Bentuk susunan silinder

 artikel
loading...

Untuk menaikkan daya mesin dibutuhkan volume silinder yang besar, tetapi tidak praktis hanya dengan menggunakan satu silinder. Untuk tiu, mesin berdaya besar pada umumnya digunakan multisilinder  Jumlah silinder biasanya genap antara 2 sampai 13.
Untuk mesin di bawah 1000 cc biasanya bersilinder 2 atau 4, sedangkan dari 1000 cc sampai 2000 cc besilinder 4 atau 6 dan di atas 2000 cc bersilinder 6 atau 8 silinder. Pada mesin 4 tak, setiap dua kali putaran poros engkol hanya menghasilkan satu kali tenaga pada 360°, tetapi dengan multi silinder, misalkan mesin 4 tak 4 silinder setiap kali berputar 720° maka pada setiap sudut engkol 180° terjadi langkah tenaga, sehingga sangat menguntungkan.

Screenshot_159

Model susunan silinder bermacam-macam dan selalu mengalami perkembangan. Bentuk susunan dimaksudkan untuk beberapa hal seperti mengurangi getaran, memperkecil ukuran mesin sehingga beratnya turun, dan tujuan lainnya. Model susunannya menggunakan model satu cgaris memanjang , model V , model beralawanan horizontal , dan ada juga yang model melingkar  untuk penggerak baling-baling pesawat terbang konvesional. Blok silinder dengan susunan model V, silinder-silinder tersusun lurus pada kedua bagian blok silinder, silinder-silinder yang ada pada dua bagian blok menghadap poros engkol. Untuk mesin 8 silinder bentuk V, mempunyai 4 silinder pada masing masing sisinya. Keuntumgan dari model ini adalah geteran mesin yang rendah karena mesin sangat balance dan ukuran mesin mejadi lebih kecil dengan alasan jumlah silinder terbagi mejadi dua sisi.

Author: 

One Response

Comments are closed.