Aliran Coolant

 artikel
loading...

Pada gambar dibawah menunjukkan komponen – komponen dasar dan aliran coolant  pada system pendingin. Thermostat berfungsi untuk mengatur aliran coolant yang  akan mengalir ke radiator atau ke bypass valve.  Ketika temperatur coolant belum mencapai temperatur kerja operasi engine , thermostat akan akan mengalirkan coolant ke saluran bypass dan menutup aliran  coolant yang menuju radiator. Ketika temperatur kerja operasi telah tercapai maka thermostat akan mengalirkan coolant ke radiator. Hal ini membuat coolant engine  yang panas dialirkan melewati radiator, akan didinginkan.

Aliran coolant

Selama engine beroperasi, udara dapat masuk ke system pendingin jika coolant level terlalu  rendah atau bila terjadi aliran turbulensi pada system akibat dari seal water pump yang aus,  clamp hose yang kendor pada sisi low pressure dari system atau karena kesalahan prosedur  pada saat pengisian coolant ke sistem. Udara yang terjebak dapat menyebabkan panas  yang berlebihan (overheat) pada ruang bakar sehingga dapat menyebabkan kerusakan atau  crack pada cylinder head.

Sistem pendingin jenis ini cara kerjanya sama saja dengan jenis yang menggunakan  radiator, tetapi pada jenis ―shunt‖ memiliki tambahan ruang pada bagian atas radiator  yaitu sebuah tube shunt yang menghubungkan ruang bagian atas radiator dengan  saluran inlet pompa.  Saluran ini berfungsi untuk menjaga agar pada saluran inlet pompa tidak kekurangan  aliran coolant jika terjadi perubahan rpm engine yang tiba – tiba pada saat
perpindahan gigi (downshift). Tanpa saluran shunt, pompa dapat menghisap negative  pressure selama perpindahan gigi (downshift) sehingga dapat mengakibatkan  timbulnya kavitasi.

Radiator yang terpasang pada vehicle yang bergerak didesain untuk menghasilkan  perpindahan panas yang optimal pada ambient temperatur maksimum yang ditentukan  dan dapat tahan lama.

Beberapa syarat desain untuk radiator alat berat adalah:

  • Sudut dan kemiringan tube untuk memaksimalkan perpindahan panas sampai  hambatan udara yang terendah.
  • Bentuk rancangan fin dan tube yang dirancang untuk memaksimalkan  perpindahan panas ke fin.
  • Konstruksi yang kuat dari tube header solder joint untuk perlindungan  terhadap beban berat dan tekanan yang terjadi pada system pendingin  sehingga dapat mencegah terjadinya retak (crack) dan bocor agar life time dari  radiator lebih lama.

Author: 

No Responses

Comments are closed.