Bentuk Dasar Sistem Hidrolik

 artikel
loading...

Pada dasarnya merupakan bentuk dasar dari sebuah sistem hidrolik. Kita membebani piston dari pompa piston tunggal dengan suatu gaya tertentu. Gaya per satuan luas sama dengan tekanan yang dihasilkan (p = F/A). Makin kuat kita menekan piston dan makin kuat gaya pada piston, maka tekanan akan Tekanan itu meningkat, sampai berdasarkan luas silinder dapatm mengalahkan beban (F = p. A). Jika bebannya konstan, maka tekanan tidak akan meningkat. Akibatnya tekanan tersebut bekerja sesuai dengan tahanan/resistensi yang arahnya berlawanan dengan aliran fluida. Oleh karena itu beban dapat dipindahkan, jika tekanan yang diperlukan dapat dicapai. Kecepatan gerak beban hanya tergantung pada volume fluida yang dimasukkan ke silinder.  bahwa makin cepat piston diturunkan ke bawah, makin banyak fluida persatuan waktu yang dialirkan ke dalam silinder. Sehingga beban akan terangkat lebih cepat. Namun dalam praktiknya, kita harus memperbesar sistem ini.

Sistem hidrolik sederhana

Sistem hidrolik sederhana

Kita ingin memasang alat, yang mana kita dapat mengaturnya, misalnya kita ingin mengatur : arah gerakan silinder, kecepatan gerakan silinder dan beban maksimum silinder. Kita juga ingin mengganti pompa piston manual dengan pompa yang digerakkan terus menerus, untuk alasan efisiensi. Untuk mempermudah pemaham an, akan ditunjukkan sebuah rangkaian hidrolik yang sederhana. Pompa 1 digerakkan melalui sebuah motor (motor elektrik atau motor bakar -lihat gambar diatas). Pompa tersebut mengisap fluida dari tangki 2 dan mendorong fluida tersebut ke saluran sistem yang berikutnya dengan bermacam-macam ele-men, sampai silinder 4 (adalah merupakan motor hidrolik juga). Selama tidak ada hambatan kearah aliran fluida akan selalu terdorong ke depan. Silinder 4 pada akhir saluran, merupakan hambatan untuk aliran tersebut. Karena itu tekanan meningkat sampai dapat mengatasi hambatan, hingga silinder bergerak.

Author: 

No Responses

Comments are closed.