Cara sederhana untuk mencegah kavitasi

 artikel
loading...

Apabila pompa dapat menarik kevakuman yang sempurna pada saluran masuknya, maka tekanan (absolut) 101,3 kPa (~1 bar) tersedia untuk mendorong fluida ke dalam pompa. Dengan demikian untuk menghindari kavitasi dalam pompa “tekanan dasar” harus jauh lebih kecil. Kavitasi adalah ruangan kosong dalam pompa yang terisi udara, dan seharusnya seluruh ruangan ini terisi fluida oli. Pada dasarnya kavitasi dapat merusak pompa, akibat dari gesekan langsung antara rotor dan stator atau antararotor-rotornya. Kavitasi disebut juga keronggaan, dan biasanya dinyatakan dalam persen terhadap seluruh ruangan pemompaan. Kurang lebih 10% udara (terhadap volume) dalam larutan atau campuran fluida hidrolik.

3

Apabila tekanan vakum pada saluran masuk pompa melebihi tekanan “penguapan” fluida, udara akan lepas dari campuran dan membentuk gelembung-gelembung penguapan. Gelembung-gelembung ini terbawa melalui pompa, dan mengempis dengan cepat ketika terbuka ke tekanan tinggi pada saluran keluarnya. Pengempisan atau penyedotan tiba-tiba seperti ini akan menyebabkan kavitasi. Atau dapatlah dikatakan bahwa kavitasi adalah akibat dari penyedotan pompa secara tiba-tiba dan cepat, sehingga fluida cair belum sempat masuk ke dalamnya tapi sudah keburu terisi oleh udara. Kavitasi mudah diketahui dengan suara gemercik yang tajam dan menjerit, bila pompa dalam kondisi jalan dapat menyebabkan erosi logam pada saluran keluar pompa. Akibat pompa mengalami demikian akan memperpendek umur kerja pompa. Cara sederhana untuk mencegah kavitasi adalah:

  1. Menaikkan reservoar (tangki), maka kolom fluida hidrolik mengisi pompa dengan tekanan positif dan tekanan vakum pada saluran masuk terhindar.
  2. Pengangkatan minimal pada saluran masuk pompa untuk menjaga tekanan vakum (tekanan penyedotan) rendah atau sekurangkurangnya di atas batas tekanan penguapan.
  3. Saluran masuk pompa harus cukup lebar untuk menjaga kecepatan maliran di bawah 1 m/detik,

Author: 

No Responses

Comments are closed.