Cara Penyiapan Bahan Pasir Cetak dan Peralatannya

 artikel
loading...

Untuk menerima bahan baku pasir baru, penyimpanan pasir hitam (bekas pasir yang telah diolah), dan bahan tambah (seperti; tanah liat dan tambahan lainnya) secara prosedur operasi standar dapat mengikuti diagram alir dari pengolahan pasir Setelah pasir baru, pasir hitam, dan tanah liat/lempung serta bahan tambah lainnya beberapa tahapan proses pendinginan, pengayakan sampai di ruang/gudang, atau tempat penyimpanan, masing-masing bahan baku perlu diperiksa apakah dari aspek jenis dan jumlahnya volume telah mencukupi kebutuhan rencana pembuatan cetakan pasir sesuai dengan besarnya barang coran.

Jika terjadi kesalahan pada proses pengadaan menurut jenis dan volume bahan baku cukup dibuatkan laporan ke bagian material. Pemeriksaan secara teliti diperlukan peralatan yang memadai. Berbagai peralatan yang sering digunakan antara lain, seperti tangki penampung air, ember penakar volume bahan baku, timbangan berat, kereta/ gerobag dorong untuk pemindah bahan baku, alat ukur panjang, dan lain sebagainya. Peralatan diatas sangat berguna untuk persiapan penimbangan bahan-bahan sesuai formula campuran pasir yang akan ditetapkan. Kesalahan dalam pemeriksaan dan penimbangan bahanbahan baku pasir dan bahan tambahan akan menyebabkan kegagalan dalam proses pengecoran logam.

Screenshot_46

Diagram alir dari pengolahan pasir

Agar pemeriksaan lebih tertib diperlukan Kartu Pemeriksaan, yang berisi penjelasan tentang :

  • Untuk pemeriksaan apa? (misal; kandungan x, ukuran, dsb)
  • (Tahap pemeriksaan dilakukan
  • Nomor pemeriksaan
  • Nomor lembar pemeriksaan ke berapa?
  • Tanggal pemeriksaan
  • Suplaier/pelanggan/user
  • Nomor barang yang diperiksa
  • Nomor kode produksi yang berlaku
  • Spesifikasi barang yang dipesan
  • Grafik hasil-hasil pengujian barang/bahan
  • Spesifikasi bahan yang diperiksa
  • Spesifikasi macam pengujian bahan
  • Catatan penting untuk pengendalian
  • Menandai hal-hal perubahan yang penting. Setiap kali kartu pemeriksaan harus diarsipkan

Author: 

No Responses

Comments are closed.