti yang dikaitkan dengan apakah hasil suatu pengukuran persis atau mendekati sama dengan ukuran yang sudah ditentukan. Misalnya, pada tangkai bor biasanya dicantumkan ukuran diameter bor tersebut. Lalu kita ingin mengecek ukuran tersebut dengan menggunakan mikrometer. Setelah diukur ternyata diperoleh hasil yang sama persis dengan ukuran yang ada pada tangkai bor tersebut. Keadaan seperti ini dinamakan dengan istilah teliti. Kedua, teliti yang dikaitkan dengan proses pengukuran itu sendiri. Misalnya, seseorang mencoba mengecek ukuran diameter bor yang besarnya tertera pada tangkai bor tersebut. Alat yang yang digunakan adalah mistar baja. Setelah diletakkannya pada ujung tangkai bor tersebut kemudian dibaca skalanya, ternyata hasil pembacaan menunjukan bahwa diameter bor tersebut lebih besar tiga skala dari pada mistar baja. Lalu orang yang mengukur tadi berkesimpulan bahwa ukuran yang tercantum pada tangkai bor tersebut adalah salah.

2. Ketepatan (Precision)
Untuk memberikan gambaran mengenai kata ketepatan ini dapat diambil contoh yang sangat sederhana berikut ini. Misalnya, seseorang menembak satu sasaran seratus kali dengan pistol dan cara menembak yang identik, ternyata dari seratus kali tembakan tersebut sembilan puluh lima kali diantaranya mengenai sasaran. Dari contoh ini dapat dikatakan bahwa orang tersebut memiliki ketepatan yang tinggi dalam menembak. Demikian pula halnya dengan proses pengukuran. Apabila seseorang melakukan pengukuran terhadap suatu obyek dengan cara berulangulang dan diperoleh hasil yang hampir sama dari masing-masing pengukuran bila dibandingkan harga rata-rata pengukuran yang berulang-ulang tersebut, maka dikatakan proses pengukuran itu mempunyai ketepatan yang tinggi.

3. Ukuran Dasar (Basic Size)
Ukuran dasar merupakan dimensi atau ukuran nominal dari suatu obyek ukur yang secara teoritis dianggap tidak mempunyai harga batas ataupun toleransi. Walaupun harga sebenarnya dari suatu obyek ukur tidak pernah diketahui, namun secara teoritis ukuran dasar tersebut diatas dianggap sebagai ukuran yang paling tepat. Dalam gambar teknik akan nampak jelas dimana letak dari ukuran dasar tersebut yang biasanya dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat. Dan kebanyakan pula ukuran dasar ini dipakai untuk mengkomunikasikan benda-benda yang berbentuk silindris melalui gambar teknik. Jadi ada istilah poros (shaft) dan istilah lubang (hole). Akan tetapi, tidak semua benda akan berbentuk poros dan lubang. Kalau demikian apakah penggunaaan istilah ukuran dasar ini bisa juga diterapkan pada bidang-bidang datar? Untuk ini dapat diganti istilah poros dan lubang dengan istilah-istilah ruangan padat dan ruangan kosong yang berarti ada pembatasan dari dua bidang singgung, misalnya tebal dari pasak dan lebar dari alur.

4. Toleransi ( Tolerance)
Toleransi memberi arti yang sangat penting sekali dalam dunia industri. Dalam proses pembuatan suatu produk banyak faktor yang terkait didalamnya, misalnya faktor alat dan operator. Oleh karena itu ukuran yang diperoleh tentu akan bervariasi. Variasi ukuran yang terjadi ini di satu pihak memang disengaja untuk dibuat, sedang dipihak lain adanya banyak faktor yang mempengaruhi proses pembuatannya. Dalam hal variasi ukuran yang sengaja dibuat ini sebetulnya ada tujuan-tujuan tertentu yang salah satunya adalah untuk memperoleh suatu produk yang berfungsi sesuai dengan yang direncanakan. Sudah tentu variasi-variasi ukuran ini ada batasnya dan batas-batas ini memang diperhatikan betul menurut keperluan. Batas-batas ukuran yang direncanakan tersebut menunjukkan variasi ukuran yang terletak diatas dan dibawah ukuran dasar (basic size). Dengan adanya variasi hargaharga
batas ini maka komponen-komponen yang dibuat dapat dipasangkan satu sama lain sehingga fungsi dari satuan unit komponen tersebut terpenuhi.

5. Harga batas (Limits)
Harga batas adalah ukuran atau dimensi maksimum dan minimum yang diizinkan dari suatu komponen, di atas dan di bawah ukuran besar (basic size). Pada pembahasan mengenai statistik dalam metrologi harga batas ini akan dibagi menjadi dua yaitu harga batas atas dan harga batas bawah.

