Analisis Slab

 artikel
loading...
Dasar-dasar Analisis Slab 
Teori analisis slab, berdasarkan metode analisis yang digunakan, dikenal pula sebagai teori kesetimbangan gaya (force balance analisis) atau pendekatan kesetimbangan benda bebas (free-body equilibrium approach). Secara umum, analisis dilakukan dengan mengaplikasikan kesetimbangan gaya pada suatu potongan-potongan tipis logam (slab) dengan tebal berbeda-beda sehingga diperoleh persamaan diferensial untuk tegangan (dan regangan) dengan variasi hanya pada satu arah saja. Selanjutnya tegangan lokal, tegangan maksimum dan tegangan rataratanya dapat dihitung, untuk kondisi-kondisi pembatas (boundary conditions) yang telah ditentukan. 
Asumsi-asumsi Dasar 
Untuk dapat melakukan analisis diperlukan beberapa asumsi dasar seperti telah diuraikan pada 
1. Arah dari beban yang diberikan serta bidang yang tegak lurus terhadap arah tersebut menentukan arah-arah bidang utama. Tidak ada variasi tegangantegangan utama pada bidang ini. 
2. Walaupun pengaruh-pengaruh dari friksi permukaan masuk di dalam perhitungan kesetimbangan gaya, hal tersebut tersebut tidak berpengaruh terhadap distorsi internal dari logam atau orientasi dari arah-arah utama.
3. Potongan bidang tetap bidang, deformasi dianggap homogen di dalam penentuan regangan. Dengan kata lain, keadaan di dalam potongan tipis yang tegak lurus terhadap arah di mana terjadi variasi tegangan dan regangan dianggap homogen. 
Jadi variasi dianggap hanya terjadi pada satu sumbu saja, dan arah-arah utamanya adalah konstan, dapat diketahui, dan termasuk ke dalamnya sumbu di mana terjadi variasi. Asumsi tambahan lain yang dapat digunakan untuk menyederhanakan perhitungan numeris di antaranya adalah: material dianggap homogen dengan aliran logam konstan, simplifikasi-simplifikasi geometri dapat dilakukan, berlaku model material dan friksi tertentu, serta dapat dilakukan simplifikasi pada kondisi pembatas. 
Langkah-langkah Dasar 
Tiap-tiap jenis proses pembentukan logam memiliki karakteristik berbeda yang perlu diperhatikan di dalam analisis. Akan tetapi, secara umum terdapat persamaan langkah-langkah dasar di dalam metode analisis slab. Di dalam  telah diuraikan secara sistematis langkah-langkah dasar analisis slab, yang dapat secara konsisten diaplikasikan untuk berbagai proses pembentukan logam: 
1. Tentukan arah di mana terjadi variasi tegangan dan regangan yang paling penting. 
2. Perhatikan kesetimbangan dari potongan-potongan tipis logam (slab) yang tegak lurus terhadap arah ini, termasuk di dalamnya tegangan-tegangan yang disebabkan karena kontak dan friksi. 
3. Turunkan suatu persamaan diferensial yang sesuai untuk variasi tegangan pada satu sumbu. 
4. Gunakan teori-teori plastisitas untuk mengurangi fungsi-fungsi yang tidak diketahui. 
5. Aplikasikan kondisi-kondisi batas. 
6. Carilah solusi dari persamaan diferensial untuk memperoleh tegangan yang diinginkan.

http://www.teknikmesin.net/atom.xml?redirect=false&start-index=1&max-results=100

Author: 

592 Responses

Comments are closed.