Cara Pemberian Cairan Pendingin

 artikel
loading...

 Cairan pendingin jelas hanya akan berfungsi dengan baik jika cairan ini diarahkan dan dijaga alirannya pada daerah pembentukan beram. Dalam praktek sering ditemui bahwa cairan tersebut tidak sepenuhnya diarahkan langsung pada bidang beram pahat dimana beram terbentuk karena keteledoran operator.Mungkin pula karena daerah kerja mesin tidak diberi tutup,operator sengaja mengarahkan semprotan cairan tersebut ke lokasi lain sebab takut cairan terpancar ke semua arah akibat perputaran pahat.

Pemakaian cairan pendingin yang tidak berkesinambungan akan mengakibatkan bidang aktif pahat akan mengalami beban yang berfluktuasi. Bila pahatnya jenis karbida atau keramik (yang relatif getas) maka pengerutan dan pemuaian yang berulang kali akan menimbulkan retak mikro yang justru menjadikan penyebab kerusakan fatal.Dalam proses gerinda rata bila cairan pendingin dikucurkan di atas permukaan benda kerja maka akan dihembus oleh batu gerinda yang berputar kencang sehingga menjauhi daerah penggerindaan.






Banyak cara yang dipraktikkan untuk mengefektifkan pemakaian cairan pendingin sebagai berikut:

1.Secara manual
Apabila mesin perkakas tidak dilengkapi dengan sistem cairan pendingin,misalnya mesin gurdi atau frais jenis ”bangku” (bench drilling/milling machine) maka cairan pendingin hanya dipakai secara terbatas.Pada umumnya operator memakai kuas untuk memerciki pahat gurdi, tap, atau frais dengan minyak pendingin.Selama hal ini dilakukan secara teratur dan kecepatan potong tak begitu tinggi maka umur pahat bisa sedikit diperlama.Penggunaan alat sederhana penetes oli yang berupa botol dengan selang berdiameter kecil akan lebih baik karena akan menjamin keteraturan penetesan minyak.Penggunaan pelumas padat (gemuk/vaselin, atau molybdenum-disulfide) yang dioleskan pada lubang-lubang yang akan ditap sehingga dapat menaikkan umur pahat pengulir.

2.Disiramkan ke benda kerja (flood application of fluid)
Cara ini memerlukan system pendingin,yang terdiri atas pompa, saluran, nozel, dan tangki.Itu semua telah dimiliki oleh hampir semua mesin perkakas yang standar.Satu atau beberapa nozel dengan selang fleksibel diatur sehingga cairan pendingin disemprotkan pada bidang aktif
pemotongan.Keseragaman pendinginan harus diusahakan dan bila perlu dapat dibuat nozel khusus.Pada pemberian cairan pendingin ini seluruh benda kerja disekitar proses pemotongan disirami dengan cairan pendingin melalui saluran cairan pendingin yang jumlahnya lebih dari satu.

3.Disemprotkan (jet application of fluid)
Penyemprotan dilakukan dengan cara mengalirkan cairan pendingin dengan tekanan tinggi melewati saluran pada pahat.Untuk penggurdian lubang yang dalam (deep hole drilling;gun-drilling) atau pengefraisan dengan posisi yang sulit dicapai dengan semprotan biasa.Spindel mesin perkakas dirancang khusus karena harus menyalurkan cairan pendingin kelubang pada pahat.Pada proses pendinginan dengan cara ini cairan pendingin disemprotkan langsung ke daerah pemotongan (pertemuan antara pahat dan benda kerja yang terpotong).Sistem pendinginan benda kerja dibuat dengan cara menampung cairan pendingin dalam suatu tangki yang dilengkapi dengan pompa yang dilengkapi filter pada pipa penyedotnya. Pipa keluar pompa disalurkan melalui pipa/selang yang berakhir di beberapa selang keluaran yang fleksibel.

4.Dikabutkan (mist application of fluid)
Pemberian cairan pendingin dengan cara ini,cairan pendingin dikabutkan dengan menggunakan semprotan udara dan kabutnyalangsung diarahkan ke daerah pemotongan,Partikel cairan sintetik,semi sintetik, atau emulsi disemprotkan melalui saluran yang bekerja dengan prinsipseperti semprotan nyamuk.Cairan dalam tabung akan naik melalui pipa berdiameter kecil, karena daya vakum akibat aliran udara di ujung atas pipa, dan menjadi kabut yang menyemprot keluar.Pemakaian cairan pendingin dengan cara dikabutkandimaksudkan untuk memanfaatkan daya pendinginan karena penguapan.




Author: 

No Responses

Comments are closed.