6. Kelonggaran (Clearance)
Kelonggaran merupakan perbedaan ukuran antara pasangan suatu komponen dengan komponen lain di mana ukuran terbesar dari salah satu komponen adalah lebih kecil dari pada ukuran terkecil dari komponen yang lain. Contoh yang paling jelas misalnya pasangan antara poros dan lubang. Kelonggaran akan terjadi pada pasangan poros dan lubang tersebut apabila dimensi terluar dari poros lebih kecil dari pada dimensi terdalam dari lubang. Pembahasan kelonggaran ini akan disinggung lagi dalam pembahasan masalah suaian.

Tujuan Mempelajari Metrologi Industri

Mengapa metrologi industri harus dipelajari, khususnya bagi mereka yang bergerak di bidang industri? Mempelajari sesuatu tentu saja ada tujuan yang ingin dicapai. Demikian juga dengan belajar metrologi industri. Secara umum dapat dikatakan bahwa tujuan mempelajari industri idealnya adalah menguasai seluk-beluk pengukuran sehingga bila di aplikasikan dibidang perindustrian akan diperoleh hasil/produk yang presisi dengan biaya yang semurah mungkin. Memang untuk memperoleh hasil yang ideal tidak mungkin seratus prosen dicapai. Akan tetapi, dengan dikuasainya seluk beluk pengukuran maka paling tidak sistem kerja industri yang efektif dan efisien bisa dipenuhi. Secara rinci

dapat juga dikemukakan disini bahwa tujuan mempelajari metrologi industri adalah:

  1. Dapat mengelola laboratorium pengukuran baik yang ada di industri maupun dibengkel kerja pada pendidikan ketrampilan teknik.
  2. Dapat menggunakan dan membaca skala alat-alat ukur dengan tepat dan benar.
  3. Dapat menentukan dan memilih alat-alat ukur yang tepat sesuai dengan bentuk dari obyek yang akan diukur.
  4. Dapat mengkalibrasi dan memelihara alat-alat ukur sehingga alatalat ukur tetap terjamin ketepatannya bila digunakan untuk pengukuran.
  5. Memiliki pengetahuan tentang sumber-sumber penyimpangan pengukuran dan dapat menentukan bagaimana caranya mengurangi seminimal mungkin penyimpangan tersebut.
  6. Dapat merendahkan biaya inspeksi semurah mungkin dengan penggunaan fasilitas yang ada secara efektif dan efisien.
  7. Dengan menguasai pengetahuan tentang kontrol kualitas, maka dapat membantu peningkatan produktifitas hasil kerja, baik hasil kerja dibidang pendidikan ketrampilan teknik maupun dibidang peridustrian.

Fungsi Modul

Hasil penelitian terdahulu (Richard Duschl, 1993) menyatakan bahwa pembelajaran modul dalam pembelajaran konsep yang menyangkut kesetimbangan kimia dapat mengubah miskonsepsi siswa menuju konsep ilmiah. Di lain pihak, Santyasa, dkk (1995, 1996, 1997, 1998, 1999) menyatakan bahwa penerapan modul dapat mengubah miskonsepsi siswa menjadi konsepsi ilmiah dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Berdasarkan penjelasan di atas maka dapat diyakini bahwa pembelajaran bermodul secara efektif akan dapat mengubah konsepsi siswa menuju konsep ilmiah, sehingga pada gilirannya hasil belajar mereka dapat ditingkatkan seoptimal mungkin baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Pembelajaran bermodul di yakini dapat mengatasi kelemahan sistem pengajaran tradisonal, meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan kreatifitas pelatih dalam mempersiapkan pemebelajaran individual, mewujudkan prinsip maju berkelanjutan serta mewujudkan belajar yang berkonsentrasi.

Pembelajaran dengan penerapan modul akan memperoleh keuntungan diantaranya:

  1. Meningkatkan motivasi siswa, karena setiap kali mengerjakan tugas pelajaran yang dibatasi dengan jelas dan sesuai dengan kemampuan.
  2. Setelah dilakukan evaluasi, guru dan siswa mengetahui benar, pada modul yang mana siswa telah berhasil dan pada bagian modul yang mana mereka belum berhasil.
  3. Siswa mencapai hasil sesuai dengan kemampuannya.
  4. Bahan pelajaran terbagi lebih merata dalam satu semester
  5. Pendidikan lebih berdaya guna, karena bahan pelajaran disusun menurut jenjang akademik.

Ciri Modul Pembelajaran yang baik

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, bahwa pada hakekatnya modul adalah buku pelajaran yang masih mempunyai keterbatasan baik dalam jangkauan penggunaannya maupun cakupan isinya. Modul umumnya disusun guru dan diedarkan kepada siswa, cakupan materi terbatas.

Mastercam X7

Modul umumnya di buat hanya untuk satu semester dan bertujuan untuk:

1) memperpendek waktu yang diperlukan oleh siswa untuk menguasai tugas pelajaran tersebut.

2) menyediakan waktu sebanyak yang diperlukan oleh siswa dalam batas-batas yang dimungkinkan untuk menyelenggarakan pendidikan yang teratur.

Untuk modul sederhana, modul di tulis dalam 3-5 halaman untuk 1 – 2 jam pelajaran, sedangkan untuk modul kompleks modul di tulis dalam 40-60 halaman untuk 20 – 30 jam pelajaran.

Secara umum ciri-ciri modul adalah sebagai berikut:

  1. Didahului oleh pernyataan sasaran belajar
  2.  Pengetahuan disusun sedemikian rupa, sehingga dapat menggiring partisipasi siswa secara aktif.
  3. Memuat sistem penilaian berdasarkan penguasaan.
  4. Memuat semua unsur bahan pelajaran dan semua tugas pelajaran.
  5. Memberi peluang bagi perbedaan antar individu siswa
  6. Mengarah pada suatu tujuan belajar tuntas

Panel Basic Service Unit (BSU) – Heat Transfer Equipment

Panel Basic Service Unit (BSU)

Keterangan:

A.  Tombol Power On / Off

B. Tombol operasi secara “Manual” atau “Remote”

C. Tombol pengaturan Voltase heater (secara operasi “Manual”)

D. Display pembacaan nilai parameter (Voltase, Arus, dsb) yang terkait dengan

pengaturan tombol E (untuk operasi secara “Manual”)

E.   Tombol pengatur pembacaan nilai parameter (Voltase & Arus heater, dsb untuk

operasi “Manual”))

F.   Interface I/O Port untuk operasi & pembacaan data secara “Remote”

G. Tombol Selector Switch untuk pembacaan suhu tiap-tiap titik termokopel (untuk

operasi “Manual”)

H.        Interface untuk koneksi dengan Chart Recorder (tidak digunakan)

I.    Port untuk pengukuran suhu-suhu termokopel (tidak digunakan)

J.    Display untuk melihat data suhu pengukuran termokopel yang terkait dengan selector

switch (G) untuk operasi secara “Manual”

K.        Port untuk pengukuran suhu-suhu termokopel (digunakan)

L.   Port untuk pengukuran laju aliran air pendingin (tidak digunakan, karena unit tidak

dilengkapi dengan sensor alat ukur debit air pendingin)

M, N, O, P port instumentasi yang berkaitan dengan tombol E (tidak digunakan)

Mesin Potong Guillotine

Bahan yang akan dibuat memiliki ukuran berbeda sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Untuk itu dalam pemotongan plat yang memiliki ukuran panjang dan lebar dengan jumlah yang banyak, digunakan mesin potong guillotine , manfaat menggunakan mesin potong guillotine adalah dapat menghasilkan potongan yang presisi dengan cepat dan pada jumlah yang banyak.

Gunting Guillotine

Mesin potong guillotine merupakan mesin potong dengan ukuran besar yang memanfaatkan sistem kerja hidrolis. Mesin ini dapat memotong bahan plat dengan ukuran relatif lebar. Hasil proses potongan lurus dan tidak ada bahan yang terbuang seperti pada pemotongan dengan gergaji

Pada gunting guillotine ini dapat memotong plat ukuran menengah sampai ukurannya besar. Besar tekanan tergantung pada tebal dan kekuatan tarik plat yang akan dipotong. Disamping itu, tekanan potong dan mutu potongan bergantung pada kemiringan pisau gunting guillotine satu sama yang lain (maksimal kemiringan 14o ). Gunting guillotine hanya bisa digunakan untuk memotong benda kerja dengan pemotongan lurus saja.

Bermacam-Macam Jenis Jenis Solder

Solder merupakan perkakas elektronika yang sangat penting dan tidak boleh terlupakan, solder merupakan alat yang berfungsi untuk menyambungkan berbagai rangkaian dalam sebuah komponen. Solder mampu menghasilkan panas yang mampu melelehkan bahan tambahan, seperti timah. Timah tersebut digunakan sebagai bahan tambahan pada proses penyambungan komponen. Adapun prinsip kerja solder sama dengan prinsip kerja las.

Terdapat beberapa jenis solder yang dijual bebas di pasaran,untuk mengetahui lebih lanjut simak ulasan mengenai jenis-jenis solder berikut ini :

 

1. Solder Jenis Biasa

Solder Jenis Biasa

Ini merupakan jenis solder yang paling sering ditemui dipasaran, harga jual solder jenis ini relatif lebih murah. Solder ini sangat mudah untuk digunakan tanpa memerlukan kemampuan khusus. Meskipun dengan harga yang murah solder ini juga mampu dalam menyambungkan berbagai komponen.

 

2. Solder Uap

Solder Uap

Pernahkah anda mendengar nama solder uap? proses penggunaan solder ini menggunakan udara, untuk itu diberi nama solder uap.

Sebelum manggunakan solder uap, penting untuk mengetahui pengaturan dasarnya yaitu pertama pengaturan mengenai tingkat panas yang dihasilkan melalui mata solder, serta yang kedua adalah tekanan udara yang akan dikeluarkan. Kedua pengaturan ini saling berhubungan satu sama lainnya.

Terdapat beberapa kelebihan untuk solder jenis ini yaitu :

  1. Dapat digunakan untuk proses solder-dioldering komponen Surface Mount Technology
  2. Suhunya dapat diatur, mulai dari 100 derajat celcius hingga 500 derajat celcius.
  3. Mampu melindungi kerusakan komponen yang disebabkan listrik yang tidak stabil.

Namun perlu untuk diketahui bahwa harga jual solder uap cenderung lebih mahal, karena proses penggunaannya yang sedikit berbeda.

 

3. Solder yang dilengkapi pengontrol suhu

Solder yang dilengkapi pengontrol suhu

Jenis solder lainnya yaitu, solder dengan pengontrol suhu. Solder ini memiliki kelebihan dimana suhunya akan tetap stabil meski sudah dihidupkan untuk waktu yang lama. Meskipun tegangan naik turun tidak akan mempengaruhi suhu dari solder. Kestabilan suhu inilah mampu menjaga keawetan dari solder itu sendiri, solder akan mampu bertahan lama.

Pilihlah solder yang sesuai dengan kebutuhan anda, serta jangan lupa untuk memperhatikan besaran tegangannya.

Itulah jenis solder yang sering digunakan dalam perkakas elektronika, jika ingin membeli solder dengan kualitas terbaik anda dapat mengikuti link berikut ini jual solder.

Hal- hal lain yang harus diperhatikan dalam proses pengeboran

Hal- hal lain yang harus diperhatikan dalam proses pengeboftrn yaitu :

  1.  Kecepatan spindle yang diteruskan pada cak atau sarung bor harus sesuai dengan kondisi dalam proses pengeboran. Cara untuk mengatur kecepatan spindle mesin bor dapat dilakukan dengan menggerakkan klem penyetel ban sehingga dapat memindahkan v – belt ke cakra tingkat sesuai putaran yang diinginkan
  2.  Bagian permukaan yang akan dibor harus diberi tanda dengan cara penitikan atau dengan menggunakan bor centre agar memudahkan jalan pengeboran selanjutnya.
  3. Sebelum melakukan proses pengeboran, lakukan pengaturan posisi kerataan dari benda kerja menjadi titik acuan karena bila pemukaan benda kerja tidak rat4 efek yang ditimbulkan sangat fatal yaitu lubang menjadi tidak lurus, oleh karena itu kita bisa menggunakan alat pengukur diaal indikator sehingga hasil pengeborannya benar – benar tegak lurus.
  4. Saat proses pengeboran berlangsung lakukanlah pemberian cairan pendingin
  5. Saat proses pengeboran diperlukan adanya peralatan pendukung salah satunya adalah ragum mesin bor. Alat ini berfungsi mencekam bagian tertentu dari bahan yang akan dibor sesuai dengan tingkat kesulitan proses pengeboran. Jenis ragum yang disesuaikan dengan tingkat kesulitan pekerjaannya

Mesin Bor Tangan

Mesin bor tangan terutama digunakan untuk pekerjaanpekerjaan ringan, seperti pembuatan lubang dengan diameter kecil atau sedang, kurang dari 13 milimeter, dan benda kerjannya telah terpasang pada kedudukannya yang tidak mungkin akan dibuka kembali.

mesin-bor-tangan

Mesin bor yang biasa digunakan dalam bengkel kerja bangku dan kerja mesin biasanya terdiri dari dua jenis, yaitu mesin bor tangan yang digerakkan oleh tangan dan mesin bor listrik yang digerakkan oleh tenaga listrik

Mesin bor tangan yang digerakkan oleh tangan sangat terbatas pengguruulnnya, karena hanya dapat melakukan pengeboran sampai dengan ukuran 8 milimeter. Sedangkan mesin bor tangan yang digerakkan oleh listrik dapat digunakan untuk membuat lubang sampai dengan ukuran 13 milimeter

Kedua mesin bor tangan tersebut diatas yang paling sering digunakan untuk mengebor adalah mesin bor tangan yang digerakkan dengan menggunakan tenaga listrik